Renungan Natal

Tentang Penulis -- Michael Ross-Watson

Michael berasal dari keluarga berlatar belakang Spiritisme. Setelah bertobat dan menjadi seorang Kristen pada tahun 1963, dia berkuliah di Cliff College. Lalu, dia bekerja sebagai penginjil awam di Gereja Metodis (Inggris) dari tahun 1966 hingga 1969. Dia dan istrinya, Esther, telah melayani bersama dengan WEC International (Worldwide Evangelization for Christ -- Penginjilan Sedunia bagi Kristus) dari tahun 1969 hingga tahun 2015. Mereka pernah melayani di Indonesia selama sepuluh tahun.

TAHUN-TAHUN PERTUMBUHAN

Bacaan Alkitab: Lukas 2:51-52

Seperti apa rasanya bagi Maria dan Yusuf melihat Yesus, Anak Allah yang tidak berdosa, bertumbuh dewasa dalam rumah tangga mereka? Pernahkah Dia nakal? Apakah Dia menyenangkan? Apakah Dia anak yang berpikir dengan sangat serius?

JANGAN KEHILANGAN YESUS DI TENGAH KERAMAIAN

Bacaan Alkitab: Lukas 2:41-52

Maria dan Yusuf adalah orang-orang yang setia dan berusaha untuk menghormati Allah dengan pergi ke perayaan Hari Raya Paskah di Yerusalem setiap tahun. Pada usia yang ke-12 tahun, anak laki-laki Yahudi akan menjadi "anak Hukum Taurat" dan mulai mematuhi tuntutan-tuntutan Hukum Taurat. Karena itu, pada usia yang ke-12 tahun, Yesus pergi ke Yerusalem bersama dengan orang tua-Nya. Paskah adalah hari pembukaan untuk perayaan tujuh hari dari Hari Raya Roti (Imamat 23:5-6).

BUNUH ANAK ITU

Bacaan Alkitab: Matius 2:13-18

Baru-baru ini, kita mendengar tentang penyerangan yang mengerikan di suatu sekolah, tempat lebih dari 130 murid dan guru tewas. Ada juga laporan tentang ribuan anak yang dilecehkan, banyak di antaranya yang mengalami cacat permanen, dan secara khusus hal ini dilakukan oleh para pedofil. Sekarang menjadi hal yang sangat perlu, walaupun sangat menyedihkan, siapa pun yang akan menemui anak-anak harus menjalani pengecekan keamanan demi melindungi anak-anak.

PESAN NATAL

Bacaan Alkitab: Lukas 2:1-20

Tepat pada hari Yesus lahir, ada proklamasi luar biasa tentang pesan Natal, bukan di katedral yang megah atau auditorium yang indah, melainkan di padang, kepada para gembala yang sederhana, yang sedang menjaga kawanan domba mereka pada waktu malam. Barangkali inilah proklamasi dari pesan Injil yang paling pertama.

RAJA DAMAI

Bacaan Alkitab: Yesaya 9:6; Lukas 2:8-19

Yesus adalah Raja Damai, dan pemerintahan-Nya penuh keadilan dan kedamaian.

Ketika paduan suara malaikat menyanyi di dekat Betlehem pada hari kelahiran Yesus, pesan mereka
adalah pesan damai. Mereka berkata, "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai
sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya" (Lukas 2:14).

ALLAH YANG PERKASA

Bacaan Alkitab: Yesaya 9:6; Filipi 2:5-11

"Dia adalah Allah yang Perkasa." Ayat ini memberitahukan secara tepat siapakah Yesus itu -- Dia adalah Allah yang berinkarnasi, Dia yang Mahakuasa. Yesaya sedang menegaskan hakikat keilahian Mesias! Dia adalah Allah sendiri.

PENASIHAT AJAIB

Bacaan Alkitab: Yesaya 9:6; Mazmur 32:1-71

Selama empat hari ke depan, kita akan melihat pada empat nama luar biasa yang diberikan kepada
Yesus melalui Yesaya, dalam konteks kedatangan-Nya, 800 tahun sebelum kelahiran-Nya.

NYANYIAN MARIA

Bacaan Alkitab: Lukas 1:46-55

Penuh dengan Roh Kudus, Elisabet berbicara secara nabiah kepada Maria. Perkataannya kepada Maria
adalah, "Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan,
akan terlaksana" (Lukas 1:45).

BAYI DI DALAM RAHIM

Bacaan Alkitab: Lukas 1:39-45

Setelah malaikat berbicara kepadanya, Maria pergi untuk tinggal bersama dengan saudara sepupunya,
Elisabet. Alkitab mengatakan bahwa dia pergi terburu-buru. Barangkali dia pergi untuk bersembunyi, mencari tempat yang tenang, dan menghindari sorotan. Itu cukup bisa dipahami, khususnya karena reputasi Maria akan hancur di komunitas tempat dia tinggal.

TERANG YANG BERSINAR DALAM KEGELAPAN

Bacaan Alkitab: Yesaya 9:1-7

Nubuatan-nubuatan tentang kedatangan Yesus sangatlah luar biasa, bukan hanya karena sudah
disebutkan ratusan tahun sebelum Yesus datang, tetapi juga karena keakuratannya. Bacaan kita hari ini
adalah salah satu dari nubuatan-nubuatan yang luar biasa itu. Yesus datang sebagai terang dan
menyinari kegelapan. Saya menghargai nilai terang dengan begitu jelas saat saya mengalami mukjizat
ketika kami tinggal di suatu pulau muslim yang fanatik di Indonesia.

PERKENANAN ALLAH

Bacaan Alkitab: Lukas 1:46-55

"Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan
Allah." (Lukas 1:30)

Maria mungkin menjalani hidup sebagai seorang gadis petani yang sederhana. Dia tinggal di Nazaret,
sebuah kota yang tidak terkenal di Galilea. Tidak ada sesuatu yang baik yang diduga akan datang dari
Nazaret (Yohanes 1:46), dan orang Farisi menolak Yesus dengan berkata, "... tidak ada nabi yang datang
dari Galilea" (Yohanes 7:52).

