Kasih

Saat Natal Jauh dari Menyenangkan

Natal telah lama mewakili pertemuan keluarga yang menyenangkan dan berbagi tradisi liburan dari masa ke masa. Iklan televisi, papan reklame di jalan raya, dan bahkan acara hiburan tahunan menggambarkan kebahagiaan sebagai keluarga utuh yang merayakannya dalam kedamaian dan harmoni. Kesedihan memiliki sebuah cara untuk mengocok emosi selama masa ini. Natal, terutama, dapat membawa kesedihan ke permukaan yang tersmpan jauh di dalam hati kita setelah kehilangan yang berarti. Kita memohon kepada Tuhan untuk mempercepat kita dalam melewati hari-hari di bulan Desember. Terlepas dari iman yang dalam, banyak dari kita yang secara emosional terpaku pada bulan November dan Desember, menarik napas lega saat kalender menyambut Januari. Januari memberi kita izin untuk kembali pada kehidupan, lalai terhadap rasa sakit kita, dan kebutuhan mendesak kita akan Pribadi yang lahir untuk menebus hati kita yang memar dan babak belur.

Natal ini "Jangan Takut" Mana yang Anda Butuhkan?

Pada Adven yang pertama, Allah terus berkata, "Jangan takut!" Ini adalah kata yang perlu kita dengar juga pada hari ini.

Zakharia dan Elizabeth diberitahu bahwa setelah berpuluh-puluh tahun menunggu, mereka akhirnya memiliki anak pada masa tua mereka. (Lukas 1:5-25)

Namun, "Jangan takut untuk menjadi kecewa lagi."

Maria adalah seorang wanita muda yang belum menikah yang mengandung Mesias oleh kuasa naungan Allah. (Lukas 1:26-38)

Namun, "Jangan takut memakai 'Scarlet A'(tanda yang dipakai oleh/seseorang/pasangan yang dianggap melakukan perzinahan - Red.) di desamu."

Tunangan Maria, Yusuf adalah orang bermoral tinggi dan sangat dihormati dan sekarang dia terjebak dalam konflik dengan keluarga dan teman-temannya. (Matius 1:18-25)

Apa yang paling Anda ingat ketika Anda mendengar kata "Natal"?

Delon Boberz: Natal itu harus bersama sama dengan keluarga, sahabat, saudara

Shmily Tilestian: Palungan

Nina Syani: Pulang kampung, ngumpul bareng keluarga N teman2 plus tetangga! Pokokx reunian the!!!

Vhee Linvi Karos: Natal itu penuh kedamaian.

Yoel Gpib Sion Jahab: Kasih... Karena melalui Kasih Kita dapat Merasakan Natal Setiap hari... Melalui Kasih Kita juga bisa mendapat perubahan yang Berarti... X.Mas

Tonny Osse Lumoindong: Ingat kue Natal n pohon Natal..heheh.n YOH 3:16

Tonny Osse Lumoindong: Ehhh lupa...n LAGU Natal lha.....OH HOLY NIGHT

Piaa Rante Bone: Teringat saat natal bersama di kampung halamanku, Teringat oleh mama papaaa yg aq kasihii.., (aq pasti menangis stiap dengar lagu ini )

Kimson Riau Daratan Simarmata: Kedamaian

Momy Syane: Sukacita, damai, makan besar

Wiga Reksanto: Yesus juru selamat datang

Nhita Kalumata Inga: mama dg papa n keluarga di kampung

Puisi Natal dalam 4 Kalimat

Hari yang di tunggu
Selalu dirasakan penuh damai dan cinta
Semua keluarga berkumpul dari jauh dan dekat
Kasih Yesus selalu untuk selamanya met natal yah
(Oleh: Zhan MauRen Da Costa)

Hadiah terindah bagi setiap orang percaya.
Hadirnya Kristus ke dunia.
Hati kita dipenuhi kasih-Nya.
Hati kita bersukacita karena Natal telah tiba.
(Oleh: Shmily Tilestian)

Palungan tempat Ia dibaringkan.
Kain Lampin yang menghangatkan.
Senyum manis ada di wajah-Nya.
Datanglah penyelamat dunia.
(Oleh: Bernadheta Karunia Dwi Oktama)

Dilahirkan dari bunda Maria.
Anak manusia yang dapat menyelamatkan seisi dunia.
Dengan darah-Nya yang mulia.
Kemuliaan sampai selama-lamanya.
(Oleh: Bernadheta Karunia Dwi Oktama)

Yesus Ada di Hati Kita

Bahagia itu ...
Bisa bersyukur dan menikmati kasih Tuhan

Bahagia itu ...
Bisa melihat saudara-saudari kita bersatu dalam kasih

Bahagia itu ...
Bisa hidup di dalam kasih Tuhan dan menceritakannya

Bahagia itu ...
Bisa berbagi kasih Tuhan kepada sesama

Bahagia itu ...
Bisa memaknai Natal dengan benar dan terus merindukan Yesus tinggal di dalam hati kita

Sudahkah Anda merasa bahagia?

Ditulis oleh: Shmily