TRADISI NATAL

Ibu guru Jones sangat ingin tahu bagaimana setiap muridnya itu merayakan Natal. Dia lalu bertanya kepada Patrick Murphy, "Patrick, ceritakan apa yang kamu lakukan pada waktu Natal?"

Patrick lalu berdiri di depan kelas dan bercerita, "Biasanya, aku dan keduabelas saudara-saudaraku menghadiri kebaktian tengah malam dan kami menyanyikan lagu-lagu slow (hymn), lalu kami pulang setelah larut malam, menaruh roti daging di belakang pintu dan menggantung kaus kaki kami. Kemudian kami segera pergi tidur dan menunggu Sinterklas datang memberi kami mainan."

"Wah, menyenangkan sekali, Patrick," jawab Bu Guru itu.

"Sekarang, Jimmy Brown, apa yang kamu lakukan pada waktu Natal?" tanya ibu guru itu.

"Biasanya aku dan kakakku juga ke gereja dengan ayah dan ibu dan kami juga menyanyikan lagu-lagu yang gembira dan pulang larut malam. Kami menaruh kue-kue dan susu di meja makan dan menggantung kaus kaki kami. Kami segera tidur dan menunggu Sinterklas memberi mainan pada kami," jawab Jimmy.

"Wow, itu juga sangat menarik, Jimmy," kata ibu guru.

Ibu guru itu lalu bertanya juga kepada Isak dengan pertanyaan yang sama.

"Sekarang, Isak, apa yang kamu lakukan pada waktu Natal?" tanya ibu guru itu.

"Kami juga menyanyikan lagu-lagu yang gembira!" jawab Isaac.

"Oh ya? Apa yang kamu nyanyikan?" tanyanya.

"Lagu yang sama tiap tahunnya. Begitu Ayah pulang dari kantor. Kