Kristus

Terang Mengalahkan Kegelapan

Oleh: Dita

Nas: “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5)

Sering kali kita berasumsi bahwa terang dan gelap memiliki kekuatan yang sama. Jika ada terang maka ada gelap, dan jika ada gelap maka ada terang. Ternyata asumsi itu adalah salah. Jika kita pikirkan lagi, terang tidak berlawanan dengan gelap. Karena terang lebih kuat daripada gelap!

Apakah yang Kaunantikan?

Natal t’lah tiba! Natal adalah waktu yang paling dinantikan orang Kristen bahkan orang non-Kristen sekalipun. Ada orang yang menanti-nantikan Natal untuk beli baju karena diskon saat Natal besar. Ada yang sibuk mempersiapkan KKR Natal gerejanya karena ini momen penting. Ada yang gembira karena bisa menikmati libur Natal plus tahun baru. Setiap orang memandang Natal dengan kacamata yang berbeda, mereka menantikan sesuatu di hari Natal.

Orang Israel sudah dari zaman dahulu menantikan kedatangan Mesias yang dinubuatkan para nabi. Mereka bukan menantikan diskon atau liburan atau hal duniawi lainnya, mereka menantikan Mesias! Tetapi at the end of the day, mereka kecewa dan menolak Yesus, Sang Mesias yang dinantikan. Apa yang salah dari penantian mereka? Alkitab sebenarnya sudah memberi bocoran mengenai jawaban ini melalui kisah berbagai macam orang yang menantikan Kristus juga, mulai dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru.

Kelahiran, Kematian, Kebangkitan

Bukan karena kita taat
Kristus menyelamatkan kita
Bukan karena kita meninggalkan hal-hal buruk
Kristus berbelas kasih kepada kita

Kristus lahir,
Kristus hidup sama seperti kita
Kristus mati di kayu salib
Karena Kristus begitu taat kepada Allah Bapa

Ketaatan Kristus pada Allah
melayakkan kita datang kepada-Nya
Kita didamaikan oleh-Nya
Kita diterima Allah hanya karena Dia

Bersyukur,
Kristus lahir di dunia ini sebagai Juru Selamat kita

Bersyukur,
Allah begitu besar kasih-Nya kepada kita

Bersyukur,
Kristus taat kepada Allah Bapa

Melalui kelahiran Kristus, kematian, dan kebangkitan-Nya
Marilah kita terus taat melakukan kehendak-Nya

Pesan Natal Sesungguhnya

Ditulis oleh: Adiana

Bacaan: Yesaya 11:1-10

Menjelang perayaan Natal, saling bertukar dan mengirimkan kartu Natal mungkin masih menjadi tradisi yang marak beberapa tahun silam. Toko-toko yang menjual kartu Natal mendadak menjadi ramai karena antusiasme orang-orang yang ingin memeriahkan Natal dengan kartu-kartu Natal yang cantik. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, beberapa tahun terakhir, tampaknya banyak orang lebih senang mengirimkan ucapan Natal melalui pesan pribadi (SMS), atau media-media sosial, seperti Facebook, Whatsup, dsb., dengan gambar-gambar digital yang tidak kalah menarik dengan kartu Natal.

Kristus dan Natal

Jajak pendapat terbaru menyatakan bahwa hanya sepertiga dari orang Amerika yang menganggap bahwa kelahiran Kristus adalah aspek yang paling penting dalam perayaan Natal. Sekitar 44%-33% lebih banyak orang yang mengatakan bahwa kesempatan untuk "memiliki waktu bersama keluarga" menjadi alasan utama mengapa mereka menganggap Natal sebagai sesuatu yang penting bagi mereka. Bahkan ketika memperhatikan hanya para responden yang menyebut diri mereka orang Kristen (88% orang Amerika), kelahiran Kristus mendapat suara paling banyak hanya 37%.

Merayakan Natal Tak Harus Mahal

Bukan hanya merayakan tahun baru, penghujung tahun juga berarti perayaan Natal di seluruh dunia. Mungkin, Anda adalah salah satu dari mereka yang merayakannya secara meriah.

Perayaan Natal memang identik dengan ornamen yang meriah, lampu-lampu, warna terang, dan banyak kado. Secara turun-temurun, kebiasaan ini digambarkan sebagai ungkapan rasa sukacita atas lahirnya Yesus Kristus. Namun bukan berarti perayaan "wajib" ini dilakukan secara meriah, Anda bisa menyesuaikannya dengan kemampuan Anda agar tidak terkesan memaksakan.

Merayakan Natal tidaklah harus meriah dan mewah. Ada banyak cara sederhana yang dapat dilakukan untuk membuat perayaan Natal tetap berkesan dan memiliki makna, tanpa harus mengeluarkan banyak biaya dan tenaga. Berikut ini ada cara sederhana untuk merayakan Natal.

1. Kreasi pohon Natal.