Puisi Natal

Apa yang Kita Suka dari Natal?

Apa yang Kita Suka dari Natal;
Apakah kegembiraan kita terletak pada pernak-perniknya?
Ataukah pada apa yang kita rasakan di dalam hati kita
Hadiah sejati adalah apa yang Natal hadirkan.

Bertemu dengan orang-orang yang kita kasihi,
Mengirimkan kartu Natal,
Menyambut orang-orang yang membawa kebahagiaan dengan penuh sukacita
Khususnya mereka yang mengasihimu.

Diambil dan diterjemahkan dari:
Nama situs :www.poemsource.com
Penyair :Joanna Fuchs
Alamat URL:http://www.poemsource.com/

Natal yang Teduh

natal telah menjadi puisi alam raya
hiruk-pikuk pekik sorak hura-hura
apalagi cuma gegap gempita iklan
agaknya sudah tidak diperlukan

mohon jangan gaduh
sang bayi penebus bumi
masih tertidur nyenak
dalam dekapan bunda terkasih
semua ilalang, seisi kandang
adalah segala yang teduh
dalam syukur dan simpuh

ya, natal itu puisi alam raya
karena itu jangan gaduh
bumi kita telah ditebus
perlu istirahat dan tidur
ia sudah amat lelah
bekerja keras menata nasib
beri kesempatan ia bermimpi
biarkan ia merindu dan mencinta
merdeka dari segala tetek bengek
yang makin menjauhkan bumi kita
dari sang keabadian sendiri

Oleh: vul twee

Hakikat Natal

lonceng-lonceng dan genta-genta
berdentang-dentang pada hari natal
lagu-lagu natal yang sudah kita kenal
o, betapa indah seru nafiri dari langit
"damai sejahtera di bumi, di antara
manusia yang berkenan kepadaNya!"

umpama pada hari natal
lonceng genta di semua gereja
tiada henti melagukan tembang sama
"damai sejahtera di bumi, di antara
manusia yang berkenan kepadaNya!"
mungkin kita lalu putus asa dan terluka
sebab damai di bumi sudah langka
hasrat berkuasa manusia makin riuh
buah-buahnya, o, mengerikan
sang tembang kedamaian
menjadi lagu olok-olok

"damai sejahtera di bumi, di antara
manusia yang berkenan kepadaNya!"
hohohuhuhaha, olok-olok jalan terus
tapi tembang damai bergulir terus
dentang gemanya semakin lantang
siapa berkenan kepadaNya berderap
siapa berkehendak baik berpadu
dengan butir-butir waktu
dengan pernik-pernik ruang
sebab hakikat sang natal
adalah tawaran cintakasih
dari pusat-pusat keabadian
bagi kita semua

Oleh: vul twee

Evaluasi

Lahir di kandang ternak yang dipinjamkan,
       Dan dikuburkan di makam orang lain;
Tak ada harganya dibandingkan kepuasan diri kita sendiri
       Tidak ada tempat bagi orang seperti Dia
Tetapi istana sama miskinnya dengan kandang
       sampai Sang Pangeran lahir ke dalam dunia,
Dan kubur merupakan ejekan untuk harapan
       Sebelum Ia mengubah kematian menjadi kelahiran! (Elinor Lennen)

Sumber:
Judul Buku: Kisah Nyata Seputar Natal
Pengarang: -
Halaman: 131
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1989

Membuat Palungan Kecil

Tidak ada kamar di penginapan
Bagi saya,
Relakah Anda menyediakan palungan kecil
di dalam hati Anda?
Ke dalam tempat berlindung yang hangat dan terang itu
Maukah Anda membawa masuk Seseorang yang
kedinginan,
Sendirian, tanpa teman?
Supaya kasih kembali dilahirkan
di bawah bintang! (Barbara Gooden)

Sumber:
Judul Buku: Kisah Nyata Seputar Natal
Pengarang: -
Halaman: 32
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1989

Kasih yang Tetap Hidup

Setiap anak di bumi itu kudus,
Setiap tempat tidur bayi adalah palungan sederhana,
Setiap rumah adalah kandang ternak yang kusam,
Setiap kata yang ramah menjadi suatu pujian,
Setiap bintang adalah permata milik Allah,

Dan setiap kota adalah Betlehem,
Karena Kristus lahir, dan lahir kembali,
Ketika kasih-Nya hidup dalam hati manusia. (W.D. Dorrity)

Sumber:
Judul Buku: Kisah Nyata Seputar Natal
Pengarang: -
Halaman: 27
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1989

Doa Natal

Ya Tuhan,
Terang sudah tiba,
Lilin di Betlehem menyala.

Tolonglah saya untuk bersukacita dalam terang
dan dalam cahaya itu melihat sesama saya apa adanya.

Tolonglah saya untuk tetap mengenal dia
sementara Natal tiba, dan cakrawala malam,
sekali lagi dipenuhi dengan terang kelahiran-Mu.
Amin!

- Gordon Neel

Judul Buku: Kisah Nyata Seputar Natal
Pengarang: Doris Swehla
Halaman: 146
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1989

Yang Kudus

Mereka semua mencari seorang raja
Membantai musuh mereka dan mengangkat mereka;
Engkau datang, seorang bayi kecil
Kedatangan-Mu membuat seorang perempuan menangis.

O, Anak manusia, luruskan hidup saya yang sia-sia
Kehadiran-Mu memberi arti;
Bukan karena roda-roda-Mu di jalan,
Juga bukan karena lautan yang Kau arungi!

Engkau tidak peduli bagaimana atau siapa saya,

Bahkan Engkau turun ke dunia
Untuk menjawab semua kebutuhan saya,
Ya, setia doa yang telah dipanjatkan.

- George MacDonald

Judul Buku: Kisah Nyata Seputar Natal
Pengarang: Doris Swehla
Halaman: 238
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1989

Anda Akan Mengenal Dia Ketika Ia Datang

Bukan karena genderang yang bertalu-talu,
Atau udara segar yang dihembuskan-Nya,
Ataupun segala sesuatu yang dikenakan-Nya,
Bukan juga karena mahkota-Nya,
Ataupun jubah-Nya

Tetapi kehadiran-Nya pasti akan dikenal
Karena keselarasan yang kudus
Yang hadir di dalam diri Anda ketika Ia melawat Anda.

- Anonim

Judul Buku: Kisah Nyata Seputar Natal
Pengarang: Doris Swehla
Halaman: 34
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1989

Malam yang Sunyi Ini

Sst,
Bayi itu tidur
Dalam buaian ibu-Nya yang penuh kasih.
Malam sunyi,
Dan hewan ternak dalam kandang mendekam
Diam menyembah tanpa suara

Sst,
Dunia tertidur
Dalam mimpi bayi Yesus yang penuh kasih ini.
Hati kita tenang
Dan pikiran kita yang bercabang
Segera tenang dalam penyembahan yang tiada batasnya

Tidurlah, Nak, tidurlah
Tidur dalam kekudusan-Mu.
Tidurlah, bumi, tidurlah
Dalam perlindungan Tuhan

- Rehobeth Billings

Sumber:
Judul Buku: Kisah Nyata Seputar Natal
Pengarang: -
Halaman: 118
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1989

Lonceng Natal

Saya mendengar lonceng berdentang pada hari Natal
Lagu-lagu Natal yang sudah dikenal,
Betapa nyaring dan merdunya kata-kata yang terdengar lagi
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!

Saya berpikir, seandainya pada hari Natal,
semua lonceng yang tergantung di menara gereja
Memainkan lagu tanpa hentinya
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!

Dan dalam keputusasaan saya menundukkan kepala;
"Tidak ada damai di bumi," kataku;
"Karena kebencian ada di mana-mana, dan mengejek lagu
tentang
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!"

Tetapi suara lonceng yang berdentang bergema semakin kuat:
"Tuhan tidak mati atau tertidur!
Yang jahat akan jatuh, yang benar akan menang,
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!"

Lonceng terus berbunyi, berdentang,
Bumi berputar dari malam hingga pagi,
Suara, lonceng, nyanyian agung, terdengar merdu,
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!

- Henry Wadsworth Longfellow

Sumber:
Judul Buku: Kisah Nyata Seputar Natal
Pengarang: -
Halaman: 120
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung 1989

Maukah Engkau?

"Maukah engkau menggendong bayi ini?"

Maria yang lembut mungkin berkata begitu

Kepada gembala-gembala yang sedang berlutut

Di sisi tempat tidur bayi yang kudus.

"Maukah engkau menggendong bayi ini?"

Dia mungkin berkata begitu kepada orang-orang tua

Kepada orang-orang majus yang mempersembahkan

Emas, kemenyan, dan mur kepada-Nya.

"Maukah engkau menggendong bayi ini?"

Ia mungkin berkata begitu kepada kita

"Menyimpan semangat dan berkat Natal

Jauh di lubuk hatimu?"


- Ruth Somers








Sumber:
Judul Buku: Kisah Nyata Seputar Natal
Pengarang: -
Halaman: 88
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung 1989

Pages