Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Natal

Loading

Renungan Natal

Kasih Kristus yang Menyelamatkan

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Natal Nov/Des 2011 - Edward

DIA MERENDAHKAN DIRI MENJADI SAMA DENGAN MANUSIA:
Malam itu, dirinya terpaku sambil merenung, seminggu lagi Natal tiba, hari dimana Umat Kristiani memperingati Hari yang Agung, Penebus, Allah sendiri yang menjadi manusia, telah lahir dikandang domba.
----
DIA MENYELAMATKAN:
Iblis telah menguasai kehidupan dan masa depannya untuk menjadi pengikutnya. Tetapi, Allah mengasihinya dan merebutnya, dari tangan sang Iblis, tidak dengan Cuma-Cuma, tetapi melalui penebusan darah anak-Nya yang tunggal. Dia percaya!
- - -
DIA MENGAMPUNI: ...selanjutnya»

Kasih yang Menular

Karakter Gereja

Kasih adalah karakteristik orang percaya. Dengan kata lain kasih adalah spirit gereja. Tanpa kasih, kehidupan ini dijalani secara statis dan menuju kematian. Kasih itu menghidupkan yang lemah, yang tak berdaya, yang redup, yang patah semangat. Kasih membangkitkan gairah hidup. Kasih menyemangati kita untuk memuliakan Allah dan bersaksi tentang karya Kristus. ...selanjutnya»

Renungan Natal 2010 (Joseph Arief Sudarmadi)

Kata Imanuel yang hanya dipakai 3 kali di seluruh Alkitab kita, tidak berarti maknanya tidak begitu penting bagi kehidupan kita (Yesaya 7:14, Yesaya 8:8, dan Matius 1:23), yaitu 2 kali dalam PL dan 1 kali dalam PB. Walaupun hanya sekali dalam PB, tetapi pengaruhnya itu meluas sampai sekarang dan akan bermakna lebih dalam lagi kalau dihubungkan dengan Yohanes 3:16, yang menyatakan bahwa Allah telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. ...selanjutnya»

Menghargai Natal di dalam Hati Kita

Bagaimana kita seharusnya merayakan Natal? (Renungkan Lukas 2:8-20)

Jika Anda bukan orang Kristen, cara yang terbaik untuk merayakan Natal adalah dengan menjadi orang Kristen, yaitu dengan percaya kepada Tuhan Yesus, meminta Dia agar masuk ke dalam hati Anda dan mengambil keputusan untuk mau mengikut Dia sebagai murid-Nya. ...selanjutnya»

Kabar Baik!

Lukas 2:10-11

Kesibukan seringkali membuat kita tidak sempat merenungkan alasan Natal yang sejati, yakni memperingati kelahiran Kristus. Ini waktunya perayaan! Waktunya bersyukur untuk kesehatan, kekayaan, teman-teman, makanan, dan tempat tinggal kita. Lebih dari itu, sekaranglah waktunya untuk bersyukur kepada Bapa Surgawi yang telah mengirimkan hadiah yang sangat berharga. Hadiah yang memberi kita damai sejahtera dan pengharapan yang sejati. Hadiah yang disediakan untuk semua orang. ...selanjutnya»

Firman yang Menjadi Manusia

Tugas Renungan Natal (by Andy Harjono)

Ayat: Yohanes 1:14 "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu Kemuliaan yang di berikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran".

Setiap memasuki bulan desember sangat terasa sekali suasana natal. Kita dapat melihat gemerlap lampu-lampu hias yang bertulis "selamat natal dan tahun baru" atau "Damai di bumi", dan sebagainya. Pohon-pohon natal di hias begitu rupa di gereja, di mal-mal, di hotel , di kantor, dan tidak ketinggalan di rumah kita masing-masing. Lagu-lagu natal pun mulai bergema di radio, di tempat-tempat perbelanjaan. Sepertinya natal identik dengan Pohon terang, kue natal, parsel natal, kartu natal, tour natal, dan sejumlah barang komoditas lainnya.Bahkan ada yang lebih ekstrem bahwa natal identik dengan kemewahan, baju baru, pesta dan hadiah. Kita mulai masuk dalam kesibukan natal , belanja kebutuhan natal dan menyiapkan berbagai macam hal. Lalu apakah arti natal yang sebenarnya? Apakah kegemerlapan dan kemewahan? Atau suatu kesibukan untuk acara rutin perayaan yang dilakukan setiap tahun itu? ...selanjutnya»

Apakah Pohon Natal Tidak Alktiabiah?

Pertanyaan diskusi:

Apakah pohon Natal juga menjadi salah satu icon Natal yang tidak alkitabiah? Apakah ada hal-hal lain yang sebenarnya tidak termasuk dalam unsur-unsur Natal yang alkitabiah? ...selanjutnya»

Mengapa Yesus Datang?

Setiap hari Natal, semua orang di dunia kembali diperhadapkan dengan satu pertanyaan: Mengapa Yesus datang? Pertanyaan tersebut ditampilkan oleh lagu-lagu Natal yang kita dengar lewat radio atau dekorasi adegan palungan yang terlihat di etalase toko. Bahkan setelah berita-berita perang, di radio kita mendengar lagu "Hai Dunia, Gembiralah". Kita melihat orang-orang yang berbelanja melintasi dekorasi adegan palungan membawa hadiah-hadiah yang mahal, tampaknya mereka tidak peduli dengan berjuta-juta penduduk dunia yang kelaparan. Kita didorong untuk bertanya dalam hati. ...selanjutnya»

Jangan Takut!

Pesan yang sama, disampaikan oleh Malaikat Tuhan kepada Zakharia,Yusuf dan Maria, menjelang saat-saat kedatangan Yesus. Dalam Injil Matius 1:20, Malaikat Tuhan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus." Sedang dalam Injil Lukas 1:13, Malaikat Tuhan juga berkata: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Juga kepada perawan Maria malaikat Tuhan mengatakan hal yang sama: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. (Lukas 1:30)

Jangan takut

Nampaknya kalimat ini memang perlu disampaikan oleh malaikat Tuhan kepada Yusuf, Maria ataupun Zakharia. Apakah yang ditakutkan oleh ke tiga orang itu? Dalam Yusuf kita melihat ketakutannya yang berdasarkan kepada 'tragedi' yang melanda Maria, dimana ternyata telah hamil sebelum menikah resmi. Pada jaman itu, jika seorang wanita tidak dapat menjaga kesuciannya, matilah hukumnya. Dimana bisa saja dia dirajam oleh orang banyak. Bagi Yusuf sendiri, kehamilan Maria juga mengancam kredibilitasnya di dalam bermasyarakat, dikarenakan pada waktu itu status Maria adalah tunangannya. Otomatis, masyarakat akan menuduh dia atau bahkan menghukumnya sebagai orang yang bertanggung jawab atas kehamilan Maria. Perasaan yang bisa digambarkan mengenai ketakutan Yusuf adalah sangat berat. Ketakutan itu mungkin juga bercampur dengan rasa marah, kecewa, sakit hati, kepada Maria. Sehingga di ayat 19 dikatakan Yusuf bermaksud menceraikan Maria dengan diam-diam. ...selanjutnya»

Natal Bagi Kita

Tugas Renungan Natal 2008 (Sugianto)

Ayat: Matius 10:34-42

Natal yang dirayakan bersama-sama umat Nasrani setiap tanggal 25 Desember selalu identik dengan perayaan-perayaan yang meriah. Benarkah ini yang Tuhan kehendaki terhadap hidup kita? ...selanjutnya»

Tinggalkan Komentar