MENGAPA YESUS DATANG

Bacaan Alkitab: Lukas 19:1-10; Yohanes 10:10; 1 Yohanes 3:8

Kita belajar dalam beberapa pasal sebelumnya bahwa Yesus adalah Juru Selamat kita dan saya ingin
mengeksplorasi hal ini sedikit lebih mendalam pada hari ini. Alkitab sangat jelas tentang alasan mengapa
Yesus datang.

NAMA-NYA AKAN DISEBUT YESUS

Bacaan Alkitab: Matius 1:18-25

"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan
menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Matius 1:21)

Dalam bahasa Yunani, nama Yesus sama dengan bahasa Ibrani "Yehoshua" (versi-versi lain mengejanya
Yosua) (Bilangan 13:16). Malaikat Tuhan mengungkapkan nama ini secara terpisah kepada Yusuf dan
Maria (Lukas 1:31). Nama Yesus berarti "Allah yang adalah keselamatan". Dia adalah Allah yang
menyelamatkan.

PERJALANAN MARIA

Bacaan Alkitab: Lukas 1:26-56

Semua orang ada dalam suatu perjalanan, dan perjalanan Maria secara luar biasa berubah pada malam ketika malaikat Gabriel diutus oleh Allah untuk berbicara kepadanya. Dapatkah Anda membayangkan seperti apa rasanya bagi seorang gadis yang masih murni ini, dalam masa remajanya, ketika tahu bahwa Allah sendiri yang mengutus salah satu dari dua penghulu malaikat untuk berbicara kepadanya secara pribadi?

ZAKHARIA DAN ELISABET

Bacaan Alkitab: Lukas 1:5-25

Allah berjanji bahwa akan ada seseorang yang akan menyiapkan jalan bagi kedatangan Putra-Nya. Janji itu diberikan melalui Yesaya. "Ada suara yang berseru-seru: 'Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!'" (Yesaya 40:3), secara spesifik terkait dengan Yohanes Pembaptis (Matius 3:3).

SILSILAH MANUSIAWI YESUS

Bacaan Alkitab: Matius 1:1-17

Siapa bilang silsilah itu membosankan?

Dalam 17 ayat pertama Injil Matius, kita membaca silsilah Yesus, yang dimulai dari Abraham. Dalam kemanusiaan-Nya, Yesus secara langsung dihubungkan dengan garis keturunan raja (Anak Daud) dan pendiri ras Yahudi (Anak Abraham) (ayat 1).

Natal, Harapan Seberapa pun Gelapnya Kegelapan Itu

Natal adalah sebuah liburan yang bersifat paradoks yang dipenuhi dengan sukacita yang sedemikian besar, tetapi pada saat yang sama mengingatkan kita pada rasa kehilangan yang besar. Ketika sedang melakukan studi pada malam sebelumnya, saya tidak sengaja menemukan sebuah khotbah oleh Tim Keller yang membicarakan tentang bagaimana terang Natal menghalau bayang-bayang kematian. Saya merasa diyakinkan dan dikuatkan. Saya harap, Anda yang merasa kewalahan pada Natal ini akan mendapatkan pengharapan dalam terang yang terdapat dalam Injil.

Misi Kristus dan Perayaan Natal

Ditulis oleh: N. Risanti

Kristus datang untuk mati. Tampaknya pernyataan itu sudah sering kita dengar, tetapi mungkin tidak terlalu meresap ke dalam hati kita. Jika sudah, mungkin kita tidak akan merayakan Natal dalam cara-cara yang sekarang justru mengemuka di gereja-gereja maupun komunitas kristiani. Jika sudah, mungkin kita akan lebih memaknai Natal dengan rasa syukur dan perasaan kasih yang lebih besar kepada Allah. Jika sudah, mungkin kita akan lebih memuliakan Allah dalam tindakan kita daripada sibuk menghias rumah, mencari hadiah, membeli baju atau sepatu baru, atau memikirkan kue apa yang akan kita buat atau beli pada tahun ini.

Harapan pada Hari Natal

Pada malam kelahiran Yesus, sinar terang sebuah bintang mengumumkan kelahiran-Nya. Itulah pengumuman yang diharapkan dan didoakan banyak orang, meski banyak juga yang tidak memedulikannya.

Mungkin mereka seperti saya -- harapan-harapan mereka lebih mirip impian, dan doa-doa mereka sekadar keinginan. Mungkin mereka sedang mencari sebuah bintang yang akan membenarkan setiap perilaku mereka, bukan sinar yang akan menyingkapkan dosa mereka.

Pada setiap hari Natal, ketika saya menyanyi dalam "Festival of Lights" yang diadakan setiap tahun di gereja, saya menginginkan beberapa hal. Saya ingin merasakan suasana adikodrati tatkala paduan suara bernyanyi dengan sangat merdu hingga seolah saya tidak mendengar suara siapa pun. Saya pikir seperti itulah musik surgawi.

NATAL: (BUKAN HANYA) KARENA KITA

Ditulis oleh: N. Risanti

Setiap kali memasuki masa Natal, saya selalu terkenang dengan lagu "Karena Kita", atau dalam judul aslinya, "We Are The Reason". Melalui lagu itu, kita seolah-olah diingatkan bahwa kelahiran Yesus dan karya salib-Nya di dunia terjadi karena kita. Kitalah alasan utama dari penderitaan-Nya di kayu salib karena Ia begitu mengasihi kita. Hal itu saya percayai, dan membuat saya menjadi luar biasa kagum oleh kasih-Nya. Saya, dan kita semua pastinya, merasa menjadi subjek yang sangat penting dalam karya penebusan Kristus. Namun, benarkah itu yang sesungguhnya terjadi? Benarkah kita alasan utama dari karya penebusan Kristus di dunia dan menjadi subjek utama dalam karya penebusan itu?

Terang Mengalahkan Kegelapan

Oleh: Dita

Nas: “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5)

Sering kali kita berasumsi bahwa terang dan gelap memiliki kekuatan yang sama. Jika ada terang maka ada gelap, dan jika ada gelap maka ada terang. Ternyata asumsi itu adalah salah. Jika kita pikirkan lagi, terang tidak berlawanan dengan gelap. Karena terang lebih kuat daripada gelap!

Hatiku Tertuju Pada Yesus

Oleh: Jessica K.

