Renungan

Yesus, Masuklah Melalui Pintu Hatiku

"... tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan." (Lukas 2:7)

Ketika Maria dan Yusuf tiba di Betlehem, mereka mengetuk setiap pintu penginapan untuk mencari tempat beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh. Aku membayangkan bahwa mereka pasti mencari sebuah kamar yang aman, bersih, dan nyaman bagi bayi yang akan segera lahir. Namun tak ada pintu yang terbuka bagi mereka, tak ada kamar rumah sakit yang bersih, tak ada hotel berbintang. Sama sekali tak ada tempat. Yesus dilahirkan seperti pengungsi di negara-Nya sendiri, tanpa rumah, tanpa daya.

Yesus, Tumbuhkanlah Imanku

"... ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." (Lukas 1:44-45)

Saat seorang wanita mengandung, sesungguhnya sedang terjadi suatu peristiwa yang luar biasa dalam tubuhnya. Bayangkan, sebuah kehidupan baru terbentuk dalam tubuh seorang wanita! Dalam rahim seorang ibu yang lembut dan hangat, sang janin dijaga dan dipelihara, sampai tiba saatnya untuk dilahirkan.

Anugerah dan Pengampunan

Seorang rekan kerja yang masih muda bertanya kepada saya, "Apa perbedaan antara anugerah (grace) dan pengampunan (mercy)?". Sebuah jawaban tidak segera muncul di benak saya, sehingga saya terpaksa menjawab dengan berkelakar sambil berkata, "Grace bekerja pada shift pertama dan Mercy pada shift kedua." Tawa dan cekikikan yang datang dari mereka yang mendengarnya karena ada dua wanita dengan nama tersebut yang bekerja bersama kami.

Semangat Natal

Kelahiran Yesus Kristus sejatinya merupakan berita sentral seluruh Alkitab dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, dan kelahiran Yesus telah menjadi perayaan massa terbesar di dunia setiap bulan Desember. Kata "Christmas" sendiri berasal dari kata "Christ" (Kristus, dalam bahasa Yunani berarti "yang diurapi") dan kata "mass", yang berarti perayaan (celebration). Secara sederhana, "Christmas" dapat diartikan perayaan tentang Kristus dan kelahiran-Nya (perayaan Natal).

Yesus, Jadilah Gembalaku

Nats: Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. (Lukas 2:8)

Di atas bukit di luar kota Betlehem, para gembala memelihara anak domba tak bercacat cela, yang akan menjadi korban persembahan di Bait Suci. Berhari-hari, mereka menggiring kawanan domba itu ke padang rumput yang paling subur. Mereka setia menjaga domba-domba itu, baik saat bintang bersinar cerah maupun saat terjadi badai di malam hari.

Alangkah Indahnya ...

Sudah beberapa hari bukit-bukit di pedalaman Perancis itu menjadi ajang pertempuran. Perang Dunia ke-2 sedang berkecamuk di tengah musim dingin yang menusuk. Pasukan Amerika sedang berhadapan langsung dengan pasukan Jerman. Pada malam itu pasukan kedua belah pihak tetap siaga di parit penjagaan mereka masing-masing. Jarak antara kedua pasukan musuh itu hanya beberapa puluh meter saja. Rasa tegang dan lelah mencekam mereka.

Natal Adalah Bagi Mereka yang Paling Membencinya

Karena Palungan Adalah Tempat yang Paling Memberi Harapan dalam Semesta

Kita sekarang terbiasa mendengar tentang bagaimana sulitnya merayakan natal bagi banyak orang. Cerita tentang Scrooge dan masalah "ahem"-nya (tokoh dalam cerita klasik Natal karangan Charles Dickens, red.) di saat ini tidak lagi bersifat lelucon. Sekarang, itu bersifat umum dalam diskusi. Mungkin, memang seperti itu sejak dulu. Mungkin, sukacita Natal selalu menjadi duri di sisi orang-orang yang hampir tidak dapat membayangkan kegembiraan.

Pages