Iman

Belajar dari Gereja yang Teraniaya Selama Masa Adven

Kita biasanya memikirkan tema-tema seperti pengharapan, kerinduan, dan penantian selama masa Adven. Penganiayaan, pada sisi lain, mungkin tidak terpikirkan oleh kebanyakan orang Kristen. Akan tetapi, masa Adven dapat menghadirkan kesempatan unik untuk belajar dari saudara-saudari kita di dalam Kristus di seluruh dunia yang sedang menderita karena iman mereka.

Sekarang sebelum Anda mulai berpikir, "Oh, bagus, dia akan membuat saya merasa bersalah karena saya menantikan hadiah dan waktu bersama keluarga saya sementara orang Kristen lainnya menderita," dengarkan saya. Saya sedang memikirkan gambaran yang lebih besar.

Sebuah Tema Kuno

Gambar: gereja

Tiada yang Mustahil bagi Allah

Natal Melalui Mata Sang Ibu

"Akan tetapi, ketika hari penggenapan tiba, Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan" (Galatia 4:4, AYT). Tetapi sedikit dari banyak orang yang berdoa dan menantikan kedatangan Mesias mengenali-Nya ketika Dia datang. Cara dan bentuk kedatangan-Nya, seperti puncak misi penyelamatan-Nya sekitar tiga dekade kemudian, tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Keduanya lebih menakjubkan dan luar biasa daripada yang dibayangkan siapa pun. Natal benar-benar membuktikan bahwa "tidak ada hal yang mustahil bagi Allah" (Lukas 1:37, AYT) -- sesuatu yang disaksikan oleh dua ibu, Maria yang remaja dan Elisabet yang setengah baya, dengan cara yang luar biasa spesial.

Trust

Tuhan menjadikan segala sesuatu indah pada waktu-Nya.

Kalimat itu terdengar sebagai kalimat romantis bagi orang yang sedang jatuh cinta. Mungkin juga sebagai obat penawar bagi orang yang tidak sabar menunggu jawaban doa. Barangkali juga sebagai satu pengharapan ketika semua pintu tertutup.

Gambar: Natal

Entahlah, dunia ini berputar seakan setiap hari menumpuk sampah keputusasaan. Walaupun seribu orang lain menumpuk kekayaan dan kemenangan.

Memahami Makna Natal untuk Iman Kita

Dalam bahasa Inggris, Natal disebut dengan Christmas. Christmas berasal dari kata Christ (Kristus) dan Mass (massa atau kerumunan orang) karena pada christmas, banyak orang berkumpul mengingat/merayakan hari kelahiran Kristus.

Kelahiran Kristus di dunia mempunyai suatu titik awal yang paling penting dalam misi Kristus. Dilahirkan bukan dari pencampuran laki-laki dan perempuan, melainkan dari campur tangan Allah, yakni diperanakkan oleh kuasa Roh Allah (Matius 1:18,20). Maria, seorang gadis saleh, mendapat kehormatan sebagai perantara kedatangan Sang Mesias (Lukas 1:26-33). Adapun Kristus datang untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Allah yang semakin buruk oleh karena kesesatan manusia.