Bacaan: Matius 1:18-25
Nas: Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Matius 1:21)

Kelahiran Pangeran Goerge pada tahun 2013 di rumah sakit St Mary's, London, United Kingdom membawa sukacita luar biasa bagi rakyat Inggris. Berita tentang lahirnya anak pertama dari adipati Cambridge ini tersebar luas dan memberi harapan baru bagi penerus Kerajaan Inggris. Bayi laki-laki ini langsung mengambil hati banyak orang dari seluruh dunia, bahkan tak sedikit orang yang sengaja datang ke kediaman Pangeran William untuk menyambut kedatangan Pangeran George. Saat itu, rakyat Inggris seakan-akan hanya mengarahkan matanya pada satu pandangan.

Natal ini "Jangan Takut" Mana yang Anda Butuhkan?

Pada Adven yang pertama, Allah terus berkata, "Jangan takut!" Ini adalah kata yang perlu kita dengar juga pada hari ini.

Zakharia dan Elizabeth diberitahu bahwa setelah berpuluh-puluh tahun menunggu, mereka akhirnya memiliki anak pada masa tua mereka. (Lukas 1:5-25)

Namun, "Jangan takut untuk menjadi kecewa lagi."

Maria adalah seorang wanita muda yang belum menikah yang mengandung Mesias oleh kuasa naungan Allah. (Lukas 1:26-38)

Namun, "Jangan takut memakai 'Scarlet A'(tanda yang dipakai oleh/seseorang/pasangan yang dianggap melakukan perzinahan - Red.) di desamu."

Tunangan Maria, Yusuf adalah orang bermoral tinggi dan sangat dihormati dan sekarang dia terjebak dalam konflik dengan keluarga dan teman-temannya. (Matius 1:18-25)

Daftar Permintaan Hadiah Natal yang Dewasa dari Diri Saya

Amy Grant merekam lagu "My Grown Up Christmas List" untuk albumnya "Home for Christmas” . Lirik dalam lagu tersebut berisi imaginasi seorang dewasa yang kembali kepada Sinterklas dengan perspektif yang berbeda tentang apa yang dianggapnya paling penting dalam hidup. Alih-alih dari hal-hal yang bersifat materi, penulis lagu kemudian meminta hal-hal yang baik bagi orang lain. Saya menyukai perasaan sentimentil dari lagu tersebut.

That wars would never start
And time would heal all hearts
Everyone would have a friend
And right would always win
And love would never end
This is my grown-up Christmas list
(Tidak ada lagi kehidupan yang terkoyak
Bahwa perang tidak akan pernah dimulai
Dan waktu akan menyembuhkan semua hati
Semua orang akan memiliki teman
Dan kebenaran akan selalu menang
Dan cinta tidak akan pernah berakhir
Ini adalah daftar permintaan Natal saya - Red.)

Daftar renungan Natal

Daftar 163 renungan Natal dari e-RenunganHarian (e-RH) dan e-SantapanHarian (e-SH) mulai tahun 1997-2014. Renungan-renungan ini dapat Anda pakai secara pribadi, bersama keluarga Anda, persekutuan Anda, maupun Anda bagikan kepada orang-orang terdekat Anda melalui media sosial.

Daftar ini diurutkan berdasarkan ayat yang dipakai sebagai pokok renungan.

Sambutlah Sang Terang

Baca: Yohanes 1:1-9

Sebagian besar orang tidak suka berada di dalam kegelapan. Itu ditandai dengan tindakan untuk mencari dan menyalakan alat penerang bila tidak ada lampu, misalnya. Manusia memang membutuhkan terang karena terang membuat manusia merasa nyaman dan aman. Demikian juga dengan kehidupan rohani manusia. Dosa menguasai manusia, seperti kegelapan menguasai malam. Dalam keadaan demikian, manusia membutuhkan terang agar tidak lagi hidup di dalam kegelapan dosa.

Makna Adven

Baca: Yesaya 51:1-16

Setiap tahun di bulan Desember, menjelang peringatan hari Natal, gereja biasanya merayakan minggu-minggu Advent. Maknanya menantikan kedatangan Yesus Kristus, Juruselamat yang akan menebus dosa manusia. Kedatangan Yesus kita rayakan dengan Natal. Bagaimana merayakan minggu-minggu Advent? Orang hanya dapat memahami dan menghayati makna Advent, jika ia menyadari dosa-dosanya dan kengerian hukuman Allah yang akan menimpa dia karena dosa-dosanya itu. Ia juga harus sadar bahwa ia tidak bisa mengusahakan keselamatannya sendiri.

Pengharapan itu Telah Datang

Baca: Yesaya 8:23-9:6

Sebagian besar umat kristiani merayakan hari ini sebagai hari Natal. Apa yang kita ingat sewaktu merayakan Natal? Kelahiran Yesus sebagai bayi? Atau Sang Mesias yang membawa pengharapan?

Yesaya 8:23-9:6 berkonteks kehidupan Yehuda yang dilanda ketakutan terhadap ancaman Aram dan Israel. Ahas mengambil keputusan yang salah, meminta pertolongan kepada Asyur dan bukan kepada Tuhan. Yehuda adalah bangsa yang berjalan dalam kegelapan karena dipimpin oleh raja yang tidak takut Tuhan.

Terima atau Tolak?

Baca: Yohanes 1:10-18

Respons orang dalam menyambut kedatangan Yesus terbagi menjadi dua: ada orang yang menolak, ada juga orang yang menerima Dia.

Meskipun Kristus adalah Pencipta dunia beserta segala isinya, tetapi manusia ciptaan-Nya itu tidak mengenal Dia (ayat 10). Bahkan umat yang dipilih untuk mempersiapkan kedatangan Mesias pun menolak (ayat 11), walaupun firman Tuhan di dalam Perjanjian Lama telah memberi tahu mereka mengenai kedatangan-Nya. Padahal kedatangan Kristus membuat manusia dapat mengenal Allah secara utuh, karena Allah jadi terlihat dan nyata di dalam Kristus (ayat 18). Kristus adalah penyataan sempurna dari Allah dalam rupa manusia (ayat 14). Di dalam Kristus, Allah menjadi manusia yang tinggal di dunia.

