Humor Natal

Lubang

Seorang pria terjatuh kedalam sebuah lubang dan tidak bisa keluar sendiri.

Orang yang subjektif melewatinya dan berkata, "Saya sangat bersimpati atas kejatuhan Anda."

Orang yang objektif akan berkata, "Suatu hal yang sangat logis bila seseorang bisa jatuh ke lubang tersebut."

Seorang Farisi berkata, "Hanya orang-orang jahat yang bisa jatuh ke lubang tersebut."

Seorang Fisika-wan akan menghitung besarnya gravitasi yang menyebabkan orang tersebut jatuh.

Seorang Reporter menginginkan wawancara eksklusif disiarkan langsung dari lubang tersbut.

Seorang penggerutu akan berkata, "Lubang-mu ini belum ada apa-apanya dibandingkan lubangku."

Seorang Hakim akan berkata, "Kau pantas untuk jatuh ke lubang tersebut."

Seorang Psikiater berkomentar, "Lubang itu hanya ada dalam pikiranmu saja."

Seorang Psikolog menjelaskan, "Kejatuhanmu adalah akibat dari kesalahan orang-orang di sekitarmu."

Seorang Motivator berkata, "Percayalah bahwa Anda adalah orang yang kuat dan Anda bisa keluar dari lubang itu dengan kekuatan Anda."

Yesus, melihat seorang manusia jatuh kedalam lubang. Ia turun dari surga yang mulia, menjadi manusia agar bisa menolongnya keluar dari lubang tersebut. Itulah sebabnya kita merayakan Natal.

[Sumber: More Holly Humor, halaman 66]

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.(Yohanes 3:17) < http://alkitab.sabda.org/?Yohanes+3:17 >

Berdoa Cuaca Cerah

Johny hendak bersiap merayakan natal di gerejanya di kawasan Depok. Sebelum berangkat, Johny terlebih dahulu berdoa, "Tuhan biarlah cuaca cerah Engkau kirim di sepanjang perjalanan Johny menuju ke Depok, Amin."

Setelah berdoa demikian, barulah ia berangkat menuju gerejanya naik sepeda motor. Karena ini adalah bulan Desember, ternyata sepanjang perjalanan hujan turun dengan lebatnya, semua itu di luar perkiraan Johny.

Akhirnya Johny hanya bisa berteduh di sebuah halte bis sembari berdoa, "Akh...Tuhan...masa Depok saja nggak tahu!"

[Sumber: http://www.ketawa.com/2009/09/6320-berdoa-agar-cuaca-cerah.html#ixzz2hxa...

Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.(Matius 5:45) < http://alkitab.sabda.org?Matius+5:45 >

Kelelahan

Sepulang dari kebaktian Natal, seorang istri pendeta berbaring di sofa karena kelelahan. Ia menumpahkan kekesalannya, "Aduuuh, Aku benar-benar merasa capek."

Sang suami memandangnya dan berkata, "Aku heran dengan kamu. Aku telah memimpin dua kebaktian Natal kemarin malam. Hari ini memberi lima kali khotbah. Lalu, kenapa kamu yang merasa kelelahan, Bu?"

Dengan wajah masam sang istri menjawab, "Masalahnya, Aku yang harus duduk dan mendengarkan semua khotbah itu, kan?"

[Sumber: http://www.lucubanget.net/humor-kristen.php?page=3]

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.(1 Korintus 15:58) < http://alkitab.sabda.org?1Korintus+15:58 >

Punya Tempat Tidur

Menjelang Natal, Rio, anak berusia 3 tahun mengunjungi bibinya yang sedang hamil tua. Dia ingat cerita guru sekolah minggunya tentang Bayi Yesus yang akan lahir pada hari Natal. Penuh dengan perasaan penasaran, si Rio memegang perut bibinya. Dia merasakan gerakan, dan bibinya menjelaskan bahwa si bayi sedang menendang-nendang.

Malam harinya si Rio masih penasaran dan ingin memegang perut bibinya lagi. Namun, satu menit beralu, tak ada gerakan sama sekali. "Kenapa bayinya tidak bergerak, Bi?" tanyanya.

"Bayi Bibi sedang tidur, Nak."

"Wow, apakah dia juga punya tempat tidur di dalam situ seperti yang kupunya, Bi?"

Kura2, kodok dan si kaki seribu

Ada 3 sahabat: Kura2, Kodok, Ulat Kaki 1000..
Mereka sedang merayakan ultah si Kura2 di rumahnya Kura2.
Gak lama si Kodok nanya,"Kur, gak ada rokok nih?"
"Gak ada, Dok. Lupa beli gw.. Beli gih Dok!" kata kura2.
"Ah gila! Masa lo yang ulang taun gw yang suruh beli?! Lo juga kan tuan rumah Kur. Edaaann lu!!" bantah Kodok.
"Gw kalo jalan lelet Dok.. Ya udah, si Ulet Kaki 1000 aja yang beli. Tolong ya Let.." bujuk Kura2.
"Hmmm... Ya udah deh gpp. Sini duitnya.." kata Ulet.
Pergilah si ulet... 1 jam... 2 jam... 3 jam.... Ulet gak pulang2.. Kodok & kura2 pun resah dan kesal si Ulet gak pulang2..
"Ke mana ya si Ulet, Dok?" tanya Kura2.
"Tau nih.. Lama banget. Susulin aja yuk!" ajak si Kodok.
Begitu buka pintu mau keluar rumah.. Alangkah kagetnya Kodok dan Kura2 ngeliat si Ulet masih di depan pintu, blom pergi2 juga..
"Woy, ngapain aja dari tadi di sini? Qta pada nungguin juga! Mana rokoknya?" tanya si Kodok.
"Rokok gigi lo peyang!! Gw blom beli rokok!!" bantah si Ulet.
"Lahh??? 3 jam ke mana aja lo gak beli2 rokok??" bentak si Kura2.
Si Ulet Kaki 1000pun marah... "Lu pade gak liat gw lagi pake sepatu...!!!!!!"

DUDUK DALAM MOBIL

Boni terkenal sebagai anak "ugal-ugalan". Dia sering menaiki motor tanpa aturan yang benar. Pada malam Natal Boni pulang dengan wajah babak belur.

Ibu : "Kamu kenapa lagi, Bon? Pada hari Natal saja kamu tetap berulah."

Boni: "Boni menabrak bapak-bapak tua yang sedang duduk, Ma."

Ibu : "Apa??!!... Sekarang keadaan bapak itu gimana? Apa sudah dibawa ke rumah sakit? Kog, kamu babak belur gitu? Kamu aja babak belur gitu, bagaimana dengan bapak-bapak itu?"

Boni: "Ma..."

(sebelum Boni menjelaskan, si Mama nerocos aja tanya macam-macam tentang kejadian itu)

Ibu : "Sudah ada pihak keluarga yang dihubungi apa belum?..dst..."

Boni: "Ma! tenang dulu dong, bapak-bapak itu tidak terluka sedikitpun, (si Mama terbengong)... Lha wong bapak itu duduk didalam mobil."

Keponakan

Mike, sedang mengunjungi saudara laki-lakinya yang sudah berkeluarga dalam rangka merayakan Natal, terkagum-kagum ketika mendapati keponakannya, Timmy, yang masih kecil sudah bisa membantu orangtuanya membuat kue.

Setelah mereka selesai membuat kue, Ibu Timmy mengizinkan Timmy menghiasi kue tersebut dengan krim. Ketika Timmy sudah menyelesaikannya, dia membawa kue tersebut dan ditaruh di atas meja.

"Wah, kuenya kelihatan lezat sekali, Tim." puji Mike. Mike lalu mengambil sepotong kue dan menggigitnya sambil melihat pada kue-kue yang masih ada di piring. "Tim, kue ini betul-betul lezat."

Setelah Mike menghabiskan satu potong kue, dia kemudian mengambil potongan kue yang kedua dan memberi komentar kepada Timmy. "Kue-kue ini sangat indah dipandang mata," kata Mike. "Bagaimana caramu menaruh krim di atas kue ini dengan begitu rapi, tidak belepotan ke mana-mana?"

Sambil menunggu jawaban dari Timmy, Mike memakan potongan kue yang kedua dengan sekali gigit.

Lalu Timmy menjawab, "O, itu mudah, Om! Aku jilati saja krim-krim yang belepotan di atas semua kue itu."

Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. (Matius 23:38).

:D

BUAT BELANJA

Suami: "Ma, papa minta maaf, Natal tahun ini papa ngga bisa kasih kado mama. Uang papa sudah habis"

Istri: "Tidak apa-apa, Pa. Mama juga minta maaf ya, soalnya kemarin mama pakai kartu kredit papa buat belanja."

Suami: "$&^&*%^%!$*&????"

SAMA SAJA

Suami: "Apa yang kauinginkan sebagai hadiah Natal besok?"

Istri: "Aduh, Papa mau ngasi mama hadiah?! (Ini tidak pernah terjadi) Apa ya...? hm... Aku sendiri tidak tahu"

Suami: "Baiklah, kalau begitu, Papa beri waktu mama satu tahun untuk memikirkannya."

BINTANG TIMUR

Rina yang masih berusia 7 tahun akan memanjatkan doa pada malam Natal.

Ibu: "Nak, yuk! Kita berdoa supaya kita seperti matahari yang menjadi terang bagi semua orang."

(Rina teringat akan drama kebaktian Natal sekolah Minggu pagi itu)

Rina: "Nggak, Ma. Rina ngga mau jadi matahari. Matahari kan bersinar pada waktu siang. Rina mau jadi bintang timur saja, yang bersinar pada malam yang gelap."

TELAT MALAM NATAL

Mama: Cindy, kenapa kau berteriak dan menjerit-jerit seperti itu? Sungguh menakutkan suaramu itu!! Cobalah bermain seperti Eddie. Lihat tuh, dia hanya diam saja tidak bersuara!

Mary: Tentu saja Eddie cuma diam, Ma! Karena itu bagian dari permainan kami. Kami sedang bermain drama yang berjudul "Telat Malam Natal". Eddie berperan sebagai papa yang pulang terlambat, dan aku adalah Mama!

"Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum." (Mazmur 37:30)

Sumber: Redaksi

SUHU

Elizabeth yang sedang mengunjungi orang tuanya untuk merayakan hari Natal bersama sedang diinterogasi sang mama mengenai caranya memandikan bayi.

Mama: Elizabeth, jika kau memandikan bayimu, apakah kau menggunakan termometer untuk mengukur suhu airnya seperti yang pernah aku katakan padamu?

Elizabeth: Tidak, Ma, aku bisa kok mengetahui suhu airnya tanpa menggunakan termometer. Kalau airnya terlalu panas, kulit bayiku akan berubah menjadi merah, kalau airnya terlalu dingin, kulitnya akan berubah menjadi biru.

"Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu." (Amsal 6:20)

Sumber: The Big Book of Jokes & Riddles, p.375

Siapa Berani??

Setelah pertunjukan sirkus untuk memeriahkan acara Natal di sebuah desa terpencil, pemilik sirkus memarahi seorang penjaga binatang.

Pemilik sirkus: Kenapa kau tidak pernah menutup pintu kandang singa waktu malam?

Penjaga: Tenang saja, Pak. Siapa sih yang berani mencuri singa?

"Apakah orang yang mempunyai hikmat menjawab dengan pengetahuan kosong, dan mengisi pikirannya dengan angin?" (Ayub 15:2)

Sumber: Redaksi

Gigi Baru

Aldo : Kek, Apa yang Kakek persiapkan untuk Natal kali ini, Kek?

Kakek: Gigi palsu yang baru, Cu!

Aldo : Lho?

Kakek: Iya, supaya Kakek bisa makan daging sepuasnya!

"Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;" (Markus 1:2)

Sumber: Redaksi

PAPA PELIT

Seorang suami yang pelit bercakap-cakap dengan istrinya sehari sebelum hari Natal tiba.

Istri: Pa, Mama minta uang. Mama harus belanja untuk persiapan Natal. Kita butuh pohon Natal, kalkun, dan beberapa hadiah untuk anak kita.

Suami: Ma, Mama tahu ngga hal yang penting yang seharusnya kita persiapkan untuk Natal?

Istri: Apa, Pa?

Suami: Tubuh, roh, dan jiwa kita.

Istri: Idih, Papa itu emang pelit, sih!

"Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri," (2 Timotius 3:2)

Sumber: Redaksi

HIASAN NATAL

Guru sekolah minggu sibuk mengurus keperluan untuk persiapan ibadah Natal di pos masing-masing. Setiap anak wajib membawa hiasan Natal untuk mendukung acara. Ada beberapa anak yang membawa kertas emas, ada beberapa lainnya yang membawa pita, kaus kaki merah putih, lilin warna-warni, dan hiasan-hiasan Natal lainnya.

Tiba-tiba seorang anak yang terkenal nakal di pos tersebut masuk dan tidak membawa hiasan apa-apa. Sang guru lalu bertanya, "Jo, apakah kamu tidak membawa hiasan Natal seperti teman-temanmu yang lain?"

"Enggak, Bu. Tapi saya membawa sesuatu yang penting!"

Lalu dia mengeluarkan korek api, "Ini, Bu. Kalau ngga ada korek ini. Ibu mau menghidupkan lilin dengan apa?"

"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara- perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar." (Lukas 16:10)

Sumber: Redaksi

MENGASIHI

Setelah mendengar khotbah Natal tentang saling mengasihi, seorang anak meminta sesuatu kepada ibunya untuk diberikan kepada bapak-bapak tua yang menurutnya butuh petolongan.

"Bu, boleh saya minta uang Rp 500,00 untuk Bapak tua yang menjerit-jerit di luar itu, Bu?"

"Oh tentu saja, Nak. Tapi, apa sih yang dijeritkan Bapak tua itu?"

"Es krim! Es krim! Rp 500,00 saja!"


Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. (1 Yohanes 2:10)

Sumber: Redaksi

KAHLIL GIBRAN

Sepanjang liburan Natal, seorang guru memberi tugas kepada semua muridnya untuk membuat puisi dan dikumpulkan pada saat masuk kembali.

Pada saat semua murid telah mengumpulkan tugas, sang guru meminta seorang muridnya tinggal di kelas sebentar seusai pelajaran. Sambil memegang kertas tugas murid tersebut, guru itu bertanya, "Apakah puisi ini kau sendiri yang membuatnya?"

"Setiap kata, Pak!" jawab sang murid bangga.

"Kalau begitu, sungguh suatu kehormatan bagi saya untuk dapat bertemu dengan Anda, Tuan Kahlil Gibran," sahut guru itu sambil tersenyum, "Kupikir, Anda sudah meninggal puluhan tahun yang lalu...."


"Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya," (Kolose 3:9)

Sumber: Redaksi

Khotbah Natal

Pada hari Natal tahun itu, sang pendeta senior pergi untuk menghadiri acara pernikahan anaknya di luar negeri selama 1 minggu sehingga yang menyampaikan kotbah Natal adalah pendeta muda di gerejanya. Setelah ia kembali dari luar negeri, ia bertanya kepada anggota jemaat, "Bagaimana khotbah pada malam Natal kemarin lusa?"

"Bagaimana ya, Pak. Khotbahnya amat membosankan. Tidak ada nilai-nilainya"

Saat bertemu dengan pendeta pembantunya, ia menanyakan hal yang sama kepadanya. Si pendeta muda menjawab, "Cukup baik acaranya. Namun aku tidak sempat mempersiapkan khotbahku karena sibuk mempersiapkan acara itu sendiri. Tapi, aku beruntung menemukan salah satu naskah khotbahmu. Kemudian, aku menggunakannya untuk khotbah malam Natal itu."

 

Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. (Amsal 30:5)

Diambil dan diedit dari: Kumpulan Ilustrasi & Humor Rohani, 92

Tuhan Masih Bisa Mendengar

Jimmi dan Bill, usia 6 dan 10 tahun, tinggal bersama nenek mereka selama seminggu saat orang tuanya ke luar kota.

Saat itu beberapa hari menjelang Natal, dan anak-anak bersiap-siap tidur. Nenek mereka ada di ruang sebelah dan menunggu mereka sampai tidur sehingga ia bisa mematikan lampu kamar mereka.

Jimmi berdoa dan kemudian menyelimuti dirinya sendiri. Bill, masih bersujud, terus berdoa memohon banyak hadiah Natal. Saat dia berdoa, suaranya semakin lantang, dan ia mengulang-ulang doanya.

Merasa terganggu, Jimmi bangun dan mengeluh, "Hei, kamu ngga perlu berdoa keras-keras seperti itu; Tuhan itu ngga tuli!"

Kemudian dengan ketus Bill menjawab, "Tuhan memang tidak tuli tapi nenek di sebelah kan sudah terganggu pendengarannya!".

Sumber:
Situs Aspurakutim (http://aspurakutim.co.cc/index.php/blog/cerita/74-humor-natal-tuhan-masi...)

Kriminal Natal

Menjelang Natal, seorang hakim yang hatinya bersuka cita, bertanya pada seorang napi, "Kamu ditangkap atas tuduhan apa?"

Napi itu menjawab, "Karena belanja kebutuhan menjelang Natal." Hakim itu segera berkata, "Wah kalo itu sih bukan pelanggaran. Jam berapa sih kamu belanja?"

Napi itu dengan kalemnya menjawab, "Sebelum toko itu buka, Pak!"

Sumber: Majalah Cosmo Girl, Desember 2007, 60

Berburu Kado

Seminggu sebelum hari Natal tiba, Tom memutuskan akan mencari hadiah super istimewa untuk pacarnya. Jadi, dia pergi ke sebuah departement store.

Tom bertanya, "Boleh lihat parfumnya, Mbak?" yang disambut penjaga toko dengan menunjukkan botol tinggi seharga Rp. 500.000,-.

"Agak mahal, ya?" kata Tom sehingga penjaga toko mengambil botol lain yang lebih kecil dengan harga Rp. 300.000,-.

Tom mengeluh, "Hmmm, yang ini masiih kemahalan juga..."

Dengan sedikit merasa kesal, sang penjaga mengeluarkan botol mini yang harganya Rp. 150.000,-.

Tom ngomong dengan ragu-ragu, "Maksudnya... saya mau membeli sesuatu yang sangat murah." Lalu penjaga toko pun spontan memberikan cermin kepadanya.

Diambil dari: Majalah Cosmo Girl, Desember 2007, 60

Ayahku Sinterklas

Desi selalu yakin bahwa ia akan mendapatkan banyak hadiah saat Natal tiba.

"Ibuku kenal Sinterklas secara pribadi," katanya. "Dia bahkan tahu nomor teleponnya, meski jaraknya jauh."

"Wah, bagus dong," kataku. "Pasti Natalmu akan sangat menyenangkan nanti."

"Yeah," katanya. "Sinterklas selalu meninggalkan lebih banyak hadiah di rumahku daripada di rumah-rumah lain."

"Wow, keren. Tapi aneh ya??..." tanyaku

"Soalnya Sinterklasnya tu ayahku"

Ancaman Natal

Seorang bocah sangat menginginkan sebuah sepeda baru untuk hadiah Natalnya. Karena itu, ia menyiapkan sebotol susu untuk Sinterklas yang ia harap akan datang ke rumahnya dan kemudian memberikannya sebuah sepeda baru.

Dan benar, pada tengah malam, datanglah Sinterklas ke rumahnya. Saat ia melihat segelas susu dengan label "Untuk Sinteklas" tersebut, ia sangat senang. Di malam yang dingin, ia pun meneguk habis susu hangat yang disiapkan oleh bocah tadi.

Setelah menghabiskan susu segelas itu, ia menemukan sepucuk surat di samping gelas susu tadi, tertulis: "Sinterklas, jika kamu menaruh sebuah sepeda baru di bawah pohon Natal, aku akan berikan penawar racun yang aku campur dalam susu yang kau minum. Timmy."

"Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5)

Sumber: http://www.jokesandhumor.com/jokes/462.html

Pemerasan Natal

Natal akan segera tiba, dan Sam bertanya pada ibunya apakah ia bisa memiliki sepeda baru. Jadi, sang ibu memberitahunya untuk memintanya dengan menulis surat kepada Sinterklas. Tapi, Sam malah ingin menulis surat pada bayi Yesus. Ibunya membolehkannya.

Sam pergi ke kamarnya dan menulis, "Yesus, aku sudah menjadi anak yang baik dan ingin mendapat hadiah Natal berupa sepeda."

Namun, ia tidak terlalu puas dengan tulisannya itu ketika ia membacanya ulang. Maka ia mencoba untuk menulis lagi, dan kali ini ia menulis, "Yesus, selama ini aku sering menjadi anak yang baik, dan sekarang ingin sepeda untuk hadiah Natal."

Ia membacanya lagi dan tidak puas juga dengan tulisan itu. Ia mencoba menulis lagi untuk ketiga kalinya, "Yesus, aku bisa menjadi anak yang baik dan aku akan sangat berusaha untuk menjadi anak yang baik jika aku mendapatkan sepeda baru."

Ia membacanya lagi, namun ia belum puas juga. Maka, ia memutuskan untuk jalan-jalan sebentar sambil memikirkan bagaimana baiknya suratnya. Setelah beberapa waktu, saat jalan-jalan, ia melewati sebuah rumah-rumahan di mana terdapat patung Bunda Maria di dalamnya. Ia pun merangkak mendekati patung itu, mengambil patung dan menyembunyikan patung itu di balik jaketnya, buru-buru pulang ke rumah, dan kemudian menyembunyikannya di bawah tempat tidur. Lalu ia menulis surat, "Yesus, jika Kamu ingin bertemu dengan ibu-Mu lagi, sebaiknya Kamu memberikanku sepeda."

"Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat." (Yakobus 3:16)

Sumber: http://www.christmas-time.com/ct-jokes.htm

Penyakit Aneh

Seorang dokter menerima pasiennya yang terakhir pada malam Natal. Seorang ibu masuk ke ruang periksa dengan anak perempuannya, dan meminta sang dokter untuk memeriksanya karena ia menunjukkan gejala aneh, termasuk peningkatan berat badan yang drastis, mual pada pagi hari, dan sejumlah idaman aneh.

Dokter itu memeriksanya dengan saksama dan akhirnya memberitahu sang ibu bahwa putrinya hamil. Setelah mendengarnya, ibu itu protes, "Jangan konyol, Dok, pacaran pun anakku tidak pernah."

Gadis itu memastikan pernyataan ibunya dan ia mengaku bahwa mencium pria pun ia tidak pernah.

Dokter itu memeriksa gadis itu lagi dan dalam hati terkejut, kemudian berjalan menuju jendela dan melihat keluar.
Mengira sesuatu yang buruk terjadi, sang ibu bertanya pada dokter apakah ada masalah.

"Tidak, tidak ada masalah," jawab dokter. "Mungkin hanya kebetulan, namun terakhir kali hal ini terjadi, sebuah bintang yang terang muncul di Timur."

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." (Yohanes 17:3)

Sumber: http://www.christmas-time.com/ct-jokes.htm

Selalu Baju untuk Natal

Ben yang berusia 8 tahun nampaknya memiliki kenangan yang indah dengan Natal-Natal yang dahulu dilaluinya.

"Saat aku bayi, semua orang selalu memberiku baju saat Natal. Bagi mereka, tidak ada yang lebih baik untukku selain baju, dan aku tidak bisa protes waktu itu karena aku belum bisa bicara!"

"Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." (Matius 11:6)

Sumber: Kids Are Still Saying the Darndest Things

Ingin Bayi Saat Natal

"Apa yang terjadi di rumahmu Natal tahun ini?" tanyaku kepada Regina yang berusia 5 tahun.

"Semuanya berantakan. Sinterklas menaruh semua kaos kaki di tempat yang salah. Dan ia juga lupa akan hadiah yang aku minta. Ayah bilang mungkin sinterklas terantuk kepalanya saat menuruni cerobong asap."

"Lalu, apa sih yang kamu minta pada sinterklas, tapi ngga kamu dapatkan?"

"Aku ingin seorang bayi."

"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
(Matius 7:11)

Sumber: Kids Are Still Saying the Darndest Things

Boleh Judi, tapi Jangan Curang

Empat orang telah bersepakat untuk menunggu Natal menjelang dengan bermain judi.

Sebelum permainan dimulai, sambil mengocok kartu, si bandar judi berkata, "Dalam permainan nanti tidak boleh ada yang bermain curang. Ingat, curang itu dosa, apa lagi ini malam Natal!"

"Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat." (Pengkhotbah 5:1)

Sumber: Guyonan Alim

Cape' Deh!

Seorang anak kelas satu SD tidak mau bergabung dengan teman-teman sebayanya yang dengan ceria ngobrol tentang liburan Natal.

"Apa kamu ngga suka liburan Natal?" tanyaku.

"Ngga terlalu," akunya. "Capek, karena orang tuaku selalu menghadiri banyak sekali kebaktian Natal, dan aku harus selalu ikut."

"Loh, orang tuamu pendeta, ya?" tanyaku penasaran.

"Bukan, hanya anggota gereja biasa," jawabnya, "kami harus selalu ikut agar mama tidak perlu masak lagi di rumah, cape' deh."

"Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya." (1 Tawarikh 28:9)

Kiriman dari: Mama Abe

Tuhan Punya Tangan?

Jenny yang berusia 7 tahun memiliki suatu masalah dengan hal seputar Natal.

"Yang kuingin tahu adalah Tuhan itu punya tangan atau ngga, sih?"

Mendengar pertanyaan itu, aku mendekat dan menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan, "Mengapa kamu ingin tahu?"

"Karena, hari ini kan ulang tahunnya, dan aku ingin memberi-Nya sebuah hadiah, tapi aku ngga tau apa nanti Dia bisa membukanya atau tidak."

"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran." (Yohanes 1:14)

Sumber: Kids Are Still Saying the Darndest Things

Ke Mana Yesus Saat Natal

Para penghuni surga sedang berkumpul dan bertukar pendapat. Pada kesempatan itu, Petrus mengajukan pertanyaan, "Natal tahun ini, kira-kira Yesus akan berkunjung ke mana?"

Setelah mereka merenungkan pertanyaan itu, ada yang menjawab, "Ke daerah pegunungan yang baru saja kena musibah awan panas."

"Tidak, karena di sana telah ada banyak orang yang membantu saudaranya yang sedang mengalami penderitaan."

"Ke tempat ziarah?"

"Tidak juga, karena tempat ziarah sekarang sudah ramai dikunjungi umat."

"Pasti ke tempat orang miskin!"

"Saya kira juga tidak, karena sekarang membantu orang-orang miskin sudah semakin nge-trend!"

"Lalu, menurutmu ke mana?"

"Yesus akan berkunjung ke hati manusia karena sekarang ini banyak manusia yang meninggalkan hatinya."

"Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya." (Yeremia 24:7)

Sumber: Merenung sambil Tersenyum Tersenyum sambil Merenung 1

Sinterklas = Ayah

Mary selalu yakin bahwa ia akan mendapatkan banyak hadiah saat Natal tiba. "Ibuku kenal Sinterklas secara pribadi," katanya. "Dia bahkan tahu nomor teleponnya, meski jaraknya jauh."

"Wah, bagus dong," kataku. "Pasti Natalmu akan sangat menyenangkan nanti."

"Yeah," katanya. "Sinterklas selalu meninggalkan lebih banyak hadiah di rumahku daripada di rumah-rumah lain."

"Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan." (Yohanes 1:3)

Sumber: Kids Are Still Saying the Darndest Things

Merry Christmas

Pada tanggal 25 Desember yang berkabut, sebuah kapal besar menubruk kapal lain yang lebih kecil. Kapal kecil lain mengalami kerusakan berat dan terpaksa diseret kembali ke Inggris. Pemilik kapal kecil lalu mengadukan perkara tubrukan tersebut ke pengadilan.

Para saksi mata melihat bahwa kapal besar menubruk kapal kecil. Tapi kapten kapal besar mengatakan bahwa beberapa saat sebelum terjadi tubrukan, kapalnya telah mengirim sinyal kepada kapal kecil.

Hakim bertanya, "Siapa yang bertugas mengirim sinyal?"

Seorang kelasi muda maju dan berkata, "Saya, Pak Hakim."

Hakim bertanya pada kelasi tersebut, "Coba beritahu saya isi sinyal yang Saudara kirimkan!"

Kelasi muda itu menjawab dengan muka merah, "Merry Christmas."

"Beginilah firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan mengurus pelataran-Ku, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka yang berdiri melayani di sini." (Zakharia 3:7)

Sumber: Seandainya Mereka Bisa Tertawa

Berapa Lama Sih?!

Seorang yang sedang mabuk naik kereta di Limerick bertanya pada petugas soal lama perjalanan dari Limerick ke Cork, "Sekitar dua jam," jawab petugas. "Kalau begitu, berapa lama perjalanan dari Cork ke Limerick?" tanya orang mabuk itu lagi. "Ya sama; dua jam," jawab petugas itu kesal. "Apa yang membuatmu berpikir kalau perjalanan dari Limerick ke Cork dan dari Cork ke Limerick itu membutuhkan waktu yang berbeda?"

Orang mabuk itu menatapnya. "Hanya seminggu dari hari Natal ke Tahun Baru, namun dari Tahun Baru ke hari Natal itu rasanya sangat lama sekali ..., ya kan?! Beda kan?!"


"Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh." (Roma 1:22)

Sumber: Buffaloesjokes

Brokoli

Seorang bocah berusia empat tahun diminta berdoa untuk membuka makan malam pada malam Natal. Seluruh anggota keluarga pun menundukkan kepala.

Ia mulai berdoa, bersyukur atas semua temannya (menyebut nama mereka satu per satu). Kemudian bersyukur atas ibu, ayah, saudara, kakek dan nenek, serta paman dan bibi.

Lalu ia mulai bersyukur untuk berkat makanan.

Ia bersyukur untuk kalkun, buah-buahan, kentang, roti, makanan penutup, dan minuman.

Kemudian ia berhenti, dan semuanya pun menunggu, menunggu, dan menunggu.

Akhirnya, ibunya menyuruhnya untuk terus berdoa dan bersyukur untuk brokoli (satu-satunya makanan yang belum ia sebut).

Setelah terdiam sejenak, bocah itu memandang ibunya dan berkata, "Aku tidak bisa mengatakannya! Tapi aku tahu aku seharusnya mengucap syukur untuk itu juga. Aku bingung."

"Apa maksudmu, Sayang?" tanya ibunya.

"Karena hari ini adalah hari kelahiran Yesus, aku bertaruh ia pasti akan lebih mendengarkan doaku," kata bocah itu. "Jadi jika aku bersyukur untuk brokolinya, Ia akan tahu kalau aku berbohong. Lalu Ia akan memberitahu Santa kalau aku bohong. Dan itu akan membuatku tidak mendapat hadiah dari Santa!"


"Anak-anakpun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya, apakah bersih dan jujur kelakuannya." (Amsal 20:11)

Sumber: Buffalosjokes

Sepuluh Ribu atau Dua Puluh Ribu

Rumah Tomi dipenuhi oleh kerabatnya yang datang untuk makan malam merayakan Natal. Kakek memanggil Tomi yang berusia enam tahun dan mulai bertanya tentang sekolah, cewek, dan apa pun yang terpikir olehnya. Setelah beberapa saat, si kakek melihat bahwa Tomi sudah mulai bosan. Jadi, ia mengeluarkan dua lembar uang kertas untuk membuat Tomi tertarik -- lembaran sepuluh ribuan dan dua puluh ribuan. Ia menunjukkan dua lembar uang itu dan menyuruh Tomi memilih salah satunya. Tomi pun memilih yang sepuluh ribu.

Si kakek agak terkejut dan kecewa dengan keputusan Tomi tersebut. Ia kemudian mengeluarkan uang sepuluh ribuan lagi dan menyuruh Tomi untuk memilih lagi. Dan Tomi pun kembali memilih yang sepuluh ribu. Si kakek sekali lagi terkejut dan kecewa.

Ia membawa Tomi kepada salah satu pamannya dan menunjukkan betapa bodohnya Tomi -- memilih sepuluh ribu daripada dua puluh ribu. Demikian terus dilakukan si kakek. Ia menunjukkan kebodohan Tomi itu kepada sejumlah kerabat. Jika ditotal, si kakek telah menyuruh Tomi untuk memilih sepuluh ribu atau dua puluh ribu itu sebanyak lima belas kali.

Beberapa jam kemudian, setelah seluruh kerabat pulang, sang ayah yang mengetahui kebodohan Tomi itu menghampiri Tomi dan menanyakan mengapa ia memilih sepuluh ribu daripada dua puluh ribu.

Dengan tersenyum lebar, Tomi menjawab, "Jika aku memilih dua puluh ribu dari sejak awal, aku tidak akan mendapatkan 150 ribu!"


"Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya." (Amsal 20:5)

Sumber: Buffalosjokes

Ornamen Natal

John diminta untuk membawa dan menyimpan ornamen-ornamen Natal di loteng untuk dapat dipakai lagi tahun depan. Ia membawa banyak kotak penuh dengan ornamen-ornamen Natal. Saat menaiki dua anak tangga, ia terpeleset dan terjatuh.

Istrinya mendengar sesuatu dan berteriak, "Suara apa itu?"

"Aku baru saja jatuh dari tangga," katanya.

Istrinya segera berlari menghampirinya lalu berkata, "Apa ada yang patah?"

"Tidak, tidak ada, aku baik-baik saja."

Setelah terdiam beberapa saat, istrinya kemudian berkata, "Bukan kamu, maksudku ornamen Natalnya; apa ada ornamen yang patah?"


"dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga." (Filipi 2:4)

Sumber: Buffalosjokes

Pulang Kampung

Seorang pria di Mimika menelepon anaknya yang ada di Jakarta sehari sebelum malam Natal dan berkata, "Aku tidak bermaksud merusak harimu, tapi aku harus memberitahumu bahwa aku dan ibumu akan bercerai; sudah cukup aku menderita selama 45 tahun."

"Apa yang Ayah bicarakan?" teriak anak laki-lakinya.

"Kami tidak dapat bersama lagi," kata sang ayah. "Kami saling benci dan saya sudah muak membicarakan hal ini, jadi teleponlah kakak perempuanmu di Bandung dan katakan padanya mengenai hal ini."

Dengan kalut, ia menelepon kakaknya, yang kemudian berteriak di telepon, "Mereka tidak akan bercerai! Aku akan menangani masalah ini."

Ia segera menelepon ke Mimika dan berteriak kepada ayahnya, "Ayah nggak akan cerai. Jangan lakukan apa pun sampai aku tiba di sana. Aku akan menelepon adik dan kami akan tiba di sana besok pagi. Jangan lakukan apa-apa sampai kami tiba di sana, mengerti?" Ia menutup teleponnya.

Pria itu menutup teleponnya dan berkata kepada istrinya, "Oke," katanya, "mereka akan pulang saat Natal dan mereka juga membayar ongkos perjalanannya sendiri!"


"Tidak sesatkah orang yang merencanakan kejahatan? Tetapi yang merencanakan hal yang baik memperoleh kasih dan setia." (Amsal 14:22)

Sumber: Buffalosjokes

Hotel di Betlehem

Pasangan yang sangat religius sedang tur di Tanah Suci saat Natal dan berpikir untuk menghabiskan malam Natal di Betlehem, kota kelahiran Yesus.

Setibanya di sana, mereka mencari-cari kamar hotel, namun tidak ada yang kosong. Akhirnya, mereka berhenti di depan sebuah hotel dan sang suami turun dari mobil, lalu berkata pada istrinya, "Tetaplah di mobil, Sayang. Aku akan cari tahu apa masih ada kamar untuk kita."

Ia menghampiri meja resepsionis dan menemui hotelnya penuh. "Maaf, Tuan. Ini malam Natal, semua kamar sudah disewa." Berapa pun harga yang ditawarkan pria itu untuk sebuah kamar, si resepsionis tetap mengatakan bahwa tidak ada kamar yang kosong.

Akhirnya, pria itu berkata, "Aku yakin jika aku bilang kalau namaku Yusuf dan wanita yang menunggu di mobil itu bernama Maria yang sedang mengandung, kamu pasti akan memberi kami kamar."

"Saya rasa iya," kata si resepsionis.

"Oke," kata si pria itu. "Aku jamin, Yusuf dan Maria tidak akan datang malam ini, jadi kami akan sewa kamar mereka."


"Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." (Matius 8:20)

Sumber: Buffalosjokes

Santa Claus Atau Santa Cruz

Jimmy pulang dari sekolah ke rumah sambil membawa tes geografinya yang mendapat nilai jelek. Ibunya memeriksa pekerjaannya dan menemui bahwa Jimmy menjawab pertanyaan yang mudah dengan jawaban yang salah.

"Jimmy," katanya, "Santa Cruz itu di California."

"Bukan. Santa Cruz itu tidak ada, hanya fiktif."

"Santa Cruz itu ada. Apa yang membuatmu berpikir bahwa Santa Cruz itu fiktif?"

"Bukankah Ibu yang mengatakannya?" jawab Jimmy.

"Kapan aku mengatakannya?"

"Natal tahun lalu, ketika aku ingin tahu mengapa aku tidak mendapat hadiah kuda."

"Bukan Santa Cruz, saat itu aku bilang kalau yang fiktif itu Santa Claus, bukan Santa Cruz."


"Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus." (Ibrani 2:1)

Sumber: Buffalosjokes

Jam dan Parfum

Seorang gadis cilik sangat bangga akan hadiah Natalnya: jam dan parfum yang baru pertama kali itu ia miliki. Ia benar-benar menjadi pengganggu sepanjang hari -- menghampiri seluruh kerabatnya lalu menempelkan jamnya di telinga mereka dan memaksa mereka mencium parfumnya.

Seorang pendeta akan bertamu ke rumahnya untuk makan siang. Tapi sebelum pendetanya datang, ibu gadis itu berkata, "Jika kamu menyebut-nyebut jam dan parfum itu sekali lagi saja, aku akan mengurungmu di kamar seharian."

Makan siangnya berjalan mulus dan gadis cilik itu menahan mulutnya sampai makanan penutup dihidangkan. Ia ingin memastikan bahwa pendeta itu juga tahu akan jam dan parfumnya. Maka ia berkata, "Jika Anda mendengar sesuatu atau mencium sesuatu ..., itu pasti aku!"


"Bila engkau menyombongkan diri tanpa atau dengan berpikir, tekapkanlah tangan pada mulut!" (Amsal 30:32)
Sumber: Buffalosjokes

Harmonika

"Terima kasih buat harmonika yang Paman berikan Natal kemarin," kata Joni kepada pamannya saat bertemu setelah liburan. "Harmonika itu adalah hadiah Natal terbaik yang pernah aku dapatkan."

"Baguslah," kata pamannya. "Apa kamu tahu cara memainkannya?"

"Oh, aku tidak memainkannya," kata Joni. "Ibu memberiku uang seribu setiap hari supaya aku tidak memainkannya pada siang hari dan Ayah memberiku lima ribu seminggu agar aku tidak memainkannya pada malam hari."


"Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?." (Yeremia 17:9)
Sumber: Buffalosjokes

Menantu

Seorang sinterklas di sebuah mal sangat terkejut ketika seorang wanita muda berumur sekitar dua puluh tahunan menghampirinya dan duduk di pangkuannya.

Sinterklas biasanya tidak melayani permintaan orang dewasa, namun karena wanita itu tersenyum sangat manis kepadanya, jadi bertanyalah ia kepada wanita itu, "Apa yang kamu inginkan saat Natal?"

"Sesuatu untuk ibuku," kata wanita muda itu.

"Sesuatu ... untuk ... ibumu? Kamu baik sekali," kata sinterklas sambil tersenyum. "Kamu ingin aku memberi ibumu apa?"

Sambil mengedipkan mata, ia menjawab, "Menantu ...!"


"Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran." (Yakobus 1:17)
Sumber: Buffalosjokes

Sinterklas

Ketika seorang gadis kecil naik ke pangkuan Sinterklas, seperti biasa Sinterklas itu bertanya, "Hadiah apa yang kamu inginkan untuk Natal saat ini?"

Dengan mulut ternganga, gadis kecil itu menatap si Sinterklas selama beberapa saat, lalu dia bertanya: "Apakah Anda tidak menerima surat saya?"

 

/"Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.* (Matius 18:6)

Sumber: LABLaughs.

Panas

Seorang pelayan restoran yang frustasi karena tidak mendapatkan libur di malam Natal menyuguhkan secangkir kopi panas kepada seorang tamunya tanpa memberikan sendok untuk mengaduk kopi tersebut.

Untuk menyindir kelalaian si pelayan, tamu tersebut berkata, "Kopi ini sangat panas ... dan jika aku menggunakan jariku untuk mengaduknya pasti jariku melepuh karena kepanasan!!"

Sang pelayan lalu masuk ke dalam dapur. Tidak lama kemudian dia muncul dengan membawa satu cangkir kopi lagi dan berkata, "Mungkin yang satu ini tidak terlalu panas dan aman untuk jari Anda, Tuan!"

 

Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (1 Korintus 16:14)

Sumber: The Big Book of Jokes & Riddles, p.285.

Bersih-bersih

Smith pergi menghadap supervisornya di kantor depan. "Bos," katanya, "Untuk menyambut hari Natal, besok kami sekeluarga akan bersih-bersih rumah secara besar-besaran, dan istri saya membutuhkan saya untuk membersihkan loteng dan garasi, memindahkan dan mengangkat barang- barang."

"Tapi, Smith, saat ini tenaga kerja kita terbatas," jawab bos itu.
"Saya tidak dapat memberimu ijin."

"Terima kasih, bos," kata Smith, "Saya tahu kalau saya dapat mengandalkan Anda!"

 

dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. (Filipi 2:4)

Sumber: LABLaughs.