Puisi Natal

Puisi Hari Natal

Puisi Hari Natal ‘Pujilah Nama-Nya Selalu’

Saat malam tiba

Ada terang bintang bersinar yang sangat indah

Tidak seperti bintang biasa …

Bintang itu memberikan tanda bahwa Sang Juru Selamat sudah hadir di bumi ini

Untukku, kamu, dan kita semua

Yang percaya pada Kristus… Sang Juru Selamat

Kita patut berbangga dan bersukacita

Karena kedatangan-Nya membawa anugerah bagi setiap orang yang mau menerima-Nya

Nyanyikan pujian, penyembahan untuk kemuliaan Kristus

Nyanyikan senantiasa dengan penuh ucapan syukur

Pujilah nama-Nya selalu…

Sukacita dalam Nyanyian

Para gembala bernyanyi
Memuliakan Allah yang telah memberikan terang

Terang bagi hidup manusia
Terang bagi jalan-jalan kita

Terang itu mengantar kita pada seorang bayi mungil
Terang itu akhirnya terlihat nyata di depan kita

Bayi mungil itu ... Yesus
Yesus yang terlahir dari perawan Maria
Penuh kekudusan, penuh kesederhanaan

Bersorak-sorai haleluya
Memuji nama Allah di tempat yang mahatinggi
Sebab damai sejahtera telah Ia turunkan
Dan sukacita melimpah telah kita rasakan

Allah Punya Rencana Indah untuk Anda

Harapan

Harapan bukanlah strategi
Tanpa rencana, harapan tidak lebih dari sebuah ide

Allah memiliki rencana
untuk Anda

Untuk memberikan Anda harapan
Untuk masa depan yang lebih baik
dan hidup yang lebih indah
bersama-Nya

Sebab Aku mengetahui rencana-
rencana yang Aku miliki bagi kamu,
kata TUHAN,
rencana-rencana untuk kesejahteraan
dan bukan untuk kemalanganmu,
untuk memberimu
masa depan dan
PENGHARAPAN.

Yeremia 29:11

Sumber Title: 
Hope - An Encouraging Christian Video

Kelahiran, Kematian, Kebangkitan

Bukan karena kita taat
Kristus menyelamatkan kita
Bukan karena kita meninggalkan hal-hal buruk
Kristus berbelas kasih kepada kita

Kristus lahir,
Kristus hidup sama seperti kita
Kristus mati di kayu salib
Karena Kristus begitu taat kepada Allah Bapa

Ketaatan Kristus pada Allah
melayakkan kita datang kepada-Nya
Kita didamaikan oleh-Nya
Kita diterima Allah hanya karena Dia

Bersyukur,
Kristus lahir di dunia ini sebagai Juru Selamat kita

Bersyukur,
Allah begitu besar kasih-Nya kepada kita

Bersyukur,
Kristus taat kepada Allah Bapa

Melalui kelahiran Kristus, kematian, dan kebangkitan-Nya
Marilah kita terus taat melakukan kehendak-Nya

Hakikat Natal

lonceng-lonceng dan genta-genta
berdentang-dentang pada hari natal
lagu-lagu natal yang sudah kita kenal
o, betapa indah seru nafiri dari langit
"damai sejahtera di bumi, di antara
manusia yang berkenan kepadaNya!"

umpama pada hari natal
lonceng genta di semua gereja
tiada henti melagukan tembang sama
"damai sejahtera di bumi, di antara
manusia yang berkenan kepadaNya!"

mungkin kita lalu putus asa dan terluka
sebab damai di bumi sudah langka
hasrat berkuasa manusia makin riuh
buah-buahnya, o, mengerikan
sang tembang kedamaian
menjadi lagu olok-olok

"damai sejahtera di bumi, di antara
manusia yang berkenan kepadaNya!"
hohohuhuhaha, olok-olok jalan terus
tapi tembang damai bergulir terus
dentang gemanya semakin lantang

siapa berkenan kepadaNya berderap
siapa berkehendak baik berpadu
dengan butir-butir waktu
dengan pernik-pernik ruang

sebab hakikat sang natal
adalah tawaran cintakasih
dari pusat-pusat keabadian
bagi kita semua

Sumber:
http://www.kumpulan-puisi.com

Puisi Natal dalam 4 Kalimat

Hari yang di tunggu
Selalu dirasakan penuh damai dan cinta
Semua keluarga berkumpul dari jauh dan dekat
Kasih Yesus selalu untuk selamanya met natal yah
(Oleh: Zhan MauRen Da Costa)

Hadiah terindah bagi setiap orang percaya.
Hadirnya Kristus ke dunia.
Hati kita dipenuhi kasih-Nya.
Hati kita bersukacita karena Natal telah tiba.
(Oleh: Shmily Tilestian)

Palungan tempat Ia dibaringkan.
Kain Lampin yang menghangatkan.
Senyum manis ada di wajah-Nya.
Datanglah penyelamat dunia.
(Oleh: Bernadheta Karunia Dwi Oktama)

Dilahirkan dari bunda Maria.
Anak manusia yang dapat menyelamatkan seisi dunia.
Dengan darah-Nya yang mulia.
Kemuliaan sampai selama-lamanya.
(Oleh: Bernadheta Karunia Dwi Oktama)