Makna Natal

Baca: Yohanes 1:14-18

Bagi sebagian orang, makna Hari Natal adalah hari libur menjelang akhir tahun. Bagi beberapa orang lain, ini berarti kesempatan bersenang-senang, bahkan berpesta-pora. Bagi yang lain lagi, inilah kesempatan untuk mengeruk keuntungan bisnis sebesar-besarnya dengan menempelkan label Natal pada apa saja yang mereka perdagangkan. Bagi orang lain, Natal adalah kesempatan untuk temu-kangen dengan keluarga dan kerabat, entah itu di sekitaran rumah ataupun di gereja. Jika benar itu yang terjadi di sekitar kita, sungguh menyedihkan, karena itu berarti kedatangan Yesus justru tak terasa dampaknya bagi kita.

Silsilah Yesus

Baca: Matius 1:1-17

Injil Matius dimulai dengan silsilah Yesus Kristus. Apa yang ingin Matius ungkapkan sebenarnya? Di dalam Septuaginta (Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani) istilah 'silsilah' hanya ditemukan dalam Kej. 1 dan 5. Ini menandakan bahwa penggunaan istilah 'silsilah' dimaksudkan Matius untuk mengungkapkan asal usul Yesus. Berarti sejak ayat pertama, Injil Matius telah membawa kita ke dalam pertanyaan yang sangat penting bagi setiap manusia yaitu: Siapakah Yesus? Apa peran-Nya dalam rencana Allah dan dalam kehidupan kita?

Merespons Kabar Baik

Baca: Lukas 2:8-20

Yesus pernah berujar, "Orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih" (Luk. 7:47). Respons seseorang tergantung dari seberapa besar ia (merasa) telah menerima. Mari belajar dari para gembala bagaimana mereka merespons pernyataan kabar baik dari Allah.

Siapakah para gembala ini? Pada masa itu mereka termasuk orang-orang yang tersisihkan dan tidak dihormati oleh orang Yahudi, khususnya oleh para rabi Yahudi karena dianggap bodoh, tidak terdidik, suka mencuri anak domba, tidak jujur, dan melakukan pekerjaan yang najis. Maka mereka tidak boleh menghadiri ibadah di bait Allah dan bersaksi dalam pengadilan. Tidak heran mereka sering berpindah-pindah dan memilih tinggal bermalam di padang belantara bersama ternak mereka. Namun demikian, Allah berkenan menyatakan anugerah dengan menyampaikan berita Natal, pertama-tama kepada mereka.

Menjadi Pemberita Karena Natal

Baca: Lukas 2:8-20

Natal perdana Allah yang low-budget dan tidak glamor ini pun terus berlanjut. Kembali Allah melakukan sesuatu yang mengejutkan dan ironis. Berita tentang telah dipenuhinya janji akbar PL akan kedatangan sang Mesias, yang sebenarnya adalah sukacita nasional Israel (ayat 10-11), disampaikan kepada para gembala. Bahkan, kemuliaan Allah pun meliputi mereka pada saat itu (ayat 9)! Bagi

Tiga Alasan untuk Meremehkan Natal

Baca: Lukas 2:1-7

Pertama, Tempat Kejadian Perkara (TKP) Natal adalah daerah pinggiran. Jauh dari tempat Kaisar Agustus memerintah; jauh dari tempat kediaman sang wali negeri di Siria, bahkan bukan juga Ibukota Yudea, Yerusalem. Jauh dari pentas utama sejarah dunia, regional, maupun nasional. Hanya kota kecil yang bernama Betlehem—kebetulan kampung halaman raja Daud (ayat 4). Kedua, para tokoh utamanya punya latar belakang yang (demi sopan santun) "mencurigakan". Yusuf dan Maria baru bertunangan, tetapi Maria sudah mengandung (ayat 5). Lagipula, orang yang cukup terhormat rasanya masih akan mendapatkan tempat menginap yang cukup layak, apapun situasinya (ayat 7b).

Pergumulan Akhir Tahun

Baca: Matius 4:12-25

Dengan kemenangan-Nya atas pencobaan, Yesus memasuki pelayanan-Nya dengan 3 tindakan awal yang sangat indah. Pertama, Yesus kembali ke Galilea untuk memulai pelayanan-Nya bukan menghindari bahaya sebab penangkapan Yohanes menandakan bahwa pelayanan Yohanes sudah selesai. Kembalinya Yesus ke Galilea adalah keputusan yang tepat.

Wilayah Galilea tidak luas namun penduduknya padat. Jumlah penduduk di desa yang terkecil saja mencapai 15.000 jiwa. Selain itu jalan-jalan sudah dibangun dengan baik. Penduduk Galilea juga terbuka kepada ide-ide baru. Ini memungkinkan bagi ajaran baru untuk didengar dan disambut. Strategi pelayanan Yesus ini sangat tepat dan sesuai kehendak-Nya (14-15).

Kemuliaan Allah Bagi Damai Sejahtera Manusia

Baca: Lukas 2:1-14

Peristiwa Natal akan tenggelam dalam keheningan malam kota kecil Betlehem, seandainya malaikat Tuhan tidak datang untuk mengumandangkan berita sukacita, “Kristus Tuhan sudah lahir di kota Daud.”

Nyanyian malaikat merupakan tanda bahwa kemuliaan Allah menaungi isi dunia, direpresentasikan oleh para gembala di padang rumput. Memang dunia ini ibarat padang rumput dengan para gembala serta domba-domba mereka di malam hari. Tenang, hening dan hanyut, dan hampir tidak ada kehidupan! Ketika terang ilahi bersinar melingkupi semuanya, tidak hanya para gembala yang tersentak dari lamunannya, dunia pun menggeliat terbangun oleh berita sukacita yang datang dari tempat yang mahatinggi.

Bertobat Berarti Bertindak!

Baca: Lukas 3:1-20

Secara umum, nas yang baru kita baca ini menunjukkan bagaimana berbagai tokoh berespons terhadap firman, peringatan dan kebenaran firman Allah. Respons tindakan yang tepat pertama kali tampak pada tindakan Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis bangkit dan memberitakan murka Allah (ayat 7, 9) dan menyerukan pertobatan (ayat 3). Lukas menunjukkan bahwa Yohanes Pembaptis merupakan penggenapan dari nubuat nabi Yesaya (ayat 4-6). Tetapi tidak hanya itu, tindakan ini merupakan respons langsung Yohanes dalam ketaatan akan firman Allah kepadanya (ayat 2).

