Artikel Natal

Dunia, Bergabunglah dengan Program: Sukacita! Sukacita! Sukacita!

Artikel oleh: John Piper

Isaac Watts menulis sebuah buku tentang logika dan 750 himne, termasuk "Joy to the World." Itu adalah tipe pribadi yang saya suka! Logika yang jelas untuk melihat kebenaran, dan jiwa yang hidup untuk merasakannya dan menyanyikannya. Untuk menjadi seperti itulah kita diciptakan.

Watts menulis "Joy to the World" sebagai Bagian Dua dari sebuah renungan pada Mazmur 98. Judulnya adalah: " The Messiah’s Coming and Kingdom." Sebagian besar setuju bahwa dia menulis tentang kedatangan Kristus yang kedua, bukan Natal.

Namun, tidaklah sesederhana itu.

Masa Lalu, Sekarang, dan Masa Depan

Apa yang Orang Berduka Harapkan untuk Anda Ketahui di saat Natal

Ditulis oleh: Nancy Guthrie

“Selamat hari Thanksgiving!” “Selamat hari Natal!” Seiring dengan semakin dekatnya penghujung tahun, di mana saja kita akan bertemu dengan orang-orang yang akan berkata kepada kita jika kita harus ikut bersukacita.

Akan tetapi, bagi mereka yang baru saja kehilangan seseorang yang mereka cintai, hari-hari libur justru bisa menjadi seperti tantangan yang harus dilewati ketimbang untuk dinikmati. Berbagai tradisi dan acara yang bisa membawa sukacita dan makna untuk masa itu disela oleh ingatan-ingatan menyakitkan tentang orang yang kita cintai, yang tidak lagi ada mengalaminya bersama dengan kita. Banyak orang berharap menemukan tempat yang sepi untuk bersembunyi sampai bulan tanggal 2 Januari (saat kemeriahan Natal dan akhir tahun sudah usai - Red.).

Natal Ini, Carilah Kristus

Masa Natal telah tiba!

Natal adalah masa yang penuh sukacita - saat untuk memuji Allah dan merayakan kelahiran Yesus Kristus.

Apa yang lebih ajaib dibandingkan kedatangan Allah dalam daging - lahir dari Perawan Maria, dikandung oleh Roh Kudus - seorang Juru Selamat yang diutus untuk menebus dosa umat manusia?

Karena itu, Tuhan sendiri akan memberimu satu tanda ini: Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, nama-Nya akan disebut: Imanuel. (Yesaya 7:14, AYT)

Jika Anda tetap fokus pada makna dan pesan sejati Natal pada masa liburan ini, hati Anda akan dipenuhi dengan sukacita yang melimpah.

Hal itu disebabkan karena apa pun keadaan melelahkan yang mungkin Anda hadapi dalam hidup, lingkar harapan dan janji Natal selamanya benar:

Ini Bukanlah Tentang "Mempertahankan Kristus Pada Saat Natal"

Setiap Natal, saya mendengar banyak orang berkata, "Pertahankan Kristus pada saat Natal." Saya memahami ungkapan ini. Saya paham alasannya. Saya juga mengerti berbagai hal yang terus berubah di dunia ini dan kita harus terus berpegang teguh kepada-Nya. Akan tetapi, saya pikir kita masih kehilangan maksudnya. Ini bukan hanya tentang "Mempertahankan Kristus pada saat Natal"; ini lebih kepada bagaimana sosok Kristus hidup di dalam hati kita.

Sukacita Natal

Inilah waktu yang kita tunggu dalam setahun. Desember sudah tiba, dan bersamanya datanglah semua sukacita Natal.

Namun, apakah hanya itu saja? Terkadang, kita menjadi sibuk dengan hiruk pikuk masa Natal. Hadiah-hadiah di bawah pohon Natal, berbelanja, memasak, perayaan, mendekorasi/menghias, dan semua itu hadir bersama dengan bagian yang sekuler dari Natal. Bagi banyak orang, Natal dipenuhi oleh kesedihan, kesendirian dan kesulitan.

Memaknai Natal

Tim Keller

Catatan Editor: Khotbah adaptasi ini dikutip dari "Come, Thou Long-Expected Jesus: Experiencing the Peace & Promise of Christmas" (Datanglah, Engkau Yesus - Yang Telah Lama Diharapkan: Mengalami Damai dan Janji Natal - Red.) Diedit oleh Nancy Guthrie, Crossways.

Apa yang Allah berikan kepada kita pada saat Natal bukan hanya Anak-Nya. Ia memberikan kita sebuah kebenaran -- kebenaran yang mengubah kita ketika kita memahaminya. Apa yang Allah berikan saat Natal adalah kehidupan baru secara menyeluruh.

Dalam pasal pertama kitab Lukas, Elisabet berkata, "Berbahagialah dia yang percaya bahwa apa yang dikatakan Tuhan kepadanya akan digenapi" (AYT). Elisabet berbicara kepada Maria -- dan kepada kita -- Jika Anda memercayai apa yang malaikat katakan kepada Anda tentang bayi itu, jika Anda memahaminya, Anda akan diberkati."

Selamat Hari Natal (yang Sekuler, Konsumeristis)

Apakah Terlambat untuk Menebus 25 Desember?

Saya tidak bisa memutuskan apakah saya menanti-nantikan Natal atau ketakutan dengan Natal. Pesta, kegembiraan, dekorasi, musik, dan berkumpul dengan keluarga adalah menyenangkan, tetapi apakah itu adalah arti Natal yang sesungguhnya?

Saya bertanya kepada putra-putra saya, “Hei, anak-anak, apa arti Natal yang sesungguhnya?” Mereka bisa memberikan jawaban Sekolah Minggu kepada saya. Akan tetapi, bagi mereka dan saya dan sebagian besar kita, kita tidak berbuat lebih daripada membungkuk kepada bayi di dalam palungan. Mungkin kita menjauh selama beberapa waktu dari keributan untuk beribadah, tetapi kemudian kita kembali pada kegilaan masa perayaan itu.

Kelahiran Yesus dalam Perjanjian Baru: Satu Peristiwa – Empat Cerita

Sebagian besar orang, ketika mereka memikirkan tentang kisah Natal, membayangkan salah satu cerita di Alkitab yang berisikan tentang keluarga kudus, waktu tengah malam, kandang, binatang-binatang ternak, gembala, malaikat, orang Majus dan kota kecil yang sunyi yaitu Betlehem. Mungkin akan menjadi kejutan yang besar mengetahui bahwa banyak dari elemen yang sering dihargai oleh orang-orang sebagai bagian dari kisah kelahiran ternyata berasal dari nyanyian gembira Natal dan bahwa sumber asli dari peristiwa ini, Kitab-kitab Injil di Perjanjian Baru, mengangkat kisah kelahiran Yesus dalam empat cara yang sangat berbeda tetapi tidak bertentangan.

Masing-masing Kitab Injil mendekati kisah ini dengan sangat hati-hati untuk mengomunikasikan gambaran mereka masing-masing tentang Yesus dan dengan melakukan itu akan berdampak kuat dalam mengomunikasikan pesan unik mereka kepada pembaca mereka.

Kitab Injil Markus

Bagaimana Tidak Menjadi Orang Kristen yang Rewel pada Saat Natal

Ada banyak alasan untuk rewel pada saat Natal. Masa-masa Natal dapat menjadi salah satu saat tersibuk di sepanjang tahun, dengan tekanan untuk mendapatkan hadiah yang sempurna untuk orang-orang yang Anda cintai, perjalanan tak berujung untuk acara gereja dan sekolah, dan pengurangan makna Kristiani Natal yang nampak dalam budaya yang berlaku.

