Skip to main content

Bahan Terbaru

Pembuktian Yesus lahir 25 Desember

Lebih dari 5 milyar orang tahu bahwa Natal Yesus Kristus jatuh pada 25 Desember. Sebagian orang menerima begitu saja tanpa pernah bertanya dasar ayatnya, sebagian lagi menolak dengan berjuta alasan. Walau terkesan kontras, kedua jenis golongan tersebut punya satu kesamaan: keduanya tidak tahu bahwa perhitungan tanggal Natal 25 Desember didasarkan pada Alkitab dan juga tidak tahu bahwa Natal Yesus Kristus telah diperingati oleh umat Kristus abad 1 Masehi hingga 3 Masehi, ratusan tahun sebelum konsili Nicea 1 tahun 325 Masehi dan ratusan tahun sebelum Konstantin lahir.

Confusing Face

Menceritakan Cerita Natal yang Sebenarnya

Kandang Betlehem

Seperti halnya mengetahui cerita sebenarnya di balik perayaan tahunan Thanksgiving itu penting, penting juga untuk mengetahui cerita Natal yang sebenarnya, dan seperti halnya kita perlu membagikan kebenaran tentang hari Thanksgiving, kita juga perlu membagikan kebenaran tentang hari Natal. Itulah yang ingin saya diskusikan dalam artikel penginjilan digital bulan ini.

Kandang Bethelem

Siapakah Anak ini?

Kemiskinan, Bukan sebuah Istana, untuk Raja Terbesar

Sewaktu kecil, saya tidak terkesan dengan sebuah lagu Natal yang menanyakan sesuatu, yang jawabannya sudah diketahui oleh semua orang.

Gambar: Bayi Yesus

Siapakah Anak ini? Dia adalah Yesus, tentu saja. Kita semua tahu itu -- bahkan anak-anak pun tahu akan hal itu.

Tentang Penulis -- Michael Ross-Watson

Michael berasal dari keluarga berlatar belakang Spiritisme. Setelah bertobat dan menjadi seorang Kristen pada tahun 1963, dia berkuliah di Cliff College. Lalu, dia bekerja sebagai penginjil awam di Gereja Metodis (Inggris) dari tahun 1966 hingga 1969. Dia dan istrinya, Esther, telah melayani bersama dengan WEC International (Worldwide Evangelization for Christ -- Penginjilan Sedunia bagi Kristus) dari tahun 1969 hingga tahun 2015. Mereka pernah melayani di Indonesia selama sepuluh tahun.

TAHUN-TAHUN PERTUMBUHAN

Bacaan Alkitab: Lukas 2:51-52

Seperti apa rasanya bagi Maria dan Yusuf melihat Yesus, Anak Allah yang tidak berdosa, bertumbuh dewasa dalam rumah tangga mereka? Pernahkah Dia nakal? Apakah Dia menyenangkan? Apakah Dia anak yang berpikir dengan sangat serius?

BUNUH ANAK ITU

Bacaan Alkitab: Matius 2:13-18

Baru-baru ini, kita mendengar tentang penyerangan yang mengerikan di suatu sekolah, tempat lebih dari 130 murid dan guru tewas. Ada juga laporan tentang ribuan anak yang dilecehkan, banyak di antaranya yang mengalami cacat permanen, dan secara khusus hal ini dilakukan oleh para pedofil. Sekarang menjadi hal yang sangat perlu, walaupun sangat menyedihkan, siapa pun yang akan menemui anak-anak harus menjalani pengecekan keamanan demi melindungi anak-anak.