Seperti Yesus, Bukan Herodes

Baca: Matius 2:1-12

Di antara Maria dan Yusuf serta orang-orang Majus yang bersukacita menyambut kelahiran Yesus, ada satu orang yang malah marah. Dialah Raja Herodes.

Herodes menjadi gubernur Galilea pada usia yang cukup muda. Dengan menempatkan dia di Galilea, pemerintah Roma berharap dia bisa mengendalikan orang Yahudi yang hidup di situ. Ini menyebabkan ia disebut raja orang Yahudi. Herodes adalah orang yang gila kuasa. Ia akan mempertahankan kekuasaannya dengan cara apapun, bahkan membunuh! Ia bertakhta lebih dari empat puluh tahun, sampai mendengar kabar tentang seorang raja lain yang baru lahir (ayat 1-3).

Mengapa Bersukacita dan Memuji?

Baca: Lukas 1:57-80

Bagi sanak keluarga Zakharia dan Elisabet, jelas karena kelahiran anak bagi pasangan tersebut yang menunjukkan rahmat Tuhan yang besar kepada mereka (ayat 57-58). Namun, alasan mereka tidak hanya itu. Zakharia dan Elisabet punya alasan yang lebih besar lagi. Alasan dari sukacita dan pujian itu lah yang telah menyebabkan mereka melakukan dan mengalami hal-hal yang membuat para sanak keluarganya heran (ayat 62), dan banyak orang geger (ayat 65). Alasan itu tampak jelas melalui himne yang dinyatakan oleh Zakharia.

Membuka Hati

Baca: Matius 1:18-25

Inilah Natal, yaitu karya Allah di tengah-tengah hidup manusia, bagi dunia. Termasuk juga Yusuf dan Maria, kedua orang biasa yang dipakai Tuhan. Siapa sangka natal yang tiba adalah natal yang penuh pergumulan bagi kedua orang itu. Kedua orang yang sedang bertunangan, tetapi mendapat kesempatan unik dari Tuhan.

Kehadiran seorang anak tentu sangat diharapkan oleh pasangan yang telah menikah. Maka bagi Yusuf, kehamilan Maria menjadi sebuah pergumulan berat. Ketika Yusuf mengetahui bahwa Maria -tunangannya- mengandung, ia sangat terkejut dan tidak habis pikir. Bagaimana mungkin orang yang dia kasihi telah berbuat aib? Namun karena kebaikan hati dan ketulusannya, Yusuf tidak mau mencemarkan nama istrinya (19).

Langkah Iman

Baca: Matius 1:18-25

Dalam sebuah kesempatan, Paus Yohanes Paulus II berkata "The truth is not always the same as the majority decision" (kebenaran tidak selalu sama dengan suara mayoritas). Tindakan memilih berbeda dari opini masyarakat inilah yang diambil oleh Yusuf dalam menyikapi kehamilan Maria, tunangannya.

Lahir dari Anak Dara Maria

Baca: Lukas 1:26-38

"Lahir dari anak dara Maria" adalah pengakuan iman tentang Yesus Kristus yang diucapkan dengan khidmat dalam ibadah umat Kristen. Pengakuan iman itu dilandaskan pada fakta yang dituliskan oleh Lukas dalam bacaan hari ini.

Maria adalah penduduk Nazaret (26), kota yang tidak terkenal. Namun demikian Allah memperhatikan Maria. Ia adalah seorang gadis yang sedang bertunangan dengan Yusuf (27). Dalam budaya Yahudi pertunangan merupakan tahap pertama perkawinan. Dalam tahap ini mas kawin dibayarkan kepada mempelai perempuan. Meski sudah sah sebagai suami istri, mempelai perempuan masih tinggal di rumah orang tuanya. Pertunangan hanya dapat dibatalkan melalui proses perceraian. Tahap kedua biasanya berlangsung satu tahun kemudian ketika mempelai laki-laki menjemput mempelai perempuan dari rumah orang tuanya.

Allah Turut Bekerja

Baca: Lukas 2:1-7

Bagaimana saudara menghadapi Natal tahun ini? Penuh masalah dan ketidaklancaran? Mungkin saudara bertanya mengapa Tuhan mengizinkan semua itu terjadi. Mari belajar dari peristiwa Natal pertama bagaimana Tuhan berkarya di dalamnya.

Allah berkarya memakai dekrit Kaisar Agustus dalam menetapkan sensus di seluruh daerah kekuasaannya, untuk tujuan militer maupun pajak. Dengan jalan demikian, nubuat dan janji-Nya dalam Perjanjian Lama, bahwa Anak-Nya akan lahir di kota Betlehem, (Mi. 5:1) digenapi. Maria dan Yusuf mungkin tidak menyadari hal tersebut saat menaati pemerintah dengan pulang ke kampung halaman untuk mengikuti sensus. Padahal perjalanan dari Nazaret di Galilea ke kota Betlehem (kira-kira 120 km) merupakan perjalanan yang jauh dan melelahkan mengingat saat itu Maria sedang hamil tua.

Allah yang Berpihak!

Baca: Lukas 1:39-56

Dalam kehidupan dan percakapan sehari-hari, kadang kita bisa rancu dalam mengartikan kata "adil". Adil sering diartikan sama dengan ketidakberpihakan yang samar. Padahal, dalam sepakbola misalnya, wasit yang adil adalah wasit yang berpihak kepada dan membela siapapun yang mengikuti peraturan, dan berpihak melawan siapapun yang melanggar. Contoh lainnya dapat kita lihat dari inkarnasi Yesus Kristus. Arti inkarnasi Kristus, seperti yang terulang-ulang di dalam seantero Kitab Suci, adalah merupakan keberpihakan Allah kepada manusia, sesuai dengan janji, perintah dan rencana-Nya yang adil dan pengasih. Lalu kepada siapa Allah berpihak?

Belajar dari Orang Majus


Baca: Matius 2:1-12

Kelahiran Mesias tampaknya bukan hanya dinantikan oleh bangsa Israel saja. Orang-orang majus pun tampaknya mengetahui nubuat para nabi mengenai kedatangan Mesias, dan karena itu mereka menantikan bila saatnya tiba. Pada waktu yang tepat dan dengan cara tersendiri, Tuhan memimpin para majus menemukan Mesias.