Namun, tak satu pun dari hal-hal tersebut harus dibiarkan mencuri sukacita kita, terutama bagi kita yang mengikut Yesus. Bahkan, Natal seharusnya menjadi waktu yang paling menggembirakan di sepanjang tahun bagi orang Kristen, karena cerita kitalah yang sedang diberitakan oleh dunia.

Tim Keller Mengenai Natal Dan Penderitaan

Datanglah Yesus yang lama dinanti-nantikan

Ketika peristiwa 11 September terjadi dan warga New York mulai menderita, Anda mendengar dua pendapat. Anda mendengar pendapat moralistik konvensional yang mengatakan, “Ketika saya melihat Anda menderita, itu memberitahu saya tentang Allah yang menghukum. Anda pastilah hidup tidak benar, karena itu Allah menghakimi Anda.” Ketika mereka melihat penderitaan, mereka melihat Allah yang menghakimi. Pendapat sekuler mengatakan, “Ketika saya melihat orang-orang menderita, saya melihat Allah menghilang.” Ketika mereka melihat penderitaan, mereka melihat Allah yang absen, yang tak peduli.

APA YANG DILAKUKAN NATAL UNTUK PENDERITAAN

Tujuan Natal

Menarik bahwa Yesus membuat pernyataan yang signifikan tentang kelahiran-Nya sebelum kematian-Nya. Pada saat persidangan, Pilatus bertanya tentang identitas-Nya. Yesus menjawab, “Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran” (Yoh. 18:37b, AYT).

Yesus tidak berkata Dia lahir untuk berkhotbah atau menyembuhkan, tetapi bahwa tujuan pokoknya adalah untuk memberi kesaksian tentang kebenaran.

Lalu, Pilatus bertanya, “Apakah kebenaran itu?” Akan tetapi, dia terlalu terburu-buru untuk menunggu jawabannya. Betapa banyak dari kita yang seperti itu hari ini? Terkadang dibutuhkan sebuah tragedi, seperti kematian dalam keluarga atau serangan teroris seperti beru-baru ini, sebelum orang-orang menyediakan waktu untuk menilai hidup mereka dengan apa yang sesungguhnya bermakna dan benar.

Apakah Yesus Lahir di Sebuah Kandang?

Silakan baca Pendahuluan singkat terlebih dulu.

Ketika mereka ada di sana (di Betlehem), tibalah waktunya bagi Maria untuk melahirkan. Maria pun melahirkan Anak laki-lakinya yang pertama. Ia membungkus-Nya dengan kain lampin dan membaringkan-Nya di dalam palungan [phatne], karena tidak ada kamar [kataluma] bagi mereka untuk menginap. Lukas 2:6-7 (AYT)

Kamar penginapan atau Kamar Tamu?

Apakah yang Kaunantikan?

Natal t’lah tiba! Natal adalah waktu yang paling dinantikan orang Kristen bahkan orang non-Kristen sekalipun. Ada orang yang menanti-nantikan Natal untuk beli baju karena diskon saat Natal besar. Ada yang sibuk mempersiapkan KKR Natal gerejanya karena ini momen penting. Ada yang gembira karena bisa menikmati libur Natal plus tahun baru. Setiap orang memandang Natal dengan kacamata yang berbeda, mereka menantikan sesuatu di hari Natal.

Orang Israel sudah dari zaman dahulu menantikan kedatangan Mesias yang dinubuatkan para nabi. Mereka bukan menantikan diskon atau liburan atau hal duniawi lainnya, mereka menantikan Mesias! Tetapi at the end of the day, mereka kecewa dan menolak Yesus, Sang Mesias yang dinantikan. Apa yang salah dari penantian mereka? Alkitab sebenarnya sudah memberi bocoran mengenai jawaban ini melalui kisah berbagai macam orang yang menantikan Kristus juga, mulai dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru.

Siapakah Anak ini?

Kemiskinan, Bukan sebuah Istana, untuk Raja Terbesar

Sewaktu kecil, saya tidak terkesan dengan sebuah lagu Natal yang menanyakan sesuatu, yang jawabannya sudah diketahui oleh semua orang.

Siapakah Anak ini? Dia adalah Yesus, tentu saja. Kita semua tahu itu – bahkan anak-anak pun tahu akan hal itu.

Yang belum saya mengerti saat itu adalah bahwa sebuah pertanyaan bukan hanya diajukan untuk menyelesaikan masalah dan memberi informasi yang baru. Terkadang pertanyaan menyatakan suatu penegasan. Kita menyebutnya “pertanyaan retoris.” Ada kalanya bentuk sebuah pertanyaan mengungkapkan kekaguman tentang sesuatu yang kita tahu adalah benar, tetapi merasa bahwa itu begitu luar biasa. Itu terlalu sederhana untuk hanya dikatakan langsung seperti kita berkata-kata tentang hal lainnya.

Saat Natal Jauh dari Menyenangkan

Natal telah lama mewakili pertemuan keluarga yang menyenangkan dan berbagi tradisi liburan dari masa ke masa. Iklan televisi, papan reklame di jalan raya, dan bahkan acara hiburan tahunan menggambarkan kebahagiaan sebagai keluarga utuh yang merayakannya dalam kedamaian dan harmoni. Kesedihan memiliki sebuah cara untuk mengocok emosi selama masa ini. Natal, terutama, dapat membawa kesedihan ke permukaan yang tersmpan jauh di dalam hati kita setelah kehilangan yang berarti. Kita memohon kepada Tuhan untuk mempercepat kita dalam melewati hari-hari di bulan Desember. Terlepas dari iman yang dalam, banyak dari kita yang secara emosional terpaku pada bulan November dan Desember, menarik napas lega saat kalender menyambut Januari. Januari memberi kita izin untuk kembali pada kehidupan, lalai terhadap rasa sakit kita, dan kebutuhan mendesak kita akan Pribadi yang lahir untuk menebus hati kita yang memar dan babak belur.

Proyek Pohon Natal

Susan Devore Williams

Rencana itu pada dasarnya cukup sederhana. Gereja Baptis di Stockton, California, akan menaruh pohon Natal setinggi 2 meter di dekat mimbar. Hiasan untuk pohon itu dibuat oleh anak-anak Sekolah Minggu. Di bagian belakang, setiap hiasan tercantum nama keluarga atau nama orang yang memerlukan bantuan. Jemaat dari Gereja Baptis dengan sukarela akan "mengadopsi" salah satu keluarga yang kurang mampu ini selama masa Natal.

Proyek yang disebut Proyek Pohon Natal ini telah dicoba setahun yang lalu oleh salah satu kelas Sekolah Minggu. Selama masa Natal 1984, William D. Webber, pendeta senior, mengharapkan peran serta dari 700 jemaat gerejanya.

Tradisi Natal Di Berbagai Negara

Filipina
==>http://sim.soe.umich.edu/parol/
Di Filipina, tradisi Natal dikenal sebagai Parol. Situs ini mengulas secara lengkap tradisi unik tersebut dan menyediakan kesempatan bagi kita untuk mengirimkan kartu Parol kepada orang-orang yang Anda kasihi.

Jamaika
==>http://www.jamaicans.com/culture/christ90.htm
Ingin tahu tradisi Natal di Jamaika? Silahkan buka dan baca bahan situs yang satu ini. Di sini tersedia informasi mengenai tradisi Natal Jamaika dari masa lalu hingga sekarang, serta kesempatan untuk mengirimkan kartu Natal ala Jamaika. Selain itu, kita juga dapat mengetahui informasi mengenai Jamaika dan kebudayaannya lewat situs ini.

Legenda Santa Claus

Penulis_artikel:
John W. Cowart
Isi_artikel:

"Ayah, bangun! Seseorang memanjat terali jendela kita!" Sang ayah yang kuatir terjaga. Terhuyung-huyung, masih setengah sadar, menghampiri kamar tidur putrinya dan memandang ke luar. Seseorang sedang memanjat terali dengan diam-diam.

"Apa-apaan ini? Sepertinya tidak cukup kesusahan yang kuhadapi," kata sang ayah. "Akan kutangkap banjingan itu." Diambilnya sebatang kayu api yang besar panjang di sisi perapian dan merayap ke luar.

Lagu Natal dari Desa di Gunung

Kita tentu akan merasa sesuatu yang kurang kalau ada perayaan Natal tanpa menyanyikan "Malam Kudus," bukan?
Terjemahan-terjemahan lagu Natal kesayangan itu sedikit berbeda satu dari yang lainnya, namun semuanya hampir serupa. Hal itu berlaku juga dalam bahasa-bahasa asing. Lagu itu begitu sederhana, sehingga tidak perlu ada banyak selisih pendapat atau perbedaan kata dalam menterjemahkannya.
"Malam Kudus" sungguh merupakan lagu pilihan, karena dinyanyikan dan dikasihi di seluruh dunia. Bahkan musikus ternama rela memasukkannya pada acara konser dan piringan hitam mereka. Anehnya, nyanyian yang terkenal di seluruh dunia itu sesungguhnya berasal dari sebuah desa kecil di daerah pegunungan negeri Austria.

Inilah ceritanya....

ORGEL YANG RUSAK

Semangat Natal: Merayakan Pemberian Kasih Allah

Suasana Natal sudah terasa di mana-mana. Baik di gereja, juga di mal. Lampu-lampu Natal dan hiasan-hiasannya mulai terpasang dan terpajang. Kumandang lagu-lagu Natal pun semakin bisa terdengar kalau kita berjalan di sepanjang koridor toko-toko di pusat perbelanjaan modern. Itukah semangat Natal?

Beberapa waktu lalu saya menonton film yang mencoba mengangkat cerita klasik karya Charles Dicken "A Christmas Carol", ke alam modern. Kisah ini menampilkan sosok Scrooge yang membenci Natal karena hanya menghambur-hamburkan uang. Melalui serangkaian mimpi yang dialaminya -- ia dibawa ke masa lalunya, berpindah ke masa sekarang, dan akhirnya ke saat kematiannya -- ia disadarkan telah kehilangan hal berharga selama ini, yaitu semangat Natal untuk memberi dan berbagi dengan keluarganya (keponakannya) dan dengan orang-orang lain. Jadi semangat Natal adalah berbagi dan memberi?

Anak Perjanjian: Sebuah Doa pada Natal Pagi

Siapakah Engkau Bayi kecil? Siapakah Engkau Kristus kecil yang mungil, terbaring begitu tenang di palungan jerami? Siapakah Engkau sehingga malaikat harus memberitakan kehadiran-Mu dan bintang-bintang mengumumkan kelahiran-Mu, sehingga orang-orang majus dan para gembala -- tinggi dan rendah -- harus bersujud di hadapan-Mu? Siapakah Engkau, Anak Betlehem, Anak Daud? Apakah masa depan-Mu? Apakah janji-Mu?

Tujuh abad sebelum kelahiran-Mu, Kitab Perjanjian Lama telah berbicara tentang Engkau:

Sebab Seorang Anak telah lahir untuk kita,

Seorang Putera telah diberikan untuk kita,

Lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya,

dan nama-Nya disebutkan orang

Penasihat Ajaib,

Allah yang Perkasa,

Bapa yang Kekal,

Raja Damai.

Besar kekuasaannya,

dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan,

di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya.

Firman Menjadi Daging (1)

"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita."
(Yohanes 1:14)

SAYA telah menikah selama lebih dari seperempat abad. Allah telah memberikan kepada saya seorang istri yang saleh yang karakternya lebih baik dari pada saya. Luella dan saya menikmati hubungan yang indah dalam berbagai hal. Kami dibesarkan dalam keluarga Kristen dimana kami diajarkan kebenaran sejak kecil. Kami berdua mengenal Kristus ketika masih anak-anak dan dididik di perguruan tinggi Kristen. Kami telah mempergunakan waktu kami untuk pelayanan dan telah diberkati dengan pengajaran alkitabiah yang baik. Kami telah bekerja keras untuk mengikuti rancangan Kristus bagi pernikahan kami.

"Gita Sorga Bergema/Dengar Malak Memuji" -- Injil dalam Lagu Natal Charles Wesley

Penulis: Dr. Ralph F. Wilson

Salah satu lagu Natal yang paling dalam dan terkaya dari semua lagu ditulis oleh Charles Wesley pada 1739 -- "Dengar Malak Memuji".

Wesley bersaudara, John dan Charles, dipakai Tuhan untuk membawa kebangkitan di Inggris yang menyebar ke Amerika di Kebangunan yang Besar. Sementara John terkenal karena khotbahnya yang kuat, Charles Wesley (1707 -- 1788) menulis himne ini dan 6.500 himne lainnya untuk mengajarkan kepada para petobat kebenaran besar tentang iman Kristen. Beberapa dari lagu-lagunya yang paling terkenal antara lain "Jesus, Lover of My Soul" (1739), "Love Divine, All Loves Excelling" (1747), and "O for a Thousand Tongues to Sing" (1749). Dia juga menulis Christmas Carol yang terkenal lainnya, "Come, Thou Long-Expected Jesus" (1744) and "two well-known Easter hymns", "Christ the Lord Is Risen Today" (1739) and "Rejoice, the Lord Is King" (1746).

Kemanusiaan Yesus Sepanjang Sejarah

Keabadian Natal, Bagian 2: Sejarah Gereja

Sepanjang sejarah gereja, yang terbaik dari teologi Kristen telah mengakui dan menegaskan kebenaran tentang inkarnasi Yesus yang terus ada — gagasan bahwa Yesus tidak hanya membentuk kehidupan berharga selama 33 tahun di dunia yang ciptaan, melainkan selamanya menggabungkan kemanusiaan kita dengan keilahian-Nya dan akan selalu sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia.

Berikut adalah penarikan contoh dengan bantuan dari Gerrit Scott Dawson "Jesus Ascended: The Meaning of Christ’s Continuing Incarnation"

Justin Martyr

Apologis abad kedua Justin Martyr secara eksplisit menegaskan bahwa setelah kebangkitan Yesus naik ke surga dalam "daging di mana Ia menderita." Justin juga mempertahankan, bertentangan dengan para pengkritiknya, bahwa daging itu di sorga tidak mungkin (Fragments on the Resurrection, ANF, vol. 1, 9).

Tertullian

Lukas 1:26-38 - Malaikat Gabriel mengunjungi Maria

Lukas 1:26-38

Dalam bulan yang keenam [sejak Elisabet mengandung Yohanes,] Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.[1]

Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "[Bergembiralah], hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."[2]

Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

Kisah Natal

Berikut ini adalah kisah Natal lengkap, sesuai dengan urutan kronologisnya.

Kisah Natal


Lukas 1:26-38 - Malaikat Gabriel mengunjungi Maria

Matius 1:20 - Mimpi Yusuf yang pertama

Matius 1:24 - Maria dan Yusuf

Lukas 2:1-4 - Sensus di Betlehem

Lukas 2:4 - Maria dan Yusuf ke Betlehem

Lukas 2:6-11 - Kelahiran Yesus

Lukas 2:10-12 - Malaikat menampakkan diri kepada para gembala

Lukas 2:15 - Para gembala pergi mengunjungi bayi Yesus

Lukas 2:16-20 - Para gembala menyembah bayi Yesus

Matius 2:1 - Orang Majus mengikuti Bintang ke Betlehem

Matius 2:11 - Orang Majus menyembah Yesus

Mengantisipasi Adven

Aert de Gelder - Het loflied van Simeon

Bagaimana Anda bisa tidak dipenuhi dengan perasaan menunggu dengan penuh syukur, seperti yang dialami Simeon ketika ia menyadari bahwa yang digendong di tangannya adalah bayi Kristus yang telah lama dinanti-nantikan? Lukisan yang dibuat oleh pelukis Belanda Arent de Gelder di atas adalah kisah mengenai puncak penantian, setelah sekian lama dipersiapkan oleh Roh Kudus untuk kejadian yang telah sejak dahulu ditunggu-tunggu ini.

Kisah Kelahiran Yesus [Infografis]

Peristiwa kelahiran Yesus Kristus mulai dari Nazaret di Galilea, perjalanan ke kota kecil Bethlehem di Yudea, kelahiran Yesus di sebuah kandang, para gembala dan para raja dari timur yang turut bersukacita menyambut kelahiran-Nya, hingga pelarian ke Mesir dan kembali lagi ke Nazareth yang di Galilea.

(Klik untuk mendapatkan infografisnya)
Kisah Kelahiran Yesus - Infografis oleh SABDA


Mengalami Sukacita Natal

Lagu Natal lama menyatakan, "It’s the most wonderful time of the year". (Saat terindah di tahun ini - Red.) Dan, bagi orang Kristen, nyanyian itu harusnya bergema dengan benar. Namun, bagi banyak orang, Natal adalah waktu untuk bertahan. Depresi, kesedihan, dan kesepian yang kemudian sering kali diperburuk dengan keadaan keluarga yang hancur dan beban utang yang semakin menumpuk. Daftar acara Natal yang terlalu padat sehingga membuat kita berpikir untuk "mengakhiri hari raya". Kita menjadi bertanya-tanya apakah ucapan selamat Natal masih ada? Apa yang terjadi dengan suasana Natal yang damai di masa kanak-kanak?

Mereka Memanggil-Nya Imanuel

Yusuf merasakan rasa sakit yang luar biasa. Tunangannya, Maria, sedang hamil, tetapi bukan olehnya. Apa yang dapat ia perbuat? Bagaimana mungkin pernikahan mereka yang masih diajukan sudah sah sekarang? Namun, bagaimana mungkin ia membiarkannya pergi?

Ketika ia sedang tidur nyenyak, malaikat datang kepadanya dalam mimpi untuk meyakinkannya, "Anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus." (Matius 1:20) Dia memercayai malaikat tersebut, mengambil Maria menjadi istrinya, dan cerita selanjutnya adalah sejarah.

Saya yakin orang-orang di kota percaya bahwa Yusuf adalah ayah dari Anak itu. Untuk menjatuhkan nama baiknya, sebuah cerita disebarkan bahwa Yesus adalah anak haram seorang prajurit Romawi.

Akan tetapi, setelah peristiwa mimpi Yusuf, narator Alkitab mengatakan hal yang sangat mengherankan:

Natal Membuat Hidup Kita Bermakna

Sebuah sukacita ketika kita masih dilayakkan oleh Tuhan untuk merayakan Natal saat ini, sebab Natal mengingatkan kita betapa Allah membuat hidup kita bermakna melalui peristiwa kelahiran Putra Allah di dalam sejarah manusia. Pemaknaan tersebut adalah:

  1. Melalui Natal Allah memaknai kekristenan sehingga berbeda dengan agama lain.

    Pengertian agama secara umum adalah usaha manusia mencari Allah, sedangkan di dalam kekristenan Alkitab menjelaskan bahwa tidak ada seorang manusia pun yang dapat mencari Allah. Sebaliknya, Natal membuktikan bahwa Allahlah yang berinisiatif untuk mencari manusia. Sebab, di dalam keberdosaan manusia tidak ada seorang pun yang dapat kembali kepada Allah. Oleh karena itu, Natal adalah sebuah momentum yang sangat berarti bagi manusia untuk kembali kepada Allah serta mengenal Allah secara benar dan jelas.

  2. Natal merupakan titik awal manusia dibebaskan dari perhambaan dosa dan maut.

Perayaan Natal yang Sejati

Dalam kita merayakan suatu peristiwa yang mulia, yaitu kelahiran Yesus, di mana Allah telah menjadi manusia, kadang-kadang kita diperhadapkan dengan tuduhan bahwa Natal adalah perayaan kafir. Apakah hal itu benar dan apakah kita harus meniadakan perayaan Natal dan pohon terang dan hal-hal lain berkaitan dengan Natal itu?

Dalam artikel ini, pertama, saya mau menjelaskan sedikit tentang latar belakang historis perayaan Natal dan kedua, tentang makna Natal bagi kita dimasa kini.

Latar Belakang Historis Perayaan Natal

Ada tiga sumber asalnya perayaan Natal yang kemudian dipersatukan dalam perayaan Natal yang kini umum di seluruh dunia:

Apa Itu Natal?

Natal tentu saja merayakan hari lahirnya Yesus Kristus.

Apa itu Perayaan Natal?

Perayaan Natal bukanlah acara makan-makan besar atau waktu untuk berbelanja akhir tahun. Natal pada hakikatnya bukanlah sebuah festival, tetapi sebuah perayaan di gereja, yaitu perayaan ekaristi dalam rangka memperingati hari lahirnya Yesus Kristus.

Kapan Yesus Lahir?

Pernahkah kamu bertanya kepada kakek nenek buyut kita, kapan mereka lahir? Mereka mungkin menjawab lahirnya pas Gunung Merapi meletus atau lahirnya beberapa hari sebelum gempa besar. Mereka tidak tahu tepatnya tanggal berapa mereka lahir.

Zaman dahulu orang lahir tidak perlu ke catatan sipil untuk membuat akte kelahiran. Jarang ada orang yang mencatat kapan tanggal lahir seseorang.

Merenungkan Kembali Makna Natal

Natal telah tiba. Natal telah tiba. Hadiah. Hadiah. Hadiah. Acara yang bagus. Meriah suasananya. Natal telah tiba. Dengungan kata dan kalimat ini mengantar kita kembali pada satu titik perenungan bagi setiap orang percaya. Perayaan Natal tahunan yang dihiasi dengan berbagai kesibukan, aneka acara yang menarik, asesoris Natal yang muncul bukan saja di gereja, di rumah bahkan di pusat-pusat perbelanjaan, bahkan di kantor-kantor. Apakah hanya sebuah tradisi dan kegiatan tahunan yang mendatangkan keuntungan baik materi maupun nonmateri? Perayaan umat Kristiani yang memang sudah biasa terjadi di akhir tahun. Sebenarnya, apa makna Natal bagi setiap kita sebagai orang percaya? Adakah hanya sebatas sebuah perayaan keagamaan saja? Hanya sebuah momen yang meriah? Hanya waktu libur yang lebih panjang di akhir tahun? Atau, adakah makna lainnya?

Natal Tanpa Yesus

Christmas

Ketika kita diundang menghadiri pesta ulang tahun, tentu fokus sosok orang yang mendapat perhatian khusus adalah yang berulang tahun itu. Beliau akan disalami, diberi hadiah, dipeluk, dicium, diajak ngobrol, difoto, dikerjai, pokoknya semuanya ditujukan terhadap orang tersebut. Alangkah lucu dan janggalnya bila yang berulang tahun itu absen pada hari itu, selain para pengunjungnya kecewa dan penuh tanda tanya dan tentu suasananya tidak menyenangkan.

