Skip to main content

Artikel

Makna Natal

Natal—bagi umat Kristen—adalah perayaan kelahiran Yesus, Sang Juru Selamat, ke dalam dunia yang penuh kekurangan (Lukas 1:26-38). Bagi saya, kelahiran Yesus membangkitkan emosi yang luar biasa. Hal ini karena saya melihat kelahiran-Nya sebagai awal dari sesuatu yang lebih besar, yang meliputi seluruh kehidupan, kematian, penguburan, kebangkitan, dan kenaikan-Nya ke surga.

Membantu Anak-anak Anda Melihat Injil pada Hari Natal

Setelah maraton Natal yang panjang, saya dan suami saya sering duduk di tengah-tengah tumpukan kertas kado dan remah-remah kue, bertanya-tanya apakah anak-anak kami mendengar sesuatu, menangkap sebagian dari pesan Yesus. Kami sering merasa seperti sedang bermain tarik ulur dengan makna musim ini:

Tarik: Natal adalah tentang bagaimana Yesus datang untuk menyelamatkan kita.

Ulur: Tapi, oooh, lihat! Lampu-lampu yang berkilauan dan kue-kue yang harus dipanggang!

5 Cara untuk Merespons Ketika Hal Tak Terduga Terjadi dalam Hidup Anda

Hal tak terduga dalam hidup tidak bisa dihindari. Kejutan yang tak terduga dapat meruntuhkan kita atau menjadi kesempatan untuk belajar. Hal tak terduga terjadi kepada Yusuf ketika Maria memberitahunya tentang kehamilannya yang -- mengejutkan-. Namun, kisah dalam Matius 1 memberi kita 5 wawasan tentang bagaimana cara merespons hal-hal tak terduga yang terjadi kepada kita.

Musim yang Sangat Sentimental: Merayakan Natal dari Hati

Pada waktu di tahun ini, umat Kristiani merayakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah waktu penuh sukacita dan ucapan syukur; serta waktu bersama keluarga dan teman-teman. Tentu saja, ini adalah momen yang dipenuhi dengan penyembahan saat kita mengingat kebenaran Injil yang agung: "Firman itu telah menjadi daging, dan tinggal di antara kita.

Menelusuri Kisah Natal

Untuk memahami kisah Natal, kita harus kembali. Bukan hanya beberapa ribu tahun yang lalu sejak kelahiran Yesus, tetapi jauh ke belakang, kembali ke orang tua pertama kita, Adam dan Hawa. Allah menempatkan mereka di taman Eden yang subur dan sempurna. Mereka memiliki semua yang mereka butuhkan. Itu sempurna. Kemudian mereka berdosa. Akibatnya, Allah mengusir mereka. Sekarang Adam dan Hawa hidup di bawah kutukan.