Natal ini "Jangan Takut" Mana yang Anda Butuhkan?

Pada Adven yang pertama, Allah terus berkata, "Jangan takut!" Ini adalah kata yang perlu kita dengar juga pada hari ini.

Zakharia dan Elizabeth diberitahu bahwa setelah berpuluh-puluh tahun menunggu, mereka akhirnya memiliki anak pada masa tua mereka. (Lukas 1:5-25)

Namun, "Jangan takut untuk menjadi kecewa lagi."

Maria adalah seorang wanita muda yang belum menikah yang mengandung Mesias oleh kuasa naungan Allah. (Lukas 1:26-38)

Namun, "Jangan takut memakai 'Scarlet A'(tanda yang dipakai oleh/seseorang/pasangan yang dianggap melakukan perzinahan - Red.) di desamu."

Tunangan Maria, Yusuf adalah orang bermoral tinggi dan sangat dihormati dan sekarang dia terjebak dalam konflik dengan keluarga dan teman-temannya. (Matius 1:18-25)

Namun, "Jangan takut untuk mengambil Maria dan bayinya sebagai milikmu dan dihakimi dan ditolak."

Para gembala rendahan mengawasi ternak mereka di bukit pada malam hari tidak dihormati di kota Betlehem –- tidak ada yang pernah mendengarkan mereka. (Lukas 2: 8-20)

Namun, "Jangan takut untuk menceritakan kepada semua orang tentang kisah malaikat yang luar biasa dan bayi Mesias yang lahir untuk orang-orang yang rendah di sebuah gua."

2.000 tahun kemudian kita mungkin memiliki ketakutan yang sama saat Natal. Kekecewaan. Rasa malu. Konflik keluarga dan stres. Tidak memiliki pengaruh.

Seperti para tokoh Adven, seringkali kata "jangan takut" yang mengandung kedamaian ilahi benar-benar bertentangan dengan keadaan kita. Dengan sendirinya "jangan takut" akan terasa seperti nasihat yang tidak menunjukkan simpati. Itu akan menghilangkan emosi dan kebutuhan. Itu akan membatalkan karena itu adalah situasi yang menakutkan!

Semua perkataan "jangan takut" di Alkitab adalah berkat yang sejati karena diberikan dalam konteks yang lebih luas yang mencakup kehadiran penuh dari Tuhan yang peduli di mana Dia telah mendengarkan dan menyatakan empati atas emosi dan kebutuhan kita. (Saya katakan, "Ada 365 'Jangan Takut' - satu untuk setiap hari dalam setahun!")

Kita semua membutuhkan empati Adven!

Puji Tuhan Dia telah mengambil rupa menjadi daging manusia di dalam Kristus Yesus! Ini adalah empati yang sempurna! Kasih tanpa syarat, pengampunan dosa, hidup yang kekal, dan semua karunia ilahi mengalir dari empati Allah bagi kita. (Ini adalah inspirasi di balik "Kartu Renungan dan Doa untuk Adven" kami yang populer.)

Seperti Murid Yesus yang Terkasih berkata, "Kasih yang sempurna menghilangkan semua ketakutan" (1 Yohanes 4:18).

Ada psikologi yang mendalam di ayat Alkitab ini. Di bawah ketakutan yang kuat terdapat ketakutan utama: ketakutan ditinggalkan atau sendirian. Semua ketakutan abadi berasal dari putus secara emosional dari hubungan kasih.

Kita semua membutuhkan konfirmasi, kenyamanan, dan anugerah yang ditengahi dengan empati. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan "Bersukacitalah dengan mereka yang bersukacita, dan menangislah dengan mereka yang menangis" (Roma 12:15)

Berikut adalah beberapa tips untuk memberi dan menerima empati:

Ajukan pertanyaan terbuka seperti "Bagaimana perasaan Anda?"
Cerminkan dan tegaskan emosi dengan kata-kata Anda sendiri. Anda bisa mengatakan "Sepertinya Anda merasa ______."
Kembali ke inti masalah dengan mengatakan, "Ceritakan lebih banyak tentang ______." (Biasanya lebih banyak mendengarkan dibutuhkan lebih daripada yang Anda kira.)
Anda juga perlu menerima empati dari orang-orang yang dapat dipercaya dan cakap. Empati-kasih harus terdapat di dalam diri Anda supaya bisa keluar dari Anda (1 Yohanes 4:19). Temukan beberapa teman terdekat yang menawarkan empati dan mintalah mereka untuk mendengarkan perasaan Anda. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Soul Sheperding
URL : http://www.soulshepherding.org/2016/12/christmas-fear-not-need/
Judul asli artikel : This Christmas Which “Fear Not” Do You Need?
Penulis artikel : Bill Gaultiere
Tanggal akses : 11 Juni 2017