Tuhan Kau anugerah bagiku,
Arti hadir-Mu di dunia adalah hadiah tak ternilai dari apa pun,
Bersyukurku karena pertolongan-Mu adalah mukjizat dalam setiap hidupku,
Serta kekal bersama-Mu itulah kerinduan setiap jiwa insan.
(Oleh: Monang Manullang Sro)

seorang bayi kudus akan lahir di sebuah kandang yang hina.
Dia terbaring dalam palungan yang begitu manis.
Dan kini kita akan merayakan kedatangan sang bayi yang dikasihi Tuhan.
Untuk datang ke bumi menyelamatkan umat manusia dari dosa.
(Oleh: Putra Pelangi)

Kandang Betlehem

Bukanlah sebuah istana yang megah dan terhormat
Allah memilih rumah pertama bagi AnakNya;
Tidak ada kilau kemuliaan yang luar biasa,
Dengan ruang bertiang dan kubah;
Oh bukan! sebuah kandang, sederhana dan papa,
Dan demikianlah lahir, tak dikenal, tak terbayangkan,
Pewaris Surga dan Bumi.

Tidak ada sekumpulan pelayan yang cemas di sana,
Untuk melayani anak yang baru lahir,
Yusuf sendiri dan Maria saja
Dengan bayi yang tersenyum;
Mereka tidak memiliki kain linen bagus bersulam
Untuk membungkus lengan mungil itu
Tidak ada pakaian bayi yang mahal dan berwarna-warni,
Tidak ada bahan yang terbuat dari emas.

Datanglah ke tempat pembaringan Juru Selamatmu yang sederhana,
Kalian semua yang rendah hati,
Dan belajarlah dengan kepala yang tertunduk dan hormat
Pelajaran yang akan diberikan;
Akan mengajarmu untuk tidak menjunjung terlalu tinggi
Kekayaan di dunia yang sia-sia -
Tetapi untuk tertambat di langit cerah Allah
Harta sesungguhnya yang berharga.
(t/Jing Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs:Looking Unto Jesus
Alamat URL:http://www.lookinguntojesus.info/Devotional/CompiledChristianArticles.ht...
Judul asli artikel: The Stable of Betlehem
Penulis artikel: -
Tanggal akses: 8 Mei 2014

Yesus Ada di Hati Kita

Bahagia itu ...
Bisa bersyukur dan menikmati kasih Tuhan

Bahagia itu ...
Bisa melihat saudara-saudari kita bersatu dalam kasih

Bahagia itu ...
Bisa hidup di dalam kasih Tuhan dan menceritakannya

Bahagia itu ...
Bisa berbagi kasih Tuhan kepada sesama

Bahagia itu ...
Bisa memaknai Natal dengan benar dan terus merindukan Yesus tinggal di dalam hati kita

Sudahkah Anda merasa bahagia?

Ditulis oleh: Shmily

Makna Natal dalam Lima Kata

Di bawah ini adalah kumpulan ungkapan makna Natal dalam 5 kata dari penggemar Facebook Natal:

Iis Restya Inta: Terberkati, keluarga, juruslamat,cinta, kasih.

Phasa Joshua: DAMAI

Christian K Manekowarno: Aku, beroleh, anugerah, karna, lahir-Nya.

Iche R. Wagi Tanggela: Juru Selamat lahir & membawa DAMAI bagiku.

Ibeth Aprilika Simarmata: Damai, kasih, berkelimpahan bersama Yesus.

Helida Silalahi: Bersukacita, damai, anugerah, kehidupan baru.

Arini Zebua Huze: Damai,sukacita,kebahagiaan.

Parsimin Gideon: Kasih Bapa nyata bagi manusia.

Pen'nk Waruwu: Lahir-Nya Juru Selamat Yesus Kristus.

Siska Salatan: Saat berkumpul bersama Keluarga Besar.

Tantie Chayank: Sukacita, bersama Yesus luar biasa.

LJ LithaJeane: Keluarga Sukacita Damai dalam Kristus.

Ibu Dari Daniel Sitorus: Kasih yg sempurna d karuniai Tuhan Yesus.

Marloyati Rohi: Damai sejahtera, sukacita surgawi bagiku.

Katharina Widyastuti: Sukacita atas kelahiran Yesus.

Gabriel Damanik: GLORIAaaa.....

Rina Oktaviani: Damai

Gus Thy: N=yata A=nak T=uhan A=llah L=ahir

Bang Ando II: Senang dan sedih menjadi satu.

Juni Sinambela: Damai sejahtra, sukacita dan keselamatan.

Vivi Toroez: SaLing cinta, menyayangi, membagi kasih.

Barita Ngolu Naibaho: Natal (kelahiran di kandang domba): rendahkanlah hatimu, supaya Yesus meninggikannya.

Arieze Sueka Chandah: Sukacita damai sejahtera dan cinta kasih.

Yana Lebang: Pohon natal, lagu natal, doa natal, family n friend...sangat damai.

Shmily Tilestian: Yesus lahir untuk kita semua.

Sua Nal: Bersama menyambut Yesus Kristus Juruselamat!

Natalie Shte: Hati sukacita, terharu buat Yesus yg lahir utk kita.

Elindus Junintar Gultom: Yesus Lahir Dihatiku Untuk Selamanya.

Timothy Happy Santoso: The joy of the christmas.

Magdalena Atalani: Yesus semakin besar dalam diriku.

Natal Wow ... luar biasa sekali ungkapan makna Natal dari teman-teman Natal. Terima kasih untuk semua ungkapan Natal yang sudah diposting di Facebook ini. Silakan teman-teman yang lain ikut bergabung dan ungkapkanlah makna Natal yang ada di dalam hati Anda ....

Fransiskus Yohanes: Life With Is A Wonderful Adventure.

Natal Fransiskus Yohanes: Ya, dengan tetap berjalan bersama Tuhan. Amin.

Lihatlah ungkapan makna Natal yang lain di: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=623259584391519&id=246...

Agustinus

Pencipta manusia menjadi Manusia,
supaya Ia, penguasa bintang-bintang,
dapat menyusu pada ibu-Nya
supaya sang Roti dapat lapar,
sang Sumber Air dapat haus,
sang Terang dapat tidur
sang Jalan dapat menjadi lelah;
supaya sang Kebenaran dapat dituduh atas kesaksian palsu,
sang Guru dapat dihajar dengan cambuk,
sang Dasar dapat dipancang di kayu;
supaya sang Kekuatan dapat menjadi lemah,
sang Penyembuh dapat terluka;
sang Hidup dapat mati.
- Agustinus dari Hippo (Sermons 191.1)

Man’s maker was made man,
that He, Ruler of the stars, might nurse at His mother’s breast;
that the Bread might hunger,
the Fountain thirst,
the Light sleep,
the Way be tired on its journey;
that the Truth might be accused of false witness,
the Teacher be beaten with whips,
the Foundation be suspended on wood;
that Strength might grow weak;
that the Healer might be wounded;
that Life might die.

- Augustine of Hippo (Sermons 191.1)

Hosana Bagi Tuhan

Oleh: Itha Huky Mena

Haleluya, bersorak-sorailah menjelang Kedatangan Yesus Almasih,
Sang Penebus dosa dunia...
Terima kasih Sang Bayi Mungil yang berbaring di palungan,
di kandang yang hina,

Engkau telah datang menebus segala dosaku,
Syukur pada-Mu TUHAN ....
HOSANA HOSANA HOSANA bagi TUHAN!!!
Sambutlah DIA ....

1 Desember 2012

Natal, Natal

Oleh: Jenry Pai

Natal itu indah..
Natal dinanti..
Natal pasti ramai dengan sukacita..

Natal di mana seluruh orang percaya serentak berseru Kristus telah lahir..
Natal natal.. Juru Selamat telah lahir.. sambutlah Dia..

27 November 2012

Kau Hadir

Oleh: Gmi Ostrom

Kau hadir di saat aku sendiri,
Kau menyapa di kala kutak berdaya.
Aku tahu yang terbaiklah yang selalu Kau hadirkan buatku.
Terima kasih Yesus Tuhan atas kelahiran-Mu dan penyertaan-Mu.

21 November 2012

Dentang Lonceng

Oleh: Sevanni Paul


Dentang lonceng bergema di hati
menyambut lahirnya Sang Juru Selamat,

Ungkapan gembira tak dapat mewakilkan
syukur yang tak terkira.

Damai natal, damaikan hati.
Thank you, my Lord.
Amien

21 November 2012

Bintang Terang

Oleh: Stella Sondakh

Bintang di timur terang benderang.
Seterang hatiku menyambut Engkau Sang Juru Selamat.
Datang dan masuklah dalam hatiku serta bertakhtalah selalu.
Damai sejahteralah kiranya menjadi bagian hidupku.

21 November 2012

Di Dalam Kegalauan Hatiku

Oleh: Apry Therthy Apriliaa


Cahaya Natal mulai bersinar
Bunga Desember mulai tercium
Pohon terang 'kan benderang
Pertanda kelahiran Sang Juru Selamat 'kan tiba

Selamat datang Penebusku
Selamat datang Rajaku
Kaulah harapan bagi kami

21 November 2012

Tuhan, Kaulah Penolongku

Oleh: Dennise Patricilla

Tuhan, Kau adalah penolongku...
Di saat aku membutuhkanmu
Tiada orang yang tahu jika 'ku membutuhkan seseorang
Tuhan, terima kasih atas kebaikan-Mu dan kerendahan hati-Mu kepadaku
Dan karena kehadiran-Mu, bumi beserta isinya diselamatkan

"I Love JESUS"

21 November 2012

Natal Telah Tiba

Oleh: Ruddy Agustian


NATAL telah tiba
Semua hati gembira & bersukacita
Sambut datangnya, YESUS Sang Raja
Juru Selamat & Penebus dosa dunia
Kasihnya begitu nyata, dalam hidup kita
Terima kasih Bapa di surga
Atas semua berkat & karunia pada kami umat manusia

24 November 2012

Terima kasih

Oleh: Merry Christhina

Tuhan Yesus, terima kasih atas kelahiran-Mu..
Jika Kau tidak hadir ke dunia ini, bumi tidak tahu apa yang akan terjadi,
karena kelahiran-Mulah bumi diselamatkan,
Karena kerendahan hati-Mulah bumi beserta isinya memperoleh Karunia..
Terima kasih buat pengorbanan dan ketulusan hati-Mu mencintai kami..

21 November 2012

Dia

Oleh: Eva Yun ELisa


Dia, Seorang yang s'lalu membantuku..
Dia yang selalu mendengar cerita..
Dia yang s'lalu ada di saat apa pun, untukku dan membantuku..
Dia, akan lahir..
Menjadi Seorang yang sama sepertiku..
Namun, sekalipun Dia sama s'pertiku..
Dia tetap berbeda denganku..
Cahaya-Nya takkan mampu ditutupi..
Dia, dan akan selalu Dia tempatku kembali ke dalam canda.
Dan hanya Dia, yang akan menerimaku apa adanya..
Dia, Sahabat Setiaku ..

My Beloved, Jesus Christ..

Jbu :)

21 November 2012

Hati yang Bersukacita

Oleh: Shmily

Tak cukup hanya mulut yang bersorak-sorai "Kristus lahir, Sang Juru Selamat",
tapi hati kita terdiam seribu bahasa...

Tak cukup hanya tubuh yang menari-nari,
tapi hati kita dingin membeku...

Saatnya,
Siapkan hati kita menyambut-Nya dengan penuh

sukacita

ucapan syukur

kerinduan

kekaguman

dan pengharapan

beroleh hidup yang baru di dalam Tuhan

Kristus telah hadir dalam hati kita,
menyelamatkan jiwa kita,
membebaskan kita dari belenggu dosa,
dan memenuhi hati kita dengan kasih-Nya

Hatimu siap menyambut-Nya?

Selamat Datang di Hatiku

Oleh: C. Mouwlaka

malam sudah larut
meninggalkan jejak siang yang panjang
di padang rumput di lembah sepi
meringkuk dalam selimut malam yang dingin
beberapa gembala dan domba gembalaannya

sayup-sayup ada suara pujian
turun membelah langit malam
alam yang hening menjadi terbangun
segala yang hidup
menatap angkasa yang penuh tentara surgawi
dan terang surgawi membuka KASIH BAPA

"SEGALA PUJI BAGI ALLAH DI TEMPAT MAHA TINGGI
DAN DAMAI SEJAHTERA ATAS BUMI
DI ANTARA ORANG YANG BERKENAN PADANYA"

Tuhan Yesus
selamat datang di dunia
selamat datang di bumi
Selamat datang di antara manusia
Selamat datang di hati papa
selamat datang di hati mama
selamat datang di hatiku

Yogyakarta, 12 November 2003

Sumber: Kumpulan puisi

AttachmentSize
The_Shepherds010.jpg25.09 KB

Senandung Natal

Oleh: Suparwata Wiraatmadja

Nyanyi suci di malam hari
Mengalun setanggi sesela hati
Adik mengapa dikau sendiri
Bersama abang mari ziarah ke gereja suci

Sunyi hati di gelap hari
Serangga mati di nyala api
Kristus janganlah pergi sertai kami
dalam sepi jalan sendiri

Dan bulan, kerinduan yang dalam
menikam nurani pengembara di perlawatan
Tuhan di palungan betapa pun kebesaran
Manusia nikmat tertidur di peristirahatan

Nyanyi suci di malam sepi
Mengalun hati diayun setanggi
Adik mari berlutut di sini
Tuhan hadir bagi insani

Sunyi suci di gelap dini
Berayun hati digetar nyanyi
Dan adik mari bukakan diri
Kristus istirahlah di hati kami

Kristus! Lindungilah dan berkati
Ajar kami berendah-hati
Dan biarlah tanganmu suci
di dahi kami tersilang aman abadi

Sumber: Kumpulan puisi

AttachmentSize
Nativity_Scenes017.jpg9.52 KB

Yang Kudus

Oleh: George MacDonald

Mereka semua mencari seorang raja
Membantai musuh mereka dan mengangkat mereka;
Engkau datang, seorang bayi kecil
Kedatangan-Mu membuat seorang perempuan menangis.

O, Anak manusia, luruskan hidup saya yang sia-sia
Kehadiran-Mu memberi arti;
Bukan karena roda-roda-Mu di jalan,
Juga bukan karena lautan yang Kau arungi!

Engkau tidak peduli bagaimana atau siapa saya,
Bahkan Engkau turun ke dunia
Untuk menjawab semua kebutuhan saya,
Ya, setia doa yang telah dipanjatkan.

Sumber: Kumpulan puisi

AttachmentSize
Mary_and_Baby_Jesus013.jpg8.31 KB

Puisi Natal

Oleh: Leengnalty

Suara lonceng mulai terdengar hingga ke sudut-sudut kota
mengalun lembut selimuti jelang hari.
"sepertinya hujan tak jadi turun malam ini"

Dinginnya angin di bawah bulan penuh
serukan kedamaian di hari berbahagia.
Pujian dan syukur berpendar-pendar dari dalam gereja,
menerangi malam yang syahdu.

Di remang jiwa yang percaya
hingga tiada ganti akan kasihnya.
"semoga kita bertemu malam nanti"

Sumber: Kumpulan puisi

AttachmentSize
christmas.jpg33.98 KB

Ultah-Nya

berlapis kemeja baru
dengan kaki jeans biru
aku datang ke ultahNya
padahal aku tak membawa
secuilpun kado tuk diberi
tapi Ia terus terbuka

ia teris memberkati
tanpa henti
ku hanya bisa
menyanyi
memuja,memuja,memuji
melakukan yang Ia hendaki
sampai mati

Sumber: Kumpulan puisi

AttachmentSize
haba-nativity.jpg7.54 KB

Mari Datang Kepada-Nya

Sarlen Julfree Manurung

Satu hari di bulan Desember
Dentang lonceng Gereja riuh bersahutan
Memanggil, mengundang anak-anak Tuhan untuk datang
“Mari masuk, mari semuanya masuk…”
Pintu Rumah Tuhan telah terbuka

Terbuka untukku, untuk kamu, untuk mereka, untuk kita semua,
Sehingga kita bisa larung dalam sukacita,
Bersama-sama merayakan, lahirnya bayi Yesus di Bethlehem
Raja di atas segala raja, Tuhan, Juru Selamat manusia

Sumber: Kumpulan puisi

AttachmentSize
thebirthofchrist.jpg510.01 KB

Abadi

Oleh: MLPS

kutahu dia indah
senyumannya hangat
bicaranya lembut
hanya dia yang mengerti

berkali kali ku menolak
bibir terbuka
terucap kata dunia
aku belum siap

terang pohon natal
tak bisa sembuhkan hati luka
terbungkus mimpi yang terhempas
semuanya sirna

jarum jam berdetak
bintang itupun terbit
seorang bayi lahir
lahir untuk mati

meninggalkan dunia ini hidup kembali
membawa harapan baru
kepala lunglai mata memerah
dia lahir bagiku

kebodohan tertunduk malu
ditatap bayi yang tak bersalah
tak seorang pun pernah hidup
disalahmengerti seperti dia

dalam dekapan anugerah
aku terkapar
tak seorangpun tahu
dia akhirnya memelukku

diriku lenyap di udara
berlutut di bawah terang
dalam gelapku
suara yang kecil memanggilku

aku lahir bagimu ...
aku datang untukmu ...
aku mati bagimu ...
aku hidup untukmu ...

berkali kali ku menolak
bibir merekah
terucap kata surgawi
aku milik-Mu

Sumber: Kumpulan puisi

AttachmentSize
Mary_and_Baby_Jesus011.jpg7.14 KB

Risau Hati Anak

Papa,
Mengapa kita bikin kandang?
Mengapa kita buatkan palungan?
Mengapa kita hadirkan domba?

Mengapa tidak memasang pohon terang di rumah kita?
Mengapa tidak kita pakaikan kapas bak salju?
Mengapa Papa tidak berpakaian bak Sinterklas?

Kata Papa,
Sang Juru Selamat lahir bukan di pohon terang
Apalagi berhias salju
Pun tanpa kehadiran Sinterklas
Lalu, Natal siapa yang kita rayakan?

Dari: Puisi Natal

AttachmentSize
Christmas_tree.jpg21.95 KB

Sang Bayi

Sang bayi telah lahir
tanpa tempat tidur mulus
kecuali palungan kudus
siapa membawa apakah
emas, mur, dan kemenyan
kecuali tiga majus dari timur
bagi kelahiranNya yang teduh
lalu apa kita persembahkan
bagi hari penuh makna ini?

Natal kita sejatinya bagi semua
yang rela terbuka membuka jiwa
segala luka menjadi tanda-tanda
anugerahNya – tak ada kata
mampu merumuskannya

Dari: Puisi Natal
Gambar: jeckham

AttachmentSize
happy_birthday1.jpg23.21 KB

Pujilah Nama-Nya Selalu

Saat malam tiba
Ada terang bintang bersinar yang sangat indah
Tidak seperti bintang biasa ...
Bintang itu memberikan tanda bahwa Sang Juru Selamat sudah hadir di bumi ini
Untukku, kamu, dan kita semua
Yang percaya pada Kristus... Sang Juru Selamat

Kita patut berbangga dan bersukacita
Karena kedatangan-Nya membawa anugerah bagi setiap orang yang mau menerima-Nya

Nyanyikan pujian, penyembahan untuk kemuliaan Kristus
Nyanyikan senantiasa dengan penuh ucapan syukur
Pujilah nama-Nya selalu...

Eight After-Christmas Gifts You Won't Need to Exchange

THE GIFT OF LISTENING...

But you must REALLY listen. No interrupting, no daydreaming, no planning your response. Just listening.

THE GIFT OF AFFECTION...

Be generous with appropriate hugs, kisses, pats on the back and handholds. Let these small actions demonstrate the love you have for family and friends.

THE GIFT OF LAUGHTER...

Clip cartoons. Share articles and funny stories. Your gift will say, "I love to laugh with you."

THE GIFT OF A WRITTEN NOTE...

It can be a simple "Thanks for the help" note or a full sonnet. A brief, handwritten note may be remembered for a lifetime, and may even change a life.

THE GIFT OF A COMPLIMENT...

A simple and sincere, "You look great in red," "You did a super job" or "That was a wonderful meal" can make someone's day.

THE GIFT OF A FAVOR...

Every day, go out of your way to do something kind.

THE GIFT OF SOLITUDE...

There are times when we want nothing better than to be left alone. Be sensitive to those times and give the gift of solitude to others.

THE GIFT OF A CHEERFUL DISPOSITION...

The easiest way to feel good is to extend a kind word to someone. Really, it's not that hard to say, "Hello" or "Thank You."

Selected from Pastor Tim's Illustrations http://www.cybersalt.org/>

Sumber: INTERNET FOR CHRISTIANS, January 13, 2003/Issue 179

Dipublikasikan di: e-JEMMi 51/2003

Yesus Kecil yang Manis

Nats: Dia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya (Yohanes 1:11)

Bacaan: Yohanes 1: 1-14

Pada musim Natal tahun 1932, Robert McGimsey menghadiri kebaktian tengah malam di New York dan pulang ke apartemennya pada dini hari. Ketika tiba di blok terakhir, ia melewati pintu yang terbuka dari sebuah klub di mana sekumpulan orang berseru, bersumpah, dan menyanyi. Yang lain sedang mabuk sehingga berjalan melewati batas jalan.

Begitu aneh cara mereka merayakan kelahiran Pribadi yang paling sempurna di dunia, pikir McGimsey. Kelihatannya kita telah kehilangan makna hidup-Nya.

Malam itu, McGimsey menuliskan pikirannya di balik sebuah amplop. Syair ini mengalir dari dalam hatinya:

Yesus kecil yang manis,
Mereka membuat-Mu harus lahir
dalam palungan.
Anak Kudus kecil yang manis,
mereka tak tahu siapa Engkau.
Tak tahu Kau datang untuk menyelamatkan kami,
Untuk menghapus dosa kami.
Mata kami buta, kami tak dapat melihat,
Kami tak tahu,
siapa Engkau sebenarnya.

Puisi di atas mengajak kita untuk memohon pengampunan Kristus karena tidak mengenali-Nya ketika datang ke dunia ini. Namun setiap tahun kita memiliki kesempatan untuk melihat kembali kelahiran Yesus dengan mata pengertian dan penerimaan yang baru kepada-Nya.

Akankah kita mengenali dan menghormati-Nya sebagai Tuhan dan Raja pada Natal tahun ini? -DCM

ENGSEL SEJARAH TERLETAK
PADA PINTU KANDANG BETLEHEM

Sumber: Alkitab SABDA

Sukacita yang Besar

Sukacita yang besar telah diberikan kepada kita
Oleh karena Yesus, Sang Juru Selamat yang telah lahir ke dunia

Mari kita bersujud menyembah-Nya
Bersorak tak henti memuji-Nya
Nyanyikan lagu untuk memuliakan-Nya

Yesus, Sang Juru Selamat kita
Lahir dalam kesederhanaan
Membawa kita dalam kehidupan yang kekal

Mari tetap teguh beriman di dalam Yesus
Sampai selama-lamanya ... mari kita setia pada-Nya

Selamat Natal

Bintang timur gemerlap...

Orang majus cepat beranjak...

Raja Herodes terdesak...

Gembala tertawa terbahak...

Maria menyimpan makna terhebat...

Yusuf cepat tanggap...

Datang menyembah adalah keputusan yang mantap...

Karena Raja Penyelamat lahir pada waktu yang tepat...

Met Natal 25 Desember 2010

Ev. Sudiana

Kado Natal Istimewa

Waktu umurku tiga tahun

Aku menemukan sekotak hadiah berisi mainan yang bagus

Diletakkan papa dan mama di bawah pohon Natal

Tetapi kado Natal istimewa bukan itu, kata mereka

Waktu umurku empat tahun

Aku menemukan sekotak hadiah berisi pakaian yang indah

Diletakkan papa dan mama di bawah pohon Natal

Tetapi kado Natal istimewa bukan itu, kata mereka

Waktu umurku lima tahun

Aku menemukan sekotak hadiah berisi perlengkapan sekolah

Diletakkan papa dan mama di bawah pohon Natal

Tetapi kado Natal istimewa bukan itu, kata mereka

Di manakah kado istimewa itu dapat kutemukan?

Kata papa dan mama bukan mereka yang memberikannya

Kado itu lebih berharga dari semua yang pernah kuterima

Kado itu alasan semua orang merayakan Natal

Allah penuh kasih yang memberikannya

Seorang Juruselamat yang datang untuk menyelamatkanku

Sebuah kado istimewa yang tidak bisa kutemukan

Sampai IA menemukanku

Selamat Natal, Sahabat

Desember telah tiba

Nuansa hijau, merah dan emas ada di mana-mana

Kidung nan indah pun menyeruak di keramaian

Orang-orang mulai menyibukkan diri dengan ibadah dan pesta

Kue-kue yang lezat dan rencana liburan

Tak lupa kado terindah untuk yang terkasih

Di hari Natal yang bahagia

Di antara gempita menggegap

Ijinkanku menyapamu wahai sahabat

Kau yang kesepian tanpa teman dan keluarga

Kau yang terbaring sakit dan terkulai lemah

Kau yang tersisih di suatu pojok yang gelap

Kau yang bertanya sendiri seperti apakah Natal kali ini

Natal ini masih milikmu

Dalam keriuhan pun dalam kesendirian

Natal datang menghampiri semua orang

Untuk satu alasan: Allah sungguh mengasihi dunia ini

Putra Natal datang untukku juga untukmu

Kamu tidak dilupakan-Nya Natal kali ini

Allah mengasihimu adalah berita indahnya

Selamat Natal, sahabatku..

Asalkan Yesus Bersama Kita

Tidak apa-apa Papa

Bila Natal kali ini aku memakai baju yang lama

Aku akan tetap lebih gemerlap daripada pohon terang itu

Karena sukacita berpendar dihatiku

Tidak apa-apa Mama

Sepatuku yang lama masih indah dipandang

Bintang pengharapan menuntunku tetap

Membawaku percaya dengan hati mantap

Tidak ada kue lezat dan kado berpita

Sungguh tidak mengapa Papa Mama tercinta

Asalkan Yesus bersama kita

O alangkah indahnya hidup kita

Cahaya yang Tinggal Tetap

Ucapan-ucapan dan lagu-lagu Natal sudah berakhir
Kegembiraan perayaan Natal sudah berlalu
dengan para malaikat naik ke Surga,
Orang-orang majus kembali ke Timur.

Tetapi terang yang pernah bersinar di sebuah palungan
Masih menerangi dunia dari kejauhan,
Dan hati yang taat masih mendengarkan nyanyian para malaikat
Dan orang bijak masih mengikuti sebuah bintang

- Ellis Rowsey

Hatimu, bilik terindah bagi-Ku

Aku hendak turun untuk melihat-lihat
Bagaimana kehidupan manusia yang Ku ciptakan
Sebab telah lama Ku dengar kabar tentang mereka
Kabar yang sungguh memilukan hati-Ku

Aku telah merancangkan dari mulanya
Bahwa mereka akan hidup di hadapan-Ku
Bersama dengan-Ku selamanya
Bahwa jika mereka bersama-Ku
Mereka tidak akan pernah mengalami kekurangan

Aku sedih, ketika waktu itu
Di rumah yang begitu indah dan mewah
Yang Kuberikan sebagai hadiah pertama-Ku
Aku mendapati mereka telanjang
Telanjang di tengah-tengah segala kelimpahan harta
yang telah Ku sediakan, hanya bagi mereka

Mengapa? Apakah semua itu tidak cukup?

Malam itu, setelah ribuan tahun terlewatkan
Aku datang, datang kembali mengunjungimu
Aku mendapati engkau terlalu sibuk,
Sibuk dengan dirimu sendiri
Hingga kehadiran-Ku tak engkau pedulikan
Tak ada tempat di rumahmu bagi-Ku

Di mana? Di mana tempat yang hangat yang bisa Aku tempati
Tuk menghangatkan tubuh mungil-Ku yang kedinginan?
Tak ada! Tidak ada satu pun bilik yang kosong di rumahmu
Hanya kandang hewanmu yang tersisa untuk-Ku
Namun tidak mengapa
karena itu pun sudah cukup bagi-Ku waktu itu

Seandainya saat ini engkau telah menyadari
Bahwa Aku telah datang kembali untukmu
Tolong, bukalah bilik hatimu,
agar Aku dapat masuk dan tinggal di sana
Dan menjadikannya bilik terindah bagi-Ku dan bagimu.

Damai

Damai....?
Ingat pertama kali berjumpa di Eden, betapa indahnya
Kehadiranmu di sisi manusia, sangat menyejukkan
Sebab semuanya hanyalah engkau dan mengenai engkau
Tiada yang kurang saat itu
Hanya kesempurnaan saja adanya

Pengkhianatan ..., mengapa? Mengapa hal itu harus terjadi?
Mengapa engkau dikhianati oleh manusia yang engkau kasihi?
Terbuang, terjual, terasingkan, dijauhkan
hanya karena tawaran, sebuah kehormatan yang kosong!

Namun sejak saat itu dan seterusnya
Engkau telah menjadi kerinduan yang tak berujung
Sejak di Eden, engkau terus di cari
Entah ke mana pergimu ...
Meski segala cara telah di tempuh
Segala taktik telah di coba
Namun engkau tak pernah lagi menjawab

Perang, pembunuhan, pertikaian, perselisihan ...
Gaduh ... buntu ... tamat ....!!!
Inikah akhirnya? Tanpa kedamaian?
Masih adakah harapan?
Masih hidupkah engkau?

Malam itu, sejak kesenyapan yang terjadi di Eden
Sayup-sayup terdengar lagi nyanyian yang telah lama hilang
“... damai di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
Engkaukah itu? Engkaukah yang telah kembali?

Ya, itu adalah engkau
dengan ciri yang melekat pada dirimu
Meski aroma kotoran hewan memenuhi rongga dadamu
Namun engkau tetap tenang dalam hangatnya palunganmu
Engkau datang kembali dalam rupa seorang bayi mungil
Dengan rautan wajah penuh kehangatan

Damai ...
Damai di bumi ...
Dan Engkau kembali
Tuk berdamai dengan manusia.

Sang Waktu

Tak ada waktu pada-Nya
Karena Ia tak berwaktu
Namun Ia yang tak berwaktu,
telah membatasi diri-Nya oleh waktu

Dalam kesunyian malam itu,
waktu-Nya mulai dihitung
Ketika tangisan-Nya yang pertama menggema
Mendetakkan waktu-Nya yang pertama di bumi.

Oh, Sang penentu waktu yang tak berwaktu
Mengapa Engkau membiarkan diri-Mu di atur oleh waktu?
Mengapa Engkau merelakan diri-Mu dibatasi oleh waktu?
Mengapa Engkau menghadirkan diri-Mu ke dalam waktu?

Malam itu, dalam lenguhan hewan yang tak mengenal waktu
Engkau datang untuk memberi waktu yang baru bagi dunia
Engkau datang untuk menawarkan waktu sebagai anugerah
Engkau datang untuk mengatakan waktunya tidak lama lagi

Sebab dunia yang terbatas oleh waktu akan segera berakhir di dalam waktu

Engkau datang untuk mengatakan, waktuku adalah saat ini
Engkau datang untuk mengatakan kepadaku,
waktu-ku hanya sementara di sini
Engkau datang untuk mengatakan,
Berdamailah dengan Aku Sang Waktu yang sejati
Agar aku dapat bersama-Mu tanpa waktu.

By: Roos Lusy

Sukacita Natal

Pohon cemara menghiasi rumah kami,
Memancarkan semerbak harumnya nuansa Natal,
Setiap hati diselimuti suasana syahdu,
Menandakan Natal t'lah tiba..

Kue-kue, kalkun panggang,
Meja yang dipenuhi makanan-makanan manis,
Wajah-wajah kecil bercahaya penuh sukacita,
Semua orang bergembira..

Pesta perayaan, lagu-lagu yang mengalun, hadiah-hadiah yang indah,
Lonceng perak yang bergemirincing,
Pohon Natal dan pernak-pernik yang cantik,
Lampu berwarna-warni yang berkerlap-kerlip..

Sanak keluarga menanti dengan hati gembira
Menyambut dengan senyuman manis, pelukan hangat, dan kecupan sayang,
Inilah sukacita yang luar biasa
Yang hadir saat Natal tiba.

Diambil dan diterjemahkan dari:
Nama situs :www.poemsource.com
Penyair :Joanna Fuchs
Alamat URL:http://www.poemsource.com/

Apa yang Kita Suka dari Natal?

Apa yang Kita Suka dari Natal;
Apakah kegembiraan kita terletak pada pernak-perniknya?
Ataukah pada apa yang kita rasakan di dalam hati kita
Hadiah sejati adalah apa yang Natal hadirkan.

Bertemu dengan orang-orang yang kita kasihi,
Mengirimkan kartu Natal,
Menyambut orang-orang yang membawa kebahagiaan dengan penuh sukacita
Khususnya mereka yang mengasihimu.

Diambil dan diterjemahkan dari:
Nama situs :www.poemsource.com
Penyair :Joanna Fuchs
Alamat URL:http://www.poemsource.com/

Natal yang Teduh

natal telah menjadi puisi alam raya
hiruk-pikuk pekik sorak hura-hura
apalagi cuma gegap gempita iklan
agaknya sudah tidak diperlukan

mohon jangan gaduh
sang bayi penebus bumi
masih tertidur nyenak
dalam dekapan bunda terkasih
semua ilalang, seisi kandang
adalah segala yang teduh
dalam syukur dan simpuh

ya, natal itu puisi alam raya
karena itu jangan gaduh
bumi kita telah ditebus
perlu istirahat dan tidur
ia sudah amat lelah
bekerja keras menata nasib
beri kesempatan ia bermimpi
biarkan ia merindu dan mencinta
merdeka dari segala tetek bengek
yang makin menjauhkan bumi kita
dari sang keabadian sendiri

Oleh: vul twee

Hakikat Natal

lonceng-lonceng dan genta-genta
berdentang-dentang pada hari natal
lagu-lagu natal yang sudah kita kenal
o, betapa indah seru nafiri dari langit
"damai sejahtera di bumi, di antara
manusia yang berkenan kepadaNya!"

umpama pada hari natal
lonceng genta di semua gereja
tiada henti melagukan tembang sama
"damai sejahtera di bumi, di antara
manusia yang berkenan kepadaNya!"
mungkin kita lalu putus asa dan terluka
sebab damai di bumi sudah langka
hasrat berkuasa manusia makin riuh
buah-buahnya, o, mengerikan
sang tembang kedamaian
menjadi lagu olok-olok

"damai sejahtera di bumi, di antara
manusia yang berkenan kepadaNya!"
hohohuhuhaha, olok-olok jalan terus
tapi tembang damai bergulir terus
dentang gemanya semakin lantang
siapa berkenan kepadaNya berderap
siapa berkehendak baik berpadu
dengan butir-butir waktu
dengan pernik-pernik ruang
sebab hakikat sang natal
adalah tawaran cintakasih
dari pusat-pusat keabadian
bagi kita semua

Oleh: vul twee

Evaluasi

Lahir di kandang ternak yang dipinjamkan,
       Dan dikuburkan di makam orang lain;
Tak ada harganya dibandingkan kepuasan diri kita sendiri
       Tidak ada tempat bagi orang seperti Dia
Tetapi istana sama miskinnya dengan kandang
       sampai Sang Pangeran lahir ke dalam dunia,
Dan kubur merupakan ejekan untuk harapan
       Sebelum Ia mengubah kematian menjadi kelahiran! (Elinor Lennen)

Sumber:
Judul Buku: Kisah Nyata Seputar Natal
Pengarang: -
Halaman: 131
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1989

Membuat Palungan Kecil

Tidak ada kamar di penginapan
Bagi saya,
Relakah Anda menyediakan palungan kecil
di dalam hati Anda?
Ke dalam tempat berlindung yang hangat dan terang itu
Maukah Anda membawa masuk Seseorang yang
kedinginan,
Sendirian, tanpa teman?
Supaya kasih kembali dilahirkan
di bawah bintang! (Barbara Gooden)

Sumber:
Judul Buku: Kisah Nyata Seputar Natal
Pengarang: -
Halaman: 32
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1989

Pages