Renungan

Anugerah dan Pengampunan

Seorang rekan kerja yang masih muda bertanya kepada saya, "Apa perbedaan antara anugerah (grace) dan pengampunan (mercy)?". Sebuah jawaban tidak segera muncul di benak saya, sehingga saya terpaksa menjawab dengan berkelakar sambil berkata, "Grace bekerja pada shift pertama dan Mercy pada shift kedua." Tawa dan cekikikan yang datang dari mereka yang mendengarnya karena ada dua wanita dengan nama tersebut yang bekerja bersama kami.

Semangat Natal

Kelahiran Yesus Kristus sejatinya merupakan berita sentral seluruh Alkitab dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, dan kelahiran Yesus telah menjadi perayaan massa terbesar di dunia setiap bulan Desember. Kata "Christmas" sendiri berasal dari kata "Christ" (Kristus, dalam bahasa Yunani berarti "yang diurapi") dan kata "mass", yang berarti perayaan (celebration). Secara sederhana, "Christmas" dapat diartikan perayaan tentang Kristus dan kelahiran-Nya (perayaan Natal).

Yesus, Jadilah Gembalaku

Nats: Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. (Lukas 2:8)

Di atas bukit di luar kota Betlehem, para gembala memelihara anak domba tak bercacat cela, yang akan menjadi korban persembahan di Bait Suci. Berhari-hari, mereka menggiring kawanan domba itu ke padang rumput yang paling subur. Mereka setia menjaga domba-domba itu, baik saat bintang bersinar cerah maupun saat terjadi badai di malam hari.

Alangkah Indahnya ...

Sudah beberapa hari bukit-bukit di pedalaman Perancis itu menjadi ajang pertempuran. Perang Dunia ke-2 sedang berkecamuk di tengah musim dingin yang menusuk. Pasukan Amerika sedang berhadapan langsung dengan pasukan Jerman. Pada malam itu pasukan kedua belah pihak tetap siaga di parit penjagaan mereka masing-masing. Jarak antara kedua pasukan musuh itu hanya beberapa puluh meter saja. Rasa tegang dan lelah mencekam mereka.

Natal Adalah Bagi Mereka yang Paling Membencinya

Karena Palungan Adalah Tempat yang Paling Memberi Harapan dalam Semesta

Kita sekarang terbiasa mendengar tentang bagaimana sulitnya merayakan natal bagi banyak orang. Cerita tentang Scrooge dan masalah "ahem"-nya (tokoh dalam cerita klasik Natal karangan Charles Dickens, red.) di saat ini tidak lagi bersifat lelucon. Sekarang, itu bersifat umum dalam diskusi. Mungkin, memang seperti itu sejak dulu. Mungkin, sukacita Natal selalu menjadi duri di sisi orang-orang yang hampir tidak dapat membayangkan kegembiraan.

Mengapa Yesus Tidak Lahir dalam Kemewahan?

Setelah melihat bintang besar di langit, orang-orang bijaksana (majus) itu berangkat ke Yerusalem. Sebagai orang-orang yang berpendidikan, mereka tahu bahwa di sanalah tempat yang paling masuk akal untuk menemukan seorang Raja Ibrani.

Lagi pula, Yerusalem telah menjadi ibu kota Israel pada masa-masa kejayaannya; kota itu merupakan tempat tinggal keluarga raja. Kota itu terletak di atas bukit-bukit, seakan-akan kota itu mengawasi daratan yang terbentang dari singgasananya.

Natal: Allah Tidak Berdaya

Orang yang berbaring sakit dan tidak mampu berdiri merasa tidak berdaya. Mengambil dan memegang segelas air minum pun ia tidak kuat. la bergantung pada pertolongan orang lain. la tidak berdaya.

Hidup berawal dan berakhir dengan keadaan tidak berdaya. Sebagai bayi kita hanya dapat berbaring dan menangis. Kelak, saat menghadapi ajal kita juga hanya bisa berbaring dan meneteskan air mata.

Sang Mesias Lahir

  1. Bacaan Alkitab: Mikha 5:1-4, Titus 2:11-15, dan Lukas 2:1-20

  2. Pendahuluan
  3. Biasanya kalau seorang anak lahir di dalam satu keluarga maka pasti ada suasana yang gembira di dalam keluarga itu. Dan berita gembira itu pasti akan merambat kepada seluruh sanak saudara, bahkan juga teman-teman dekat. Tetapi lain halnya ketika Yesus lahir. Allah memberitahukan para gembala di padang Efrata -- yang bukan sanak keluarga juga bukan handai taulan dari Yusuf dan Maria -- untuk bersukacita bersama mereka (Lukas 2:8-14). Untuk mempersiapkan kedatangan Sang Mesias, Allah memakai banyak orang maupun malaikat.

Pages