Renungan

Mengapa Yesus Tidak Lahir dalam Kemewahan?

Setelah melihat bintang besar di langit, orang-orang bijaksana (majus) itu berangkat ke Yerusalem. Sebagai orang-orang yang berpendidikan, mereka tahu bahwa di sanalah tempat yang paling masuk akal untuk menemukan seorang Raja Ibrani.

Lagi pula, Yerusalem telah menjadi ibu kota Israel pada masa-masa kejayaannya; kota itu merupakan tempat tinggal keluarga raja. Kota itu terletak di atas bukit-bukit, seakan-akan kota itu mengawasi daratan yang terbentang dari singgasananya.

Natal: Allah Tidak Berdaya

Orang yang berbaring sakit dan tidak mampu berdiri merasa tidak berdaya. Mengambil dan memegang segelas air minum pun ia tidak kuat. la bergantung pada pertolongan orang lain. la tidak berdaya.

Hidup berawal dan berakhir dengan keadaan tidak berdaya. Sebagai bayi kita hanya dapat berbaring dan menangis. Kelak, saat menghadapi ajal kita juga hanya bisa berbaring dan meneteskan air mata.

Sang Mesias Lahir

  1. Bacaan Alkitab: Mikha 5:1-4, Titus 2:11-15, dan Lukas 2:1-20

  2. Pendahuluan
  3. Biasanya kalau seorang anak lahir di dalam satu keluarga maka pasti ada suasana yang gembira di dalam keluarga itu. Dan berita gembira itu pasti akan merambat kepada seluruh sanak saudara, bahkan juga teman-teman dekat. Tetapi lain halnya ketika Yesus lahir. Allah memberitahukan para gembala di padang Efrata -- yang bukan sanak keluarga juga bukan handai taulan dari Yusuf dan Maria -- untuk bersukacita bersama mereka (Lukas 2:8-14). Untuk mempersiapkan kedatangan Sang Mesias, Allah memakai banyak orang maupun malaikat.

Kado Natal

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Natal Nov/Des 2011 - Mytha

Memperingati atau merayakan Natal adalah proses yang berulang setiap tahun. Beragam orang menyambut Natal dengan menghiasi pohon Natal dan pernak-pernik Natal lainnya. Seorang ibu pasti sibuk menyiapkan segala sesuatunya agar dapat merayakan Natal seperti yang diharapkannya. Namun Natal bukan sekedar pesta tahunan dengan pohon Natal, baju baru, kue-kue, atau bercengkrama dengan sanak saudara, Natal adalah sebuah perayaan ulang tahun seorang Mesias yang lahir ke dunia untuk menebus dosa umat manusia. Natal adalah kabar kesukaan bagi umat manusia karena anugerah keselamatan yang dijanjikan Tuhan telah digenapi. Maka sudah selayaknyalah kita memperingatinya dengan penuh sukacita dan sembah sujud kepada-Nya.

Natal Untuk Kami dan Mereka

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Natal Nov/Des 2011 - Yocky

Natal tinggal dua bulan lagi. Tak terasa kita, umat Kristiani disibukkan dengan berbagai acara untuk mempersiapkan peringatan peristiwa 2000 tahun yang lalu, ketika Juru Selamat kami hadir di tengah-tengah kita. Di gereja banyak acara Natal, mulai dari sekolah minggu, kaum wanita sampai Natal diantara para majelis gereja. Acara Natal juga tidak sedikit menghabiskan uang, mulai dari hadiah untuk anak-anak sekolah minggu sampai dana komsumsi yang harus disediakan oleh para seksi acara Natal setempat. Tidak lupa di rumah keluarga besar kami juga menyediakan makanan secukupnya untuk kami santap bersama-sama di malam Natal itu.

Berita Keselamatan

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Natal Nov/Des 2011 - Yusak

Matius 2:1; "Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem"

Matius 2:2; "Dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."

Matius 2:3; "Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem."

Lukas 2:8; "Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam."

Damai Natal

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Natal Nov/Des 2011 - Supratman

Natal adalah Pesta kasih Allah yang menyatakan kasih-Nya:
"Demikian besar kasih Allah terhadap manusia, sehingga diberikan Anak-Nya yang tunggal, untuk menebus dosa manusia dan membawa manusia kembali kepada-Nya."

Refleksi Kasih Natal

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Natal Nov/Des 2011 - Nathanael

Memasuki bulan Desember/bulan Natal, merupakan sebuah suasana yang menggembirakan dan damai bagi sebagian orang. Bagi sebagian orang lainnya, menganggap bulan Desember biasa saja, sama seperti bulan-bulan lainnya. Adapula yang menyadari bahwa sebentar lagi Natal, tapi tidak merasakan sesuatu yang berbeda. Lalu ada juga yang mengingat akan hari liburan. Dan mungkin bagi para pebisnis, mata mereka berubah hijau karena dapat memanfaatkan suasana ini untuk berbisnis pernak-pernik Natal. Semua memasuki bulan yang sama, tapi dengan situasi dan kondisi yang berbeda.

Komersialisasi Natal

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Natal Nov/Des 2011 - Linda

Natal telah tiba! Damai di bumi, damai di hati. Yang terakhir merupakan ucapan berisi harapan agar damai benar-benar hadir di bumi dan di hati umat manusia. Itulah sejatinya yang terjadi, tetapi industri dan konsumsi telah mengubah segalanya.

Sukacita Natal

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Natal Nov/Des 2011 - Lanita

Luk 2:8-20
Luk 2:20; Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Tidak seperti kebiasaan para gembala pada waktu itu, mereka memuji dan memuliakan Tuhan dengan penuh suka cita, mengapa? Apa yang telah terjadi? Apa yang telah mereka dapatkan?

Pages