Renungan

Kristus Penyempurna Kita

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Natal Nov/Des 2011 - Carista

Di dalam dunia ini tentu tidak ada manusia yang sempurna. Semua manusia telah berdosa seperti ayat yang terdapat dalam Roma 3:23; "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." Manusia dapat jatuh ke dalam dosa, pernah melakukan kesalahan- kesalahan, pekerjaan kita tidak dapat dilakukan dengan sempurna.

Jangan Takut!

Pesan yang sama, disampaikan oleh Malaikat Tuhan kepada Zakharia,Yusuf dan Maria, menjelang saat-saat kedatangan Yesus. Dalam Injil Matius 1:20, Malaikat Tuhan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus." Sedang dalam Injil Lukas 1:13, Malaikat Tuhan juga berkata: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Juga kepada perawan Maria malaikat Tuhan mengatakan hal yang sama: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. (Lukas 1:30)

Jangan takut

Nampaknya kalimat ini memang perlu disampaikan oleh malaikat Tuhan kepada Yusuf, Maria ataupun Zakharia. Apakah yang ditakutkan oleh ke tiga orang itu? Dalam Yusuf kita melihat ketakutannya yang berdasarkan kepada 'tragedi' yang melanda Maria, dimana ternyata telah hamil sebelum menikah resmi. Pada jaman itu, jika seorang wanita tidak dapat menjaga kesuciannya, matilah hukumnya. Dimana bisa saja dia dirajam oleh orang banyak. Bagi Yusuf sendiri, kehamilan Maria juga mengancam kredibilitasnya di dalam bermasyarakat, dikarenakan pada waktu itu status Maria adalah tunangannya. Otomatis, masyarakat akan menuduh dia atau bahkan menghukumnya sebagai orang yang bertanggung jawab atas kehamilan Maria. Perasaan yang bisa digambarkan mengenai ketakutan Yusuf adalah sangat berat. Ketakutan itu mungkin juga bercampur dengan rasa marah, kecewa, sakit hati, kepada Maria. Sehingga di ayat 19 dikatakan Yusuf bermaksud menceraikan Maria dengan diam-diam.

Daftar Tugas Natal

Terlalu sering dalam kisah Natal, kita berfokus pada tokoh-tokoh
utama: Maria, Yusuf, dan, tentu saja, Yesus. Namun dalam perikop
singkat di Lukas 2:8-20, kita dapat belajar dari para gembala mengenai
empat hal yang seharusnya menempati urutan teratas dalam daftar tugas
Natal kali ini.

1. Percaya

Para malaikat memberitahukan kelahiran Sang Mesias dengan cara yang
menakjubkan. Segera setelah para malaikat menghilang, para gembala
saling menatap dan berkata: "Apa yang kita tunggu? Mari segera
berangkat ke Bethlehem dan melihat apa yang telah terjadi."

Natal dan Keluarga

Keluarga didesain Tuhan agar manusia dapat hidup dan dibesarkan dalam kasih. Puncak kasih adalah penyatuan, bukan hanya keintiman. Di dalam keluarga, kasih antara dua individu mengecap titik tertingginya. Di dalam keluarga, anak bertumbuh dalam kasih dan belajar mengasihi. Secara alamiah kita mengasihi anak, sebab anak adalah darah dan daging -- perpanjangan diri -- kita.

Mitos Natal

Oleh: Mark Fogarty

Ada banyak mitos yang kita punyai tentang kisah Natal yang sesungguhnya. Beberapa yang kita percaya adalah benar-benar kisah Natal sebenarnya hanyalah asumsi atau kisah kreatif berdasarkan cerita Natal lama atau drama Natal terkenal.

Satu hal yang tidak saya cantumkan di video ini adalah bagaimana orang Kristen memandang kisah Natal dan percaya bahwa kisah tersebut terjadi di sebuah malam yang tenang dan teduh.

I don't think so!

Coba pikirkan... mereka mungkin tidak tinggal di kandang yang bersih dan nyaman, tetapi di sebuah gua di luar kota yang biasa dipakai oleh para gembala.

Saya sudah pernah bekerja bertahun-tahun di peternakan di luar kota Lunenburg, dan saya dapat memberitahu Anda bahwa di tempat kandang binatang ada bau tidak sedap, kotoran, lalat, laba-laba, debu, dan... kotoran binatang.

Kepasrahan

Ditulis oleh: Philip Situmorang

Ayat: Yesaya 7:13-14, Lukas 1:26-38

Kata "pasrah" menurut *Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti: pas·rah v menyerah(kan) sepenuhnya: marilah kita -- kpd takdir dng hati yg tabah; ia -- kpd apa yg akan diputuskan oleh pengadilan; ber·pas·rah v berserah (diri): ~ diri kpd Tuhan sambil berdoa agar terhindar dr malapetaka; me·mas·rah·kan v menyerahkan: pengungsi itu ~ nasibnya kpd negara yg menampung mereka; ke·pas·rah·an n perihal pasrah.

Kata pasrah ini mengarahkan pada pengertian "ketiadaan perlawanan". Kalau dicontohkan pada kalimat: Kami pasrahkan segalanya kepada Tuhan. Pasrah di sini penyerahan keputusan, ada unsur kerelaan, penerimaan, ikhlas. Dalam bahasa manusia, kalau dikatakan:"saya pasrahkan segalanya kepada Anda," berarti menyerahkan segala sesuatunya pada orang yang dipercayai.

Berkat Hari Ini

Tahukah Saudara kapan sebaiknya kita merayakan kelahiran Yesus Kristus? Apakah pada bulan November? Apakah tanggal 25 Desember? Atau pada bulan Januari? Sering kali kita dibuat bingung akan kapan tepatnya kita merayakan kelahiran Yesus Kristus (Natal).

Christmas Gift

Ditulis oleh: Lanita Cicilia

Ayat: Lukas 1:26-38 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau".

Wow,...kata-kata yang sangat membahagiakan sekali, mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa dari malaikat," engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai". Maria mendapatkan Kasih karunia dihadapan Allah, sungguh Maria tidak mengerti arti dari salam malaikat itu dan bertanya-tanya dalam hatinya, apa arti salam dari malaikat itu.

Pages