Natal

Gadis Penjual Korek Api

Udara amat dingin pada waktu itu; salju turun, dan hampir cukup gelap, dan malam -- malam terakhir tahun ini. Dalam kedinginan dan kegelapan ini, seorang gadis kecil yang malang menyusuri jalan ini, tanpa kepala, dan dengan kaki telanjang. Ketika dia meninggalkan rumah, dia memakai sandal, itu benar; tetapi apa gunanya itu? Sandal itu sangat besar, yang dulu dipakai ibunya; begitu besar; dan gadis kecil yang malang itu kehilangan sandal tersebut saat dia menyeberang dengan cepat ke seberang jalan, karena dua kereta kuda yang lewat dengan sangat cepat.

Terang Mengalahkan Kegelapan

Oleh: Dita

Nas: “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5)

Sering kali kita berasumsi bahwa terang dan gelap memiliki kekuatan yang sama. Jika ada terang maka ada gelap, dan jika ada gelap maka ada terang. Ternyata asumsi itu adalah salah. Jika kita pikirkan lagi, terang tidak berlawanan dengan gelap. Karena terang lebih kuat daripada gelap!

Siapakah Anak ini?

Kemiskinan, Bukan sebuah Istana, untuk Raja Terbesar

Sewaktu kecil, saya tidak terkesan dengan sebuah lagu Natal yang menanyakan sesuatu, yang jawabannya sudah diketahui oleh semua orang.

Siapakah Anak ini? Dia adalah Yesus, tentu saja. Kita semua tahu itu – bahkan anak-anak pun tahu akan hal itu.

Yang belum saya mengerti saat itu adalah bahwa sebuah pertanyaan bukan hanya diajukan untuk menyelesaikan masalah dan memberi informasi yang baru. Terkadang pertanyaan menyatakan suatu penegasan. Kita menyebutnya “pertanyaan retoris.” Ada kalanya bentuk sebuah pertanyaan mengungkapkan kekaguman tentang sesuatu yang kita tahu adalah benar, tetapi merasa bahwa itu begitu luar biasa. Itu terlalu sederhana untuk hanya dikatakan langsung seperti kita berkata-kata tentang hal lainnya.

Saat Natal Jauh dari Menyenangkan

Natal telah lama mewakili pertemuan keluarga yang menyenangkan dan berbagi tradisi liburan dari masa ke masa. Iklan televisi, papan reklame di jalan raya, dan bahkan acara hiburan tahunan menggambarkan kebahagiaan sebagai keluarga utuh yang merayakannya dalam kedamaian dan harmoni. Kesedihan memiliki sebuah cara untuk mengocok emosi selama masa ini. Natal, terutama, dapat membawa kesedihan ke permukaan yang tersmpan jauh di dalam hati kita setelah kehilangan yang berarti. Kita memohon kepada Tuhan untuk mempercepat kita dalam melewati hari-hari di bulan Desember. Terlepas dari iman yang dalam, banyak dari kita yang secara emosional terpaku pada bulan November dan Desember, menarik napas lega saat kalender menyambut Januari. Januari memberi kita izin untuk kembali pada kehidupan, lalai terhadap rasa sakit kita, dan kebutuhan mendesak kita akan Pribadi yang lahir untuk menebus hati kita yang memar dan babak belur.

Malaikat Natal

Saat itu tanggal 23 Desember 1993. Untuk seorang Ibu tunggal yang sedang bersekolah dan mendukung anak sendirian, Natal tampak suram. Aku melihat ke sekeliling rumah kecilku, kesadaran muncul seperti kesakitan yang berputar perlahan. Kami miskin.

Hari Paling Bahagia

Oleh: Jessica Kalvaria

Pendar lampu kecil-kecil tampak beradu jadi satu
Bertautan erat berlomba memancarkan cahaya
Pohon Natal yang sama dengan tahun-tahun lalu
Mengingatkan sang Juru Selamat telah tiba

Bersama sukacita yang lebih mendalam
Pada sebuah kisah gembira, aku tenggelam
Kepada Anak Manusia yang pernah mendiam
Ditunjukkan oleh bintang malam

Yesus, akhirnya Kau datang jua
Kabar lahir-Mu membawa bahagia di dunia
Katanya, kelahiran-Mu sangat sederhana
Tetapi membawa sukacita luar biasa

Sesudah Dua Dasawarsa

oleh Jean Amanda S. Loupatty

Kado Natalku ialah cinta kasih Allah

Karunia
Pengampunan
Pendamaian
Keselamatan

Akankah Natalku menjadi redup?

Natalku penuh sukacita
akan kelahiran Mesias

Akankah Natalku menjadi hampa?

Natalku bersekutu dengan Tuhan
menjadi ranting-ranting-Nya

Akankah hidupku tak berkelimpahan?

Natalku terus bertumbuh
berbuah dan memberkati

Dekat
Jauh
Bersama
Berpisah

Natal memang tak lagi sama
tanpamu

Kiranya Terjadi Seturut Kehendak-Mu

oleh Claudia Burney

Jangan takut,
tetapi jangan beritahu seorang pun.

Kamu kini adalah
seorang pembawa kekudusan.

Duduklah, renungkan
Misteri.

Tak ada bayangan
dalam Cahaya-Ku,
melayang
di atas wajah
air rahimmu.

Sarang.
Siapkan tempat
untuk-Ku.

Aku berada di lingkaran
meregangkan dagingmu.
letakkan tanganmu
pada-Ku.

Hangatkan ruang
antara kita.

Ada keajaiban
yang menuntut untuk diberitahu,
dan keajaiban
itu memohon kepadamu

Pages