Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Natal

Loading

Renungan Natal

Mempersiapkan Natal

Penulis : Herlianto

"Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di atas palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan." (Lukas 2:6-7). ...selanjutnya»

Roda Kehidupan

Tugas Renungan Natal (Naomi HS)

Ayat: Lukas 2:11. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Ada satu prinsip duniawi yang mengatakan bahwa "kehidupan adalah seperti roda yang berputar". Kadang kita berada di bawah (susah) kadang di atas (senang) atau bahkan di tengah-tengah (biasa). Sepertinya memanglah demikian. Dalam iman kita juga sering mendengar, iman yang up & down. Terkadang kita seperti sangat berapi-api, hidup jadi penuh gairah, banyak hal yang harus dilakukan; tetapi kita juga pernah down; sehingga bertemu orangpun rasanya sudah tidak ingin lagi.

Merenungi Natal, yang berarti merenungi kelahiran Yesus, seperti berharap agar Tuhan memutar roda kehidupan kita untuk ke atas dan membangkitkan spirit kita up high. Benarkah demikian? ...selanjutnya»

Renungan Natal

Ditulis oleh: I Suharyo

Peristiwa kelahiran Yesus telah memberikan inspirasi yang amat kaya dalam berbagai bidang kreatif, seperti lukisan yang bermutu tinggi, lagu-lagu indah abadi, renungan-renungan yang menyentuh hati, dan buku-buku tebal yang mencoba mengurai misteri peristiwa ini. Ada juga cerita-cerita sederhana yang menantang refleksi. Berikut salah satu di antaranya.

Kata yang punya cerita, ketika Yesus lahir, malaikat mengadakan seleksi siapakah di antara binatang-binatang yang sebaiknya menemani Yesus yang terbaring di palungan. Yang pertama mengajukan diri adalah harimau. Ia berkata, öSayalah yang paling pantas menjaga Yesus. Siapa pun yang berani mendekat akan saya terkam dan saya cabik-cabik dengan kuku dan taring saya. Yesus akan aman.ö Malaikat menjawab, öYesus adalah Raja Damai. Kekerasan tidak sesuai dengan maksud kedatangan-Nya.ö ...selanjutnya»

Beban Berat di Saat Natal

Nats: Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, ... untuk membebaskan orang-orang yang tertindas (Lukas 4:18,19)

Bacaan: Lukas 4:14-21 ...selanjutnya»

Merayakan Natal di Rumah Sakit

Berulang kali Desi melihat ke jam dinding. Aaah, baru jam tiga petang. Tidak sabar rasanya menanti jam 17.30, saatnya ia dan Mama akan pergi ke kebaktian Natal di gereja. Menghadiri kebaktian natal sungguh menyenangkan: menyanyikan lagu "Malam Kudus", menyalakan lilin-lilin kecil dan mendengarkan khotbah. Sayang tahun ini papa Desi tidak bisa pulang untuk merayakan Natal. Papa Desi bekerja sebagai pelaut, jadi tidak bisa pulang untuk merayakan Natal setiap tahun. ...selanjutnya»

Pengharapan yang Terkabul (Lukas 2:25-32)

Harapan Simeon

Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. ...selanjutnya»

Terkejutkah Kita Menyambut Natal?

Tugas Renungan Natal (Roditus Mangunsaputro)

Ayat: Matius 2:1-3 Setiap kali memasuki bulan Desember, mayoritas gereja Tuhan di seluruh dunia dihantarkan pada suasana Natal dan masing-masing mempersiapkan diri membuat acara menyambut natal itu. Ada yang merayakannya pada minggu pertama bulan Desember, ada yang minggu kedua atau minggu ketiga bahkan ada yang merayakannya harus tepat tanggal 25 Desember. ...selanjutnya»

Yesus Kecil yang Manis

Nats: Dia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya (Yohanes 1:11)

Bacaan: Yohanes 1: 1-14

Pada musim Natal tahun 1932, Robert McGimsey menghadiri kebaktian tengah malam di New York dan pulang ke apartemennya pada dini hari. Ketika tiba di blok terakhir, ia melewati pintu yang terbuka dari sebuah klub di mana sekumpulan orang berseru, bersumpah, dan menyanyi. Yang lain sedang mabuk sehingga berjalan melewati batas jalan. ...selanjutnya»

Refleksi Natal

Penulis: Ev. Robin A. Simanjuntak

Saat ini Natal/kekristenan telah menjadi industri yang menguntungkan bagi banyak orang. Banyak orang Kristen yang merayakan Natal dan menyambut Natal bukanlah menyambut bayi Yesus, menunggu-nunggu kedatangan Yesus, mempersiapkan kelahiran Yesus, melainkan orang hanya menyambut hari Natalnya. Natal disambut dengan gegap gempita dan komersialisasi Natal dilakukan oleh banyak pengusaha (orang Kristen juga mungkin) dengan menjual banyak produk yang berkaitan dengan Natal ini. Ada yang menjual mainan, pernik-pernik Natal, lagu-lagu Natal, kartu Natal dll. Itulah industri Natal, itulah globalisasi Natal. Apakah yang kita persiapkan menjelang Natal tiba? Yah, kita cenderung mempersiapkan atribut-atribut Natal, simbol-simbol Natal, fenomena Natal agar kelihatan fenomenal. Padahal, ada banyak orang Kristen merayakan Natal tidak lagi menyanyikan lagu-lagu Natal. Ada persekutuan atau gereja yang hanya menyanyikan lagu Malam Kudus sebagai lagu Natal, namun sisanya lagu-lagu umum biasa. Ada gereja/persekutuan yang tidak lagi memberitakan Kristus dalam kotbah Natal. Itukah Natal? ...selanjutnya»

Membawa Kabar Baik Bagi Dunia

Tugas Renungan Natal (Rusiana)

Berita-berita headlines di TV dan dimedia cetak akhir akhir ini, banyak memberitakan bahwa dunia sedang mengalami resesi ekonomi yg parah; terburuk setelah hampir 100 tahun yg lalu ,setelah terjadi "black Tuesday" (29 Oktober 1929). Semula yang berawal dari negeri Amerika dan sekarang imbasnya bisa sampai kemana-mana. ...selanjutnya»

Tinggalkan Komentar