Berita Natal

Baca: Yohanes 1:14-18. Rasul Yohanes telah menegaskan bahwa Yesus adalah Allah. Dalam ayat 14, ia menegaskan bahwa Yesus adalah manusia. Peristiwa Natal merupakan suatu rahasia besar tentang mengapa dan bagaimana Allah di dalam Kristus menjadi manusia sejati. Tidak dapat dikatakan bahwa Yesus hanya kelihatannya saja sebagai manusia. Juga, tidak dapat dinyatakan bahwa Yesus merupakan campuran Allah dan manusia. Yesus adalah sungguh- sungguh manusia 100%. Yesus, seperti ditegaskan 1:1, 18, juga adalah Allah sejati. Peristiwa Natal membuktikan bahwa Allah dan manusia dapat bersekutu. Peristiwa Natal menyatakan bahwa Allah ingin berdamai dengan manusia. Berita perdamaian ini harus disampaikan kepada semua umat manusia. Allah mengutus utusan-utusan-Nya, yakni Yohanes dan Anak-Nya yang tunggal.

Yesus, Hadirlah Saat Aku Menanti Kedatangan-Mu

"Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu." (Yudas 1:20-21)

Hana, wanita tua yang telah begitu lama menjanda sampai usianya mencapai 80 tahun, memiliki banyak masalah yang patut dikeluhkan. Ia berhak mengasihani dirinya sendiri. Namun, ia justru menantikan kedatangan Sang Mesias. Itulah sebabnya, ia dapat mengenali Sang Mesias, meski Dia datang dalam rupa seorang bayi miskin.

Penggenapan Kasih Allah di Hari Natal

Ditulis oleh: Amidya

"Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud." (Lukas 2:11)

Kristus telah lahir di kota Daud, yakni kota Betlehem. Betlehem adalah kota Daud, anak Isai, raja Israel yang termasyhur. Jauh sebelum Yesus lahir, nabi-nabi Perjanjian Lama telah menubuatkan kedatangan Mesias yang akan membebaskan Israel, salah satunya adalah nabi Yesaya yang menubuatkan bahwa, "seorang Anak akan lahir dari keturunan Daud, sebagai tunas yang akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah." (Yesaya 11:1)

Sukacita dalam Realitas Natal

Ditulis oleh: N. Risanti

Bertumbuh dalam keluarga Kristen yang sudah mengenal Kristus semenjak lama, membuat keluarga besar kami memiliki tradisi Natal yang kental di bulan Desember. Dimulai dengan memasang dan menghias pohon Natal besar di rumah Nenek saya, membuat kue-kue khas Natal, membeli dan membungkus hadiah Natal, menjalani latihan drama atau paduan suara untuk acara Natal di gereja, sampai merayakan malam Natal bersama keluarga besar di rumah Nenek yang penuh dengan nuansa keakraban dan kegembiraan. Semua tradisi dan kesibukan itu sungguh membawa kesan dan memori yang menyenangkan bagi saya sebagai anak-anak, yang bahkan masih terbawa hingga saat ini. Desember dan Natal kemudian bermakna sebagai masa-masa yang penuh dengan kesenangan dan kegembiraan berdasarkan kenangan indah saya semasa kanak-kanak.

Pimpinan Tuhan yang Tidak Biasa

Hampir 2.000 tahun yang lalu, Yusuf dan Maria pergi ke Betlehem. Sekitar 2.040 tahun sebelumnya, Yakub dan Rahel, pasangan lain yang hamil, melakukan perjalanan ke selatan di sepanjang jalan yang sama. Rahel melahirkan Benyamin, tetapi meninggal tak lama setelah melahirkan, dan Yakub menguburkannya di dekat Betlehem (Kejadian 35:19). Kematian Rahel meramalkan kehancuran bahwa wilayah Benyamin akan mengalami penderitaan dalam masa Yeremia: "Rahel menangisi anak-anaknya karena mereka tidak ada lagi ...." (Yeremia 31:15) Namun, nubuat itu mendapatkan penggenapan terakhirnya pada zaman Yesus, saat Herodes Agung membantai semua bayi laki-laki di Betlehem (Matius 2: 17-18). Jadi, dengan pimpinan Tuhan, Yusuf melarikan diri ke Mesir bersama Maria dan Yesus, untuk hidup sampai Herodes mati.

Pesan Natal Sesungguhnya

Ditulis oleh: Adiana

Bacaan: Yesaya 11:1-10

Menjelang perayaan Natal, saling bertukar dan mengirimkan kartu Natal mungkin masih menjadi tradisi yang marak beberapa tahun silam. Toko-toko yang menjual kartu Natal mendadak menjadi ramai karena antusiasme orang-orang yang ingin memeriahkan Natal dengan kartu-kartu Natal yang cantik. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, beberapa tahun terakhir, tampaknya banyak orang lebih senang mengirimkan ucapan Natal melalui pesan pribadi (SMS), atau media-media sosial, seperti Facebook, Whatsup, dsb., dengan gambar-gambar digital yang tidak kalah menarik dengan kartu Natal.

Seandainya Yusuf Menceraikan Maria

"Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam" (Matius 1:19)

Beberapa tahun yang lalu, sekelompok sejarawan mengarang buku berjudul If-Or History Rewritten (Jika Sejarah Ditulis Ulang atau Jika Tidak). Beberapa "jika" yang dikemukakan para ahli tersebut adalah: Bagaimana jika Robert E. Lee tidak kalah dalam perang Gettysburg? Bagaimana jika Belanda mempertahankan New Amsterdam? Bagaimana jika Booth tidak berhasil membunuh Abraham Lincoln? Bagaimana jika Napoleon berhasil melarikan diri ke Amerika?

Mari kita coba terapkan hal yang sama pada suatu peristiwa penting dalam sejarah -- kelahiran Yesus Kristus. Bagaimana jika Yusuf menceraikan Maria secara diam-diam? Apa akibatnya terhadap dirinya sendiri, Maria, dan Yesus?

Kristus dan Natal

Jajak pendapat terbaru menyatakan bahwa hanya sepertiga dari orang Amerika yang menganggap bahwa kelahiran Kristus adalah aspek yang paling penting dalam perayaan Natal. Sekitar 44%-33% lebih banyak orang yang mengatakan bahwa kesempatan untuk "memiliki waktu bersama keluarga" menjadi alasan utama mengapa mereka menganggap Natal sebagai sesuatu yang penting bagi mereka. Bahkan ketika memperhatikan hanya para responden yang menyebut diri mereka orang Kristen (88% orang Amerika), kelahiran Kristus mendapat suara paling banyak hanya 37%.

Anugerah dan Pengampunan

Seorang rekan kerja yang masih muda bertanya kepada saya, "Apa perbedaan antara anugerah (grace) dan pengampunan (mercy)?". Sebuah jawaban tidak segera muncul di benak saya, sehingga saya terpaksa menjawab dengan berkelakar sambil berkata, "Grace bekerja pada shift pertama dan Mercy pada shift kedua." Tawa dan cekikikan yang datang dari mereka yang mendengarnya karena ada dua wanita dengan nama tersebut yang bekerja bersama kami.

Sang Mesias Lahir

  1. Bacaan Alkitab: Mikha 5:1-4, Titus 2:11-15, dan Lukas 2:1-20

  2. Pendahuluan
  3. Biasanya kalau seorang anak lahir di dalam satu keluarga maka pasti ada suasana yang gembira di dalam keluarga itu. Dan berita gembira itu pasti akan merambat kepada seluruh sanak saudara, bahkan juga teman-teman dekat. Tetapi lain halnya ketika Yesus lahir. Allah memberitahukan para gembala di padang Efrata -- yang bukan sanak keluarga juga bukan handai taulan dari Yusuf dan Maria -- untuk bersukacita bersama mereka (Lukas 2:8-14). Untuk mempersiapkan kedatangan Sang Mesias, Allah memakai banyak orang maupun malaikat.

Berita Keselamatan

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Natal Nov/Des 2011 - Yusak

Matius 2:1; "Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem"

Matius 2:2; "Dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."

Matius 2:3; "Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem."

Lukas 2:8; "Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam."

Komersialisasi Natal

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Natal Nov/Des 2011 - Linda

Natal telah tiba! Damai di bumi, damai di hati. Yang terakhir merupakan ucapan berisi harapan agar damai benar-benar hadir di bumi dan di hati umat manusia. Itulah sejatinya yang terjadi, tetapi industri dan konsumsi telah mengubah segalanya.

Sukacita Natal

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Natal Nov/Des 2011 - Lanita

Luk 2:8-20
Luk 2:20; Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Tidak seperti kebiasaan para gembala pada waktu itu, mereka memuji dan memuliakan Tuhan dengan penuh suka cita, mengapa? Apa yang telah terjadi? Apa yang telah mereka dapatkan?

Makna Natal

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Natal Nov/Des 2011 - Endro

Bulan Desember identik dengan perayaan Natal. Mal-mal berbenah mengeluarkan hiasan Natal, lampu Natal, pohon Natal, dan pernak-pernik yang berhubungan dengan Natal.

Natal adalah kelahiran Tuhan yang akan membayar lunas semua dosa-dosa manusia.

Tahun 2011 ini, bagi kami pribadi, Natal jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Begitu banyak persoalan/pergumulan selama tahun 2011 yang harus kami lalui.

Kuasa Natal

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Natal Nov/Des 2011 - Colombus

Saya adalah orang yang sangat beruntung, selamat dari kematian dan memperoleh hidup yang kekal didalam Yesus Kristus. Keselamatan ini bukanlah karena usahaku, namun nyawaku yang telah ditebus dengan kematian Kristus di atas kayu salib.

Kristus Penyempurna Kita

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Natal Nov/Des 2011 - Carista

Di dalam dunia ini tentu tidak ada manusia yang sempurna. Semua manusia telah berdosa seperti ayat yang terdapat dalam Roma 3:23; "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." Manusia dapat jatuh ke dalam dosa, pernah melakukan kesalahan- kesalahan, pekerjaan kita tidak dapat dilakukan dengan sempurna.

Jangan Takut!

Pesan yang sama, disampaikan oleh Malaikat Tuhan kepada Zakharia,Yusuf dan Maria, menjelang saat-saat kedatangan Yesus. Dalam Injil Matius 1:20, Malaikat Tuhan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus." Sedang dalam Injil Lukas 1:13, Malaikat Tuhan juga berkata: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Juga kepada perawan Maria malaikat Tuhan mengatakan hal yang sama: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. (Lukas 1:30)

Jangan takut

Nampaknya kalimat ini memang perlu disampaikan oleh malaikat Tuhan kepada Yusuf, Maria ataupun Zakharia. Apakah yang ditakutkan oleh ke tiga orang itu? Dalam Yusuf kita melihat ketakutannya yang berdasarkan kepada 'tragedi' yang melanda Maria, dimana ternyata telah hamil sebelum menikah resmi. Pada jaman itu, jika seorang wanita tidak dapat menjaga kesuciannya, matilah hukumnya. Dimana bisa saja dia dirajam oleh orang banyak. Bagi Yusuf sendiri, kehamilan Maria juga mengancam kredibilitasnya di dalam bermasyarakat, dikarenakan pada waktu itu status Maria adalah tunangannya. Otomatis, masyarakat akan menuduh dia atau bahkan menghukumnya sebagai orang yang bertanggung jawab atas kehamilan Maria. Perasaan yang bisa digambarkan mengenai ketakutan Yusuf adalah sangat berat. Ketakutan itu mungkin juga bercampur dengan rasa marah, kecewa, sakit hati, kepada Maria. Sehingga di ayat 19 dikatakan Yusuf bermaksud menceraikan Maria dengan diam-diam.

Daftar Tugas Natal

Terlalu sering dalam kisah Natal, kita berfokus pada tokoh-tokoh
utama: Maria, Yusuf, dan, tentu saja, Yesus. Namun dalam perikop
singkat di Lukas 2:8-20, kita dapat belajar dari para gembala mengenai
empat hal yang seharusnya menempati urutan teratas dalam daftar tugas
Natal kali ini.

1. Percaya

Para malaikat memberitahukan kelahiran Sang Mesias dengan cara yang
menakjubkan. Segera setelah para malaikat menghilang, para gembala
saling menatap dan berkata: "Apa yang kita tunggu? Mari segera
berangkat ke Bethlehem dan melihat apa yang telah terjadi."

Natal dan Keluarga

Keluarga didesain Tuhan agar manusia dapat hidup dan dibesarkan dalam kasih. Puncak kasih adalah penyatuan, bukan hanya keintiman. Di dalam keluarga, kasih antara dua individu mengecap titik tertingginya. Di dalam keluarga, anak bertumbuh dalam kasih dan belajar mengasihi. Secara alamiah kita mengasihi anak, sebab anak adalah darah dan daging -- perpanjangan diri -- kita.

Mitos Natal

Oleh: Mark Fogarty

Ada banyak mitos yang kita punyai tentang kisah Natal yang sesungguhnya. Beberapa yang kita percaya adalah benar-benar kisah Natal sebenarnya hanyalah asumsi atau kisah kreatif berdasarkan cerita Natal lama atau drama Natal terkenal.

Satu hal yang tidak saya cantumkan di video ini adalah bagaimana orang Kristen memandang kisah Natal dan percaya bahwa kisah tersebut terjadi di sebuah malam yang tenang dan teduh.

I don't think so!

Coba pikirkan... mereka mungkin tidak tinggal di kandang yang bersih dan nyaman, tetapi di sebuah gua di luar kota yang biasa dipakai oleh para gembala.

Saya sudah pernah bekerja bertahun-tahun di peternakan di luar kota Lunenburg, dan saya dapat memberitahu Anda bahwa di tempat kandang binatang ada bau tidak sedap, kotoran, lalat, laba-laba, debu, dan... kotoran binatang.

Kepasrahan

Ditulis oleh: Philip Situmorang

Ayat: Yesaya 7:13-14, Lukas 1:26-38

Kata "pasrah" menurut *Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti: pas·rah v menyerah(kan) sepenuhnya: marilah kita -- kpd takdir dng hati yg tabah; ia -- kpd apa yg akan diputuskan oleh pengadilan; ber·pas·rah v berserah (diri): ~ diri kpd Tuhan sambil berdoa agar terhindar dr malapetaka; me·mas·rah·kan v menyerahkan: pengungsi itu ~ nasibnya kpd negara yg menampung mereka; ke·pas·rah·an n perihal pasrah.

Kata pasrah ini mengarahkan pada pengertian "ketiadaan perlawanan". Kalau dicontohkan pada kalimat: Kami pasrahkan segalanya kepada Tuhan. Pasrah di sini penyerahan keputusan, ada unsur kerelaan, penerimaan, ikhlas. Dalam bahasa manusia, kalau dikatakan:"saya pasrahkan segalanya kepada Anda," berarti menyerahkan segala sesuatunya pada orang yang dipercayai.

Berkat Hari Ini

Tahukah Saudara kapan sebaiknya kita merayakan kelahiran Yesus Kristus? Apakah pada bulan November? Apakah tanggal 25 Desember? Atau pada bulan Januari? Sering kali kita dibuat bingung akan kapan tepatnya kita merayakan kelahiran Yesus Kristus (Natal).

Christmas Gift

Ditulis oleh: Lanita Cicilia

Ayat: Lukas 1:26-38 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau".

Wow,...kata-kata yang sangat membahagiakan sekali, mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa dari malaikat," engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai". Maria mendapatkan Kasih karunia dihadapan Allah, sungguh Maria tidak mengerti arti dari salam malaikat itu dan bertanya-tanya dalam hatinya, apa arti salam dari malaikat itu.

Yesus atau Sinterklas?

Ditulis oleh: Roditus Mangunsaputro

Ayat: Matius 2:1-2 Tepat menjelang Natal empat tahun yang lalu, saya, istri dan keempat anak sempat menikmati liburan yang menyenangkan ke satu kota di Negara tetangga.dibeberapa tempat yang kami kunjungi lagu-lagu natal bergema disetiap sudut, lampu-lampu natal menyala berkilauan meriah dimana- mana bagai ribuan kunang-kunang menerangi malam yang indah, bahkan dibeberapa pusat perbelanjaan yang sempat kami kunjungi, pohon-pohon natal raksasa bertengger dengan kokoh dan indah.

Rayakanlah!

Ditulis oleh: Indriatmo

Ayat: Lukas 2:8-20. Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga memuji Allah, katanya: Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya (Lukas 2:13,14)

Jika hari ulang tahun tiba, maka pagi-pagi sekali telpon sudah ramai berdering datang dari orang tua, saudara, para keponakan, keluarga dan teman-teman - mereka dengan penuh semangat mengucapkan selamat ulang tahun. Sedangkan istri dan anak-anak memberikan ciuman selamat ulang tahun dan memberikan kado yang mungil yang menarik. Pada saat itu saya merasakan sukacita, karena mendapat perhatian dari semua keluarga dan teman. Saya sangat bersyukur karena mereka semuanya mengasihi saya.

Mengapa Yesus Datang?

Setiap hari Natal, semua orang di dunia kembali diperhadapkan dengan satu pertanyaan: Mengapa Yesus datang? Pertanyaan tersebut ditampilkan oleh lagu-lagu Natal yang kita dengar lewat radio atau dekorasi adegan palungan yang terlihat di etalase toko. Bahkan setelah berita-berita perang, di radio kita mendengar lagu "Hai Dunia, Gembiralah". Kita melihat orang-orang yang berbelanja melintasi dekorasi adegan palungan membawa hadiah-hadiah yang mahal, tampaknya mereka tidak peduli dengan berjuta-juta penduduk dunia yang kelaparan. Kita didorong untuk bertanya dalam hati. Apa maksud kelahiran ini? Mengapa Yesus datang ke dunia?

Yesus berkali-kali berbicara tentang tujuan kedatangan-Nya. Mari kita perhatikan 5 penjelasan berikut dengan teliti dan mencoba memandang Yesus sebagai jawaban bagi pertanyaan kita.

Hadiah Sempurna

"Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani... jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati... siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita." (Roma 12:7-8)

Gratis!

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16)

Yesus Kecil yang Manis

Nats: Dia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya (Yohanes 1:11)

Bacaan: Yohanes 1: 1-14

Pada musim Natal tahun 1932, Robert McGimsey menghadiri kebaktian tengah malam di New York dan pulang ke apartemennya pada dini hari. Ketika tiba di blok terakhir, ia melewati pintu yang terbuka dari sebuah klub di mana sekumpulan orang berseru, bersumpah, dan menyanyi. Yang lain sedang mabuk sehingga berjalan melewati batas jalan.

Pages