Natal, Harapan Seberapa pun Gelapnya Kegelapan Itu

Natal adalah sebuah liburan yang bersifat paradoks yang dipenuhi dengan sukacita yang sedemikian besar, tetapi pada saat yang sama mengingatkan kita pada rasa kehilangan yang besar. Ketika sedang melakukan studi pada malam sebelumnya, saya tidak sengaja menemukan sebuah khotbah oleh Tim Keller yang membicarakan tentang bagaimana terang Natal menghalau bayang-bayang kematian. Saya merasa diyakinkan dan dikuatkan. Saya harap, Anda yang merasa kewalahan pada Natal ini akan mendapatkan pengharapan dalam terang yang terdapat dalam Injil. Kita memiliki banyak hal untuk diharapkan dan yang membuat kita bersuka. Kita merayakan betapa Yesus datang dekat dengan kita pada hari Natal.

“Sehening salju yang turun, Dia datang. Dan, ketika tidak ada orang yang melihat ke dalam kegelapan, Dia datang.” -- Sally Lloyd-Jones

Tepat sebelum Bonhoeffer dihukum mati, dia menuliskan ini ke seorang teman: “Kematian adalah perayaan tertinggi di jalan menuju kebebasan.”

“Kematian biasanya menjadi algojo, tetapi karena Injil, Yesus menjadikan kematian hanya sebagai tukang kebun. Yang bisa dilakukan kematian hanyalah menanam diriku dalam kasih-Nya dan membuatku menjadi sesuatu yang tidak sama seperti sebelumnya.” -- George Herbert

Apa yang dimaksudkan oleh Bonhoeffer? Apakah itu? Bonhoeffer memahami sesuatu. Terlepas dari kenyataan bahwa ada kegelapan di sekitarnya, bayang-bayang rasa takut akan kematian, karena dia percaya kepada Yesus Kristus yang berasal dari dunia yang lain, lahir ke dalam dunia ini. Yesus Kristus mati di kayu salib untuk membayar utang umat manusia untuk keadilan, maka ketika kita mati dengan memercayai Dia, kita tidak perlu takut untuk apa pun yang telah kita lakukan yang bagaimana pun menghalangi atau membuat kita undur sehingga kita tidak usah takut akan kematian dalam cara apa pun, apa artinya itu?

Karena Bonhoeffer tidak takut pada kematian, dia tidak takut pada apa pun. Karena Bonhoeffer tidak takut pada kematian, dia tidak peduli dengan kenyamanan. Dia tidak peduli dengan kekayaan. Dia tidak peduli dengan kekuasaan atau kesenangan atau seks atau uang. Dia tidak peduli. Itulah sebabnya, pengikutnya berkata, “Anda telah mencapainya. Anda bisa menjadi profesor yang sukses di sini, jauh dari Jerman. Anda tidak perlu kembali ke sana.”

Dia tidak mau tidak kembali. Mengapa? Bayang-bayang kematian tidak membayanginya. Dia hidup di dalam dunia yang gelap, tetapi karena dia percaya kepada Yesus, terang menyingsing. Karena Yesus lahir di dalam palungan, itu artinya dunia ini bukanlah segalanya yang masih ada.

Jika Anda mengenal siapa Yesus Kristus dan menyadari apa yang telah Dia lakukan dalam hidup Anda seperti Bonhoeffer, Anda bisa berkeliling ke bagian dunia mana pun, pada zaman mana pun, dalam situasi apa pun tanpa rasa takut.

Bonhoeffer benar-benar kebalikan dari orang-orang Peradaban Barat yang menurut Ernest Becker terus menghasilkan. Dia tidak tergoda oleh asmara dan cinta. Dia tidak tergoda oleh uang. Dia tidak terdorong untuk menjadi sukses. Tidak ada yang membuatnya ketakutan. Karena dia tidak takut pada kematian, dia tidak takut pada apa pun. Natal artinya tidak takut pada kegelapan. Natal artinya tidak takut. Para malaikat selalu muncul dalam kisah Natal dengan berkata, “Jangan takut, Maria. Jangan takut, Zakharia. Jangan takut. Jangan takut pada kegelapan.”

Spurgeon mengatakannya demikian.

"Kedatangan Yesus kepada kita, ketika Dia benar-benar masuk ke dalam hati kita, menghilangkan gelapnya ketidaktahuan, kesusahan, kecerobohan, ketakutan, dan keputusasaan. Malam kita berakhir, sekali untuk selamanya, ketika kita melihat Allah mengunjungi kita di dalam Kristus Yesus. Hari-hari kita mungkin dinaungi awan, tetapi malam tidak akan kembali. O, engkau yang ada di tengah malam yang paling gelap, jika saja engkau bisa melihat Kristus, pagi hari akan datang padamu! Tidak ada terang bagimu di tempat lain, percayalah; tetapi jika Yesus dilihat melalui iman, engkau tidak akan membutuhkan lilin keyakinan diri manusia, ataupun percikan perasaan dan kesan: memandang kepada Kristus akan mengakhiri semua malam bagimu." C.H. Spurgeon

“Memandang kepada Kristus akan mengakhiri semua malam bagimu!” Kebenaran yang dalam dan penting untuk direnungkan pada masa Natal ini. Terima kasih Tim Keller. Terima kasih Charles Spurgeon. Kiranya terang Natal menghalau bayang-bayang kematian dalam hidup Anda. Kiranya harapan dan sukacita Adven memenuhi hati Anda saat Anda mencari Dia! (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Church Leaders
Alamat URL : https://churchleaders.com/children/childrens-ministry-articles/315574-ch...
Judul asli artikel : Christmas, Hope No Matter How Dark the Darkness
Penulis artikel : Sam Luce
Tanggal akses : 4 November 2018