Misi Natal yang Orisinil

Hari ini kita sudah memasuki bulan Desember dimana umat Tuhan mulai merayakan Natal. Dengan berbagai cara orang Kristen merayakan Natal. Sebisa-bisanya semeriah mungkin. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menyambut dan menghargai kedatangan Tuhan Yesus Kristus, Sang Juru Selamat. Banyak orang Kristen berpikir bahwa merayakan Natal semeriah mungkin adalah cara yang terbaik dan benar menghargai kedatangan-Nya. Pernahkah saudara sungguh-sungguh bergumul untuk menemukan jawaban sebagaimana seharusnya kita menyambut Natal dan menghargai kedatangan-Nya? Cara kita menghargai kedatangan Tuhan adalah dengan memahami misi utama kedatangan-Nya. Dalam Matius 1:21dinyatakan oleh malaikat bahwa Ia datang untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa mereka. Dosa yang merupakan sumber segala bencana manusia oleh kedatangan-Nya dapat diselesaikan. Orang yang menyadari misi ini pasti sangat memperhatikan persoalan dosa.

Jangan Mengacuhkan Yusuf pada Masa Natal

Saya memerankan seekor sapi dalam drama Natal saya di kelas satu, dan saya memiliki lebih banyak dialog dibanding anak yang memerankan Yusuf. Dia adalah peran pembantu, atau seperti itulah tampaknya, bagi Maria, bagi boneka plastik di palungan, dan bagi seluruh pemain drama kami lainnya. Kami hanya mengikuti naskah drama. Hanya ada sedikit ruang bagi Yusuf dalam peristiwa di penginapan pada imajinasi orang Kristen dewasa ini, terutama dalam kalangan Protestan konservatif seperti saya. Tampaknya, peran Yusuf satu-satunya adalah, sebagai seorang penerima tamu -- untuk mengantar Maria sampai ke kandang di Betlehem, dan kemudian untuk mengantarnya kembali ke Bait Allah di Yerusalem, untuk mencari Yesus yang tengah berkeliaran saat berusia 12 tahun.

Namun, ada lebih banyak yang perlu diketahui mengenai sosok Yusuf.

Ayah yang Sebenarnya

Menemukan Kedamaian Natal Ini

Masa liburan akan datang menjelang akhir bulan ke-12, mengantarkan ke dalam perubahan suasana sosial yang tampak ajaib. Suasana baru yang berwarna-warni memancar dalam kegelapan malam karena begitu banyak rumah di seluruh negeri dihiasi dengan lampu-lampu yang meriah. Semangat anak-anak ketika mereka menantikan kedatangan seorang pribadi, Sinterklas, mengudara di mana-mana. Nyanyian bersama merayakan kelahiran Yesus Kristus memenuhi kota-kota kecil ketika lonceng gereja lokal mendentangkan irama-irama lagu Malam Kudus dan di Dalam Palungan yang begitu merakyat. Perayaan adalah tema liburan ini, dan kenyataan hidup dengan segala cacat cela dan rasa sakit, terhapus di sudut keheningan yang gelap.

Kembalikan Talenta Anda kepada Allah

Hari Natal dimulai lebih awal bagi saya, bersama dengan salah satu dari ketiga putra saya yang memainkan lagu "Hark the Herald Angels Sing" dengan gitarnya pada pukul 6:45 pagi. Kemudian, timbullah kegembiraan seperti biasa untuk membuka hadiah dan sarapan Mangga bersama, diiringi lagu-lagu Natal yang dinyanyikan di halaman belakang. Ah, Natal!

Ketiga putra saya semuanya membawakan hadiah untuk saya, antara lain coklat Lindt Ball, tas olahraga, dan sepasang sarung tangan untuk bersepeda. Semuanya itu adalah hadiah-hadiah yang menarik perhatian dan saya sangat berterima kasih. Namun, faktor "x" ketika menerima hadiah tersebut dari anak-anak Anda adalah mereka menggunakan uang saya untuk membelikan saya hadiah. Hal ini tentunya tidak menjadi masalah ketika mereka masih kecil, tetapi jika sejak awalnya saya tidak memberi mereka uang, mereka tidak akan sanggup memberi apa pun untuk saya.

Sebuah Gambaran Besar

Karena artikel ini, saya memiliki kesempatan untuk memberi tahu Anda, wahai kaum muda, tentang sesuatu yang paling mengesalkan kami, orang-orang dari generasi sebelum Anda, terkait dengan perayaan Natal. Seperti yang Anda ketahui, saat ini, ada banyak orang yang merayakan Hari Natal secara dangkal. Orang-orang Kristen tentu cukup sadar bahwa perayaan Natal seharusnya lebih dari sekadar pesta dan seharusnya ada kaitannya dengan figur Yesus. Akan tetapi, bagaimana seharusnya kita merayakan Natal?

Menggali Kembali Harta Karun Natal

Kelahiran Yesus Kristus adalah sebagai berikut: ...." (Matius 1:18)

Untuk kesekian kalinya, umat Kristiani memperingati dan merayakan Natal -- peristiwa kelahiran Yesus, Pribadi yang Maha Agung. Tuhan dan Juru Selamat dunia. Terjadinya sendiri pada masa ketika Kaisar Agustus mengeluarkan ketetapan agar "di seluruh dunia", maksudnya di seluruh wilayah Imperium Romawi, diselenggarakan sensus kependudukan (Lukas 2:1). Yaitu "sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria" (ayat 2). Itu berarti sekitar tahun 4 sM.

Natal Kok Bikin Kesal?

Natal adalah kabar sukacita. Yesus lahir ke dunia. Dia tokoh sentral dalam peristiwa Natal. Namun, pada kenyataannya, tidak sedikit perayaan Natal yang mengabaikan tokoh sentral itu. Orang ramai bertukar kado, tetapi Yesus yang kelahiran-Nya diperingati justru terabaikan, bahkan cenderung dilupakan.

"Gloria In Excelsis Deo!"

"Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 'Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.'" (Lukas 2:13-14)
Peristiwa Natal menyatakan kemuliaan Allah. Pada malam kelahiran Yesus Sang Kristus, bala tentara surga mengumandangkan pujian bagi Sang Khalik, "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi ...." Dalam bahasa Latin, "Gloria in excelsis Deo!"

"Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 'Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.'" (Lukas 2:13-14)

Lagu Natal dari Meja Tulis Redaksi

Siapa yang menduga, meja tulis redaksi surat kabar menjadi tempat lahirnya salah satu lagu Natal yang disukai di seluruh dunia?

Anak yang Ditinggalkan

Sesungguhnya dunia surat kabar jauh dari pikiran James Montgomery semasa kecilnya. Ia lahir pada tahun 1771 di Skotlandia. Ayahnya satu-satunya pendeta di negeri itu dari aliran Moravian. Aliran ini cukup terkenal di negeri Jerman.

Jangan Berharap Terlalu Banyak

Pikirkan kembali semua kenangan favorit Anda selama masa Natal. Apakah yang benar-benar bertahan setelah sekian lama?

Mungkin bukan hadiah yang Anda terima. Saya kira Anda tidak bisa mengingat hadiah yang Anda terima pada umur delapan tahun. Bahkan, saya curiga Anda tidak bisa mengingat dengan jelas lebih dari selusin hadiah yang Anda terima sepanjang masa kanak-kanak Anda. Cobalah menulis hadiah apa saja yang Anda terima tahun lalu! Namun, hal utama pada Natal bukan ditemukan dalam saling memberi hadiah.

Sebuah Peringatan pada Hari Natal

Lebih dari lima belas tahun yang lalu kami menerima sebuah kartu Natal yang lain daripada yang lain. Pesan yang tertulis tidak sama dengan kartu Natal pada umumnya, tetapi mungkin kartu itu mencerminkan semangat Natal lebih baik daripada kartu-kartu lainnya. Sejak itu, setiap tahun kartu itu dikeluarkan dari laci dan digantung di papan di dapur. Pada kartu itu tertulis:

TAHUN INI

Selesaikan perselisihan

Temui teman yang sudah terlupakan

Kristus dalam Natal

Kristus dalam Natal

Natal -- lampu-lampu terang, pohon yang berkilauan, jeritan kegembiraan anak-anak, bunyi genta lonceng gereja di tengah udara yang membeku, dan desakan dari para pembeli kenang-kenangan Natal. Oh ya, hampir terlupakan, dalam sebuah palungan kayu yang tergores dan reyot di halaman depan gereja, ada sebuah boneka bayi, yang jari plastiknya terangkat mengisyaratkan permohonan yang sungguh-sungguh, sendirian pada malam hari.

Natal Kog Bikin Kesal?

Natal adalah kabar sukacita. Yesus lahir ke dunia. Dia tokoh sentral dalam peristiwa Natal. Namun, pada kenyataannya tidak sedikit perayaan Natal yang mengabaikan tokoh sentral itu. Orang ramai bertukar kado, tetapi Yesus yang kelahiran-Nya diperingati justru terabaikan bahkan cenderung dilupakan.

Peringatan Natal, tentu sesuatu yang baik. Tokoh sehebat Yesus pantas diperingati hari jadi-Nya. Yesus adalah tokoh terbesar sepanjang zaman. Tokoh yang tak ada bandingnya. Dengan demikian, sangat pantas untuk memperingati hari bersejarah dalam kehidupan sang tokoh. Ini sangat masuk akal.

Saya Mengucapkan "Mary Christmas"!

"Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata, 'Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.' Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: 'Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.

Kado Ulang Tahun untuk Yesus

Ketika aku bertumbuh menjadi dewasa, hari ulang tahun adalah hari yang terbaik dalam tahun itu. Aku menjadi Ratu Sehari. Aku bisa memilih sarapan dan makan malam favoritku. Aku selalu mendapatkan setumpuk hadiah. Namun, itu tidak penting. Pada momentum ulang tahun, kita diperlakukan sebagai orang terpenting di dunia. Bagaimana dengan Natal? Natal memang menyenangkan, tetapi hari ulang tahun lebih menyenangkan! Itulah hari yang menjadi milikku sendiri.

Seandainya Kita Ada di Sana

Beberapa di antara kita ... ada yang berfikir, "Seandainya saya ada di sana! Pasti saya akan segera menolong bayi itu. Saya akan mencucikan kain lenan-Nya. Alangkah gembiranya seandainya saya bersama para gembala pergi menjenguk Tuhan yang berbaring di palungan!" Ya, kita akan bergembira! Kita mengatakan begitu karena kita tahu betapa agungnya Kristus, tetapi seandainya kita ada di sana pada waktu itu, kita tidak akan berbuat lebih baik dari orang- orang di Betlehem ... Mengapa kita tidak melakukannya sekarang? Kristus ada di tengah-tengah sesama kita.

Teladan Tokoh-Tokoh Natal

Berikut ini kami sajikan teladan tokoh-tokoh Alkitab yang terlibat seputar peristiwa kelahiran Yesus Kristus. Karakter yang mereka miliki ini bisa kita jadikan pedoman dalam kehidupan kita sehari-hari.

  1. Maria
    1. Taat mengikuti panggilan Tuhan (Lukas 1:36).
    2. Dipenuhi Roh Kudus, salam yang diucapkannya pun menyebabkan anak di rahim
    3. Elizabet dipenuhi Roh Kudus (Lukas 1:39-41).

Merayakan Natal dengan Cara Yesus

Allah merendahkan diri-Nya bagi kita dalam peristiwa Natal. Maukah Anda melakukan hal yang sama bagi orang lain?

Sebagai orang-orang kristen, kita mengetahui cerita natal dengan baik. Yesus adalah hadiah (Natal) dari Allah bagi kita. Karena itu, pada saat natal, kita merayakannya dengan cara memberikan hadiah kepada orang-orang yang kita kasihi. Akan tetapi, saya pikir kita telah melupakan sesuatu yang penting -- cerita Natal adalah cerita yang sedikit lebih dalam dari sekadar membagikan hadiah.

Mengikuti Bintang dan Hanya Menemukan Sebuah Kandang

Aktris Helen Hayes menceritakan pengalaman pertamanya memasak kalkun untuk merayakan hari Pengucapan Syukur. Ia mengaku dirinya tak pandai memasak. Namun, setelah beberapa tahun menikah, ia memutuskan untuk mencoba menyiapkan hidangan kalkun sendiri. Sebelum hidangan disantap, ia mempersilakan suami dan anaknya duduk di depan meja makan. Lalu ia berkata, "Mungkin masakanku tidak seperti yang kalian harapkan. Kalau kalkunnya tidak enak, jangan berkomentar. Berdiri saja dan kita akan pergi ke restoran terdekat, lalu makan di sana."

Yusuf, Ayah Yesus di Bumi

Allah memilih Yusuf untuk menjadi ayah Yesus. Alkitab menyatakan kepada kita dalam Injil Matius bahwa Yusuf adalah seorang yang jujur. Perlakuannya terhadap Maria, tunangannya, menyingkapkan bahwa ia adalah seorang pria yang baik dan peka. Ketika Maria mengatakan kepada Yusuf bahwa ia sedang mengandung, Yusuf memiliki semua alasan untuk merasa terhina. Ia tahu bahwa Anak itu bukanlah anaknya, dan ketidaksetiaan Maria jelas membawa stigma sosial buruk.

Kisah Kelahiran Yesus Kristus

"Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, -- karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud -- supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.

Memahami Makna Natal untuk Iman Kita

Dalam bahasa Inggris, Natal disebut dengan Christmas. Christmas berasal dari kata Christ (Kristus) dan Mass (massa atau kerumunan orang) karena pada christmas, banyak orang berkumpul mengingat/merayakan hari kelahiran Kristus.

Kelahiran Kristus di dunia mempunyai suatu titik awal yang paling penting dalam misi Kristus. Dilahirkan bukan dari pencampuran laki-laki dan perempuan, melainkan dari campur tangan Allah, yakni diperanakkan oleh kuasa Roh Allah (Matius 1:18,20). Maria, seorang gadis saleh, mendapat kehormatan sebagai perantara kedatangan Sang Mesias (Lukas 1:26-33). Adapun Kristus datang untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Allah yang semakin buruk oleh karena kesesatan manusia.

Sentuhan Sayap Malaikat

Waktu itu malam Natal. Elizabeth duduk di ujung tempat tidur anak perempuannya. Ia menunduk dan memberi ciuman pada pipi yang berwarna merah muda itu. Dengan rambut berkilau keemasan tersebar di sekeliling bantal dan bulu mata yang lentik yang terlelap dalam tidurnya, Marya terlihat bagi dunia ini seperti seorang malaikat.

Yesus, Hadirlah dalam Kado-Kado Natalku

"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Matius 7:11)

Jika aku mengingat Natal pada tahun-tahun yang telah lalu, ingatanku tidak lepas dari hadiah-hadiah. Karena dibesarkan sesudah Zaman Depresi, kami jadi terbiasa membuat sendiri kado-kado yang akan kami berikan. Sejak awal September, biasanya kami sudah mulai menyusun rencana, mengumpulkan bahan dan menyiapkan sesuatu yang istimewa untuk diberikan kepada anggota keluarga dan teman-teman. Aku sendiri sibuk melihat-lihat katalog yang berisi hadiah-hadiah yang aku idam-idamkan. Aku juga menghabiskan waktu berjam-jam untuk menulis daftar keinginanku.

Bernavigasi Menggunakan Bintang

Meskipun Bintang Betlehem sudah tidak bercahaya lagi di langit, bintang itu masih tetap ada dalam kehidupan kita: kini Allah ada di tengah-tengah kita, sama seperti saat Ia berada dalam cahaya bintang yang menuntun orang-orang Majus pada waktu dahulu. Ia ingin menuntun kita sama seperti Ia menuntun orang-orang bijak itu. Ia ingin kita "menjalani" hari lepas hari dengan terus-menerus mengarah pada kehadiran Roh-Nya dalam hidup kita.

Tragedi Natal

Hari Natal adalah sebuah hari yang ditetapkan untuk memperingati kembali akan kelahiran Kristus ke dalam dunia. Suatu peritiwa yang seharusnya dilakukan dalam suasana sukacita, kini malah lebih kental dengan aroma tragedi dan ketakutan.

Peledakan bom di beberapa gereja pada masa natal hanya merupakan salah satu dari rangkaian tragedi-tragedi natal lainnya yang lebih besar. Tragedi natal yang terbesar adalah ketika orang kristen mulai mengabaikan Kristus sebagai pusat dari berita natal itu sendiri. Lho kok bisa? Fakta tersebut bisa kita temukan misalnya dibeberapa kartu natal yang seperti sudah enggan menampilkan bayi Yesus dan lebih suka menyebut selamat natal dengan "Happy holiday". Natal juga menjadi sebuah tragedi, pada saat kita tanpa sadar mengidentikan natal dengan souvenir, perayaan yang meriah, konsumsi yang lezat, dekorasi yang wah, buku tata kebaktian yang eksklusif, dan sebagainya. Seolah-olah tanpa itu semua bukan natal namanya. Ketika kemasan menjadi lebih utama ketimbang isi, ketika sarana lebih dipentingkan ketimbang esensi maka natal sungguh-sungguh hanya sebuah tragedi.

Yesus Adalah Nama yang Sederhana

Tahukah Anda bahwa di dalam Alkitab ada seorang pria yang bernama Tiglat Pileser, atau Adoni-Bezek? Tidakkah Anda gembira karena Allah tidak menamai Putra-Nya dengan nama itu? Maksud saya, dapatkah Anda membayangkan jika nama seperti itu ditulis untuk lagu-lagu ibadah? Untunglah, Allah menamai Putra-Nya Yesus. Hanya dua suku kata, lima huruf, diucapkan sama hampir oleh semua bahasa. Bahkan seorang anak kecil pun bisa mengucapkannya. Itu adalah nama yang lazim dipakai rakyat Yahudi, sebuah nama yang populer di kalangan keluarga-keluarga Yahudi pada saat Tuhan kita dilahirkan. "Yesus" dalam Perjanjian Baru sama dengan "Yosua" dalam Perjanjian Lama.

Curriculum Vitae of Jesus Christ

Curriculum Vitae

Nama : Yesus Kristus
Alamat : Efesus 1:20
Telepon : Roma 10:13
Website : Alkitab
Kata-kata kunci : Kristus, Tuhan, Juru Selamat, dan Yesus

Nama saya Yesus - Yang Diurapi. Banyak yang memanggil saya Tuhan! Saya mengirimkan CV saya kepadamu karena saya sedang mengejar posisi manajemen teratas dalam hatimu. Jangan sungkan untuk membaca lebih rinci segala hal tentang saya berikut ini.

Kualifikasi:

Berawal di Sebuah Palungan

Peristiwa ini terjadi dalam suatu masa yang luar biasa... suatu masa yang berbeda dengan yang lain. Sebab, dalam kurun waktu itu suatu peristiwa spektakuler terjadi.

Allah menjadi manusia. Yang Ilahi datang. Surga terbuka dan menaruh "benih" yang sangat berharga di dalam rahim seorang wanita.

Natal: Saat untuk Memberi dan Saat untuk Menerima

"Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima." Peribahasa ini secara terus-menerus diajarkan di seluruh pendidikan Kristen kita -- lebih banyak memberi daripada menerima. Barangkali, fokus utamanya adalah untuk tidak mengutamakan diri kita sendiri atau tidak menjadi penerima, karena ada sebuah anggapan yang mengatakan bahwa sifat alami kita pada dasarnya egois. Tampaknya, penekanan pada lebih banyak memberi dimaksudkan untuk mengimbangi keberpusatan kita pada diri sendiri, tetapi di satu sisi, hal ini bisa membingungkan. Hal ini tampaknya menimbulkan suatu keyakinan bahwa orang-orang benar seharusnya tidak menerima, kecuali memang benar-benar perlu; mereka seharusnya hanya memiliki sedikit keinginan untuk menerima, kalaupun keinginan itu ada. Hal ini membuat banyak orang Kristen mempermasalahkan boleh tidaknya menerima pujian dan hadiah-hadiah bagus lainnya yang pantas.

Sejarah Natal

Di dunia Barat, hari kelahiran Yesus Kristus telah dirayakan pada tanggal 25 Desember sejak tahun 354. Penetapan ini menggantikan penetapan tanggal sebelumnya, yang jatuh pada tanggal 6 Januari. Sejak saat itu, orang-orang Kristen menggunakan festival-festival dan tradisi-tradisi pagan masa itu yang dilakukan di beberapa wilayah di Timur Tengah atau Eropa, sebagai sarana untuk menyingkirkan kebiasaan-kebiasaan tersebut.

Bukti Ilmiah: Apakah Arkeologi Mendukung Atau Menolak Biografi Yesus? (1)

Ada sesuatu yang aneh saat makan siang bersama Dr. Jeffrey MacDonald. Dia duduk sambil mengunyah roti berisi ikan tuna dan keripik kentang dengan santai dalam sebuah ruangan pertemuan di pengadilan Carolina Utara. Dia membuat komentar-komentar riang dan tampaknya dia menikmati dirinya sendiri. Dalam ruangan lain di dekat ruangan ini, 12 juri sedang beristirahat setelah mendengarkan bukti menakutkan bahwa MacDonald telah membunuh istri dan kedua anak perempuannya secara brutal.

Bukti Ilmiah: Apakah Arkeologi Mendukung Atau Menolak Biografi Yesus? (2)

Konsistensi dari serangkaian alat ukur untuk Yohanes

Arkeologi mendukung kredibilitas Lukas, tetapi Lukas bukanlah satu-satunya penulis Perjanjian Baru. Saya heran tentang apa yang dikatakan para ilmuwan mengenai Yohanes, yang memulai injilnya dengan fasih menegaskan inkarnasi -- bahwa, "Firman," atau Yesus, telah menjadi Manusia dan tinggal di antara kita dalam Natal pertama.

Secerah Cahaya Natal

Natal, Natal, dan Natal. Istilah Natal bukan istilah yang asing bagi dunia kekristenan. Istilah Natal begitu populer, hangat, dan istimewa untuk diperdengarkan, bahkan didengungkan oleh gereja-gereja Tuhan pada masa kini setiap memasuki bulan Desember. Setiap elemen yang terlibat di dalam gereja begitu sibuk mempersiapkan perayaan untuk menyambut Natal, baik itu pendeta, penginjil, majelis, aktivis, dan bahkan jemaat biasa. Mereka semua terlibat dalam persiapan demi kemeriahan dan keceriaan menyambut perayaan Natal.

Lagu Natal Bala Tentara Surga

Kebanyakan orang Kristen mungkin menyangka bahwa setiap nyanyian rohani yang menjadi lagu pilihan umat Kristen pada zaman sekarang sudah menjadi lagu pilihan umat Kristen sejak nyanyian itu diciptakan. Memang ada nyanyian rohani yang tetap populer sejak diciptakan hingga kini, tetapi tidak demikian halnya dengan "Lagu Natal Bala Tentara Surga".

Penilik Natal

Di dalam Perjanjian Baru, kata "penilik" atau "bishop" atau "uskup" adalah "episcopus". (Kata Episcopal [baca: episkopal] berasal dari kata itu.) Kata episcopus memunyai sejarah yang kaya dan mengagumkan. Kata dalam bahasa Inggris, "scope" (lingkup), juga berasal dari kata yang sama.

Selamat Hari Natal

Apakah Natal Itu?

"Natal" artinya lahir. Jadi perayaan Hari Natal adalah perayaan hari kelahiran (kehadiran Tuhan dalam rupa manusia) Yesus di dunia. Kata Natal tidak terdapat dalam Alkitab, tetapi kelahiran Yesus, Anak Allah, Anak Manusia dan, Firman, sudah dinubuatkan oleh para nabi, 700-an tahun sebelum digenapi. Nabi Yesaya bernubuat "telah" lahir padahal masih 700 tahun ke depan. Bukan saja kelahiran-Nya, bahkan siksa dan kematian-Nya pun dinubuatkan dengan detail yaitu memakai kata-kata "diremukkan" (was bruised). Nabi Zakharia pun bernubuat tentang kendaraan yang dipakai Yesus, yaitu keledai.

Kelahiran dari Anak Dara

Doktrin kelahiran Kristus dari anak dara menyatakan bahwa kelahiran Kristus adalah akibat dari suatu mukjizat yang terjadi pada Maria. Anak dara Maria mengandung seorang bayi dengan kuasa Roh Kudus, tanpa peran serta dari seorang bapak. Mukjizat kelahiran Kristus menjelaskan kepada kita mengenai natur yang dimiliki-Nya. Kelahiran-Nya dari seorang perempuan menunjukkan bahwa Dia adalah benar-benar manusia dan menjadi sama dengan kita. Kemanusiaan Kristus tidaklah sama dengan kita, sebab kita lahir dengan dosa-asal kita, sedangkan Kristus tidak demikian.

Lagu Natal Kenang-Kenangan Bethlehem

Letak desa Bethlehem tidak jauh dari kota Yerusalem. Sejak dahulu, desa itu menempati kedudukan yang istimewa dalam sejarah. Daud, raja terbesar pada zaman Alkitab, berasal dari Bethlehem. Beberapa abad setelah masa pemerintahan Raja Daud, Nabi Mikha menyampaikan firman Tuhan: "Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala" (Mikha 5:1).

Yesus Menurut Kitab Mikha

Dia Hadir dalam Berita Kelahiran-Nya

"Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala." (Mikha 5:2)

Misi Yesus ke Dunia

Falsafah Dasar Yesus Kristus tentang Penginjilan

Falsafah dasar Yesus Kristus tentang penginjilan sebenarnya berkisar seputar pemahaman tentang diri-Nya dan misi-Nya. Rentetan pemahaman tentang pribadi Yesus dan misi-Nya dapat dilihat dalam penjelasan di bawah ini.

Nama-Nya Ajaib

Konon, ada sepasang suami istri yang menamai anak perempuan mereka dengan nama Sri Rezeki. Mereka berharap anaknya kelak memiliki banyak rezeki. Namun, saat usianya baru memasuki delapan belas tahun, Sri Rezeki terpaksa menikah karena sudah hamil di luar nikah. Mau tidak mau orang tuanya merestui perkawinan tersebut. Nasib putri mereka bertentangan dengan harapan ketika mereka menamai putrinya. Menantu mereka ternyata seorang yang gagal. Alih-alih berkelimpahan rezeki, sebaliknya ia sepi rezeki.

Proyek Pohon Natal

Rencana itu pada dasarnya cukup sederhana. Gereja Baptis di Stockton, California, akan menaruh pohon Natal setinggi 2 meter di dekat mimbar. Hiasan untuk pohon itu dibuat oleh anak-anak Sekolah Minggu. Di bagian belakang, setiap hiasan tercantum nama keluarga atau nama orang yang memerlukan bantuan. Jemaat dari Gereja Baptis dengan sukarela akan "mengadopsi" salah satu keluarga yang kurang mampu ini selama masa Natal.

Misteri Palungan

Salah satu fakta Natal yang paling membingungkan adalah bahwa Allah datang ke bumi dalam rupa manusia dan lahir di sebuah kandang. Mengapa? Sebagai Raja Damai Ia dapat memiliki sebuah istana, tetapi Ia tidak melakukannya. Tidak ada satu hal pun dalam Alkitab terjadi secara kebetulan. Setiap peristiwa yang dicatat mempunyai tujuan tertentu. Allah mau mengajarkan kepada kita beberapa pelajaran penting melalui kelahiran Kristus dengan cara yang hina itu.

Ia Menepati Janjinya

Peristiwa ini terjadi ketika saya berusia 13 tahun dan sangat sulit bagi saya untuk menceritakannya kepada orang lain pada waktu itu. Tetapi sekarang, 10 tahun kemudian, hal itu menjadi kenangan Natal yang paling tidak bisa saya lupakan.

Natal yang Paling Berkesan

Tetapi, saya rasa Natal yang paling berkesan biasanya terkait dengan titik-titik tertentu dalam keluarga, seperti: reuni, perpisahan, kelahiran, bahkan kematian. Mungkin itulah sebabnya Natal tahun 1960 terekam jelas dalam ingatan saya.

Kami menghabiskan Natal di Evergreen Farm di Lincoln, Virginia -- rumah orang tua saya. Kami mengadakan pertemuan keluarga bersama adik saya dan suaminya, Emmy dan Harlow Hoskins, serta kedua anak perempuan mereka, Lynn dan Winifred. Ini adalah acara keluarga biasa bersama ketiga anak kami, Linda, Chester, dan Jeffrey, juga Peter John yang saat itu hampir merampungkan kuliahnya di Yale. Lima anak dapat membawa semangat pesta bagi rumah pertanian yang sudah tua.

Keajaiban Natal Saya

Untuk kebanyakan orang, ada satu Natal yang menonjol di antara yang lain, Natal yang seperti hari yang bersinar dengan cerah.

Walau tidak dapat menebaknya, Natal "sejati" saya bermula pada suatu hari, pada musim semi di tahun tersuram dalam kehidupan saya. Baru saja bercerai, saya dalam usia 20-an, tidak memiliki pekerjaan, dan dalam perjalanan menuju pusat kota berkeliling ke kantor-kantor ketenagakerjaan. Saya tidak memunyai payung karena yang lama sudah rusak dan saya tidak mampu untuk membeli yang baru. Saya duduk di dalam kereta dan di bawah tempat duduk terlihat sebuah payung dari kain sutera yang indah dengan pegangan berwarna abu-abu dilapis email warna emas yang bersinar terang. Saya tidak pernah melihat payung yang secantik ini.

Pages