Artikel

Mengikuti Bintang dan Hanya Menemukan Sebuah Kandang

Aktris Helen Hayes menceritakan pengalaman pertamanya memasak kalkun untuk merayakan hari Pengucapan Syukur. Ia mengaku dirinya tak pandai memasak. Namun, setelah beberapa tahun menikah, ia memutuskan untuk mencoba menyiapkan hidangan kalkun sendiri. Sebelum hidangan disantap, ia mempersilakan suami dan anaknya duduk di depan meja makan. Lalu ia berkata, "Mungkin masakanku tidak seperti yang kalian harapkan. Kalau kalkunnya tidak enak, jangan berkomentar. Berdiri saja dan kita akan pergi ke restoran terdekat, lalu makan di sana."

Yusuf, Ayah Yesus di Bumi

Allah memilih Yusuf untuk menjadi ayah Yesus. Alkitab menyatakan kepada kita dalam Injil Matius bahwa Yusuf adalah seorang yang jujur. Perlakuannya terhadap Maria, tunangannya, menyingkapkan bahwa ia adalah seorang pria yang baik dan peka. Ketika Maria mengatakan kepada Yusuf bahwa ia sedang mengandung, Yusuf memiliki semua alasan untuk merasa terhina. Ia tahu bahwa Anak itu bukanlah anaknya, dan ketidaksetiaan Maria jelas membawa stigma sosial buruk.

Kisah Kelahiran Yesus Kristus

"Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, -- karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud -- supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.

Memahami Makna Natal untuk Iman Kita

Dalam bahasa Inggris, Natal disebut dengan Christmas. Christmas berasal dari kata Christ (Kristus) dan Mass (massa atau kerumunan orang) karena pada christmas, banyak orang berkumpul mengingat/merayakan hari kelahiran Kristus.

Kelahiran Kristus di dunia mempunyai suatu titik awal yang paling penting dalam misi Kristus. Dilahirkan bukan dari pencampuran laki-laki dan perempuan, melainkan dari campur tangan Allah, yakni diperanakkan oleh kuasa Roh Allah (Matius 1:18,20). Maria, seorang gadis saleh, mendapat kehormatan sebagai perantara kedatangan Sang Mesias (Lukas 1:26-33). Adapun Kristus datang untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Allah yang semakin buruk oleh karena kesesatan manusia.

Sentuhan Sayap Malaikat

Waktu itu malam Natal. Elizabeth duduk di ujung tempat tidur anak perempuannya. Ia menunduk dan memberi ciuman pada pipi yang berwarna merah muda itu. Dengan rambut berkilau keemasan tersebar di sekeliling bantal dan bulu mata yang lentik yang terlelap dalam tidurnya, Marya terlihat bagi dunia ini seperti seorang malaikat.

Yesus, Hadirlah dalam Kado-Kado Natalku

"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Matius 7:11)

Jika aku mengingat Natal pada tahun-tahun yang telah lalu, ingatanku tidak lepas dari hadiah-hadiah. Karena dibesarkan sesudah Zaman Depresi, kami jadi terbiasa membuat sendiri kado-kado yang akan kami berikan. Sejak awal September, biasanya kami sudah mulai menyusun rencana, mengumpulkan bahan dan menyiapkan sesuatu yang istimewa untuk diberikan kepada anggota keluarga dan teman-teman. Aku sendiri sibuk melihat-lihat katalog yang berisi hadiah-hadiah yang aku idam-idamkan. Aku juga menghabiskan waktu berjam-jam untuk menulis daftar keinginanku.

Bernavigasi Menggunakan Bintang

Meskipun Bintang Betlehem sudah tidak bercahaya lagi di langit, bintang itu masih tetap ada dalam kehidupan kita: kini Allah ada di tengah-tengah kita, sama seperti saat Ia berada dalam cahaya bintang yang menuntun orang-orang Majus pada waktu dahulu. Ia ingin menuntun kita sama seperti Ia menuntun orang-orang bijak itu. Ia ingin kita "menjalani" hari lepas hari dengan terus-menerus mengarah pada kehadiran Roh-Nya dalam hidup kita.

Tragedi Natal

Hari Natal adalah sebuah hari yang ditetapkan untuk memperingati kembali akan kelahiran Kristus ke dalam dunia. Suatu peritiwa yang seharusnya dilakukan dalam suasana sukacita, kini malah lebih kental dengan aroma tragedi dan ketakutan.

Peledakan bom di beberapa gereja pada masa natal hanya merupakan salah satu dari rangkaian tragedi-tragedi natal lainnya yang lebih besar. Tragedi natal yang terbesar adalah ketika orang kristen mulai mengabaikan Kristus sebagai pusat dari berita natal itu sendiri. Lho kok bisa? Fakta tersebut bisa kita temukan misalnya dibeberapa kartu natal yang seperti sudah enggan menampilkan bayi Yesus dan lebih suka menyebut selamat natal dengan "Happy holiday". Natal juga menjadi sebuah tragedi, pada saat kita tanpa sadar mengidentikan natal dengan souvenir, perayaan yang meriah, konsumsi yang lezat, dekorasi yang wah, buku tata kebaktian yang eksklusif, dan sebagainya. Seolah-olah tanpa itu semua bukan natal namanya. Ketika kemasan menjadi lebih utama ketimbang isi, ketika sarana lebih dipentingkan ketimbang esensi maka natal sungguh-sungguh hanya sebuah tragedi.

Pages