Renungan

Belajar dari Orang Majus


Baca: Matius 2:1-12

Kelahiran Mesias tampaknya bukan hanya dinantikan oleh bangsa Israel saja. Orang-orang majus pun tampaknya mengetahui nubuat para nabi mengenai kedatangan Mesias, dan karena itu mereka menantikan bila saatnya tiba. Pada waktu yang tepat dan dengan cara tersendiri, Tuhan memimpin para majus menemukan Mesias.

Berita Natal

Baca: Yohanes 1:14-18. Rasul Yohanes telah menegaskan bahwa Yesus adalah Allah. Dalam ayat 14, ia menegaskan bahwa Yesus adalah manusia. Peristiwa Natal merupakan suatu rahasia besar tentang mengapa dan bagaimana Allah di dalam Kristus menjadi manusia sejati. Tidak dapat dikatakan bahwa Yesus hanya kelihatannya saja sebagai manusia. Juga, tidak dapat dinyatakan bahwa Yesus merupakan campuran Allah dan manusia. Yesus adalah sungguh- sungguh manusia 100%. Yesus, seperti ditegaskan 1:1, 18, juga adalah Allah sejati. Peristiwa Natal membuktikan bahwa Allah dan manusia dapat bersekutu. Peristiwa Natal menyatakan bahwa Allah ingin berdamai dengan manusia. Berita perdamaian ini harus disampaikan kepada semua umat manusia. Allah mengutus utusan-utusan-Nya, yakni Yohanes dan Anak-Nya yang tunggal.

Yesus, Hadirlah Saat Aku Menanti Kedatangan-Mu

"Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu." (Yudas 1:20-21)

Hana, wanita tua yang telah begitu lama menjanda sampai usianya mencapai 80 tahun, memiliki banyak masalah yang patut dikeluhkan. Ia berhak mengasihani dirinya sendiri. Namun, ia justru menantikan kedatangan Sang Mesias. Itulah sebabnya, ia dapat mengenali Sang Mesias, meski Dia datang dalam rupa seorang bayi miskin.

Penggenapan Kasih Allah di Hari Natal

Ditulis oleh: Amidya

"Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud." (Lukas 2:11)

Kristus telah lahir di kota Daud, yakni kota Betlehem. Betlehem adalah kota Daud, anak Isai, raja Israel yang termasyhur. Jauh sebelum Yesus lahir, nabi-nabi Perjanjian Lama telah menubuatkan kedatangan Mesias yang akan membebaskan Israel, salah satunya adalah nabi Yesaya yang menubuatkan bahwa, "seorang Anak akan lahir dari keturunan Daud, sebagai tunas yang akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah." (Yesaya 11:1)

Sukacita dalam Realitas Natal

Ditulis oleh: N. Risanti

Bertumbuh dalam keluarga Kristen yang sudah mengenal Kristus semenjak lama, membuat keluarga besar kami memiliki tradisi Natal yang kental di bulan Desember. Dimulai dengan memasang dan menghias pohon Natal besar di rumah Nenek saya, membuat kue-kue khas Natal, membeli dan membungkus hadiah Natal, menjalani latihan drama atau paduan suara untuk acara Natal di gereja, sampai merayakan malam Natal bersama keluarga besar di rumah Nenek yang penuh dengan nuansa keakraban dan kegembiraan. Semua tradisi dan kesibukan itu sungguh membawa kesan dan memori yang menyenangkan bagi saya sebagai anak-anak, yang bahkan masih terbawa hingga saat ini. Desember dan Natal kemudian bermakna sebagai masa-masa yang penuh dengan kesenangan dan kegembiraan berdasarkan kenangan indah saya semasa kanak-kanak.

Pimpinan Tuhan yang Tidak Biasa

Hampir 2.000 tahun yang lalu, Yusuf dan Maria pergi ke Betlehem. Sekitar 2.040 tahun sebelumnya, Yakub dan Rahel, pasangan lain yang hamil, melakukan perjalanan ke selatan di sepanjang jalan yang sama. Rahel melahirkan Benyamin, tetapi meninggal tak lama setelah melahirkan, dan Yakub menguburkannya di dekat Betlehem (Kejadian 35:19). Kematian Rahel meramalkan kehancuran bahwa wilayah Benyamin akan mengalami penderitaan dalam masa Yeremia: "Rahel menangisi anak-anaknya karena mereka tidak ada lagi ...." (Yeremia 31:15) Namun, nubuat itu mendapatkan penggenapan terakhirnya pada zaman Yesus, saat Herodes Agung membantai semua bayi laki-laki di Betlehem (Matius 2: 17-18). Jadi, dengan pimpinan Tuhan, Yusuf melarikan diri ke Mesir bersama Maria dan Yesus, untuk hidup sampai Herodes mati.

Yang Kaya Menjadi Miskin, Supaya yang Miskin Menjadi Kaya

"Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya." (2 Korintus 8:9)

Ada yang bilang, hari raya terbesar umat Kristen bukanlah Natal, melainkan Paskah. Coba, mana yang lebih penting, kelahiran-Nya atau kebangkitan-Nya?

Jawaban saya, keduanya sama-sama penting! Memang, Natal tidak ada artinya tanpa Paskah. Namun, ingat, Paskah juga tidak mungkin terjadi tanpa Natal!

Natal Pak Kuin

Hari ini Hari Natal. Tetapi bagi Pak Kuin, Hari Natal atau bukan, sama saja. Tidak ada bedanya dengan hari-hari lain. Di rumah petaknya yang beratap seng dan berdinding tripleks, tidak ada aksesori Natal. Jangankan memikirkan pernak-pernik Natal, untuk hidup sehari-hari saja susah.

Lagi pula, toh ia tetap harus bekerja; bergaul dengan debu dan terik matahari atau hujan. Apalagi Cantel, 14 tahun, anak bungsunya, sedang dirawat di rumah sakit; sakit maag akut. Mana bisa dia berleha-leha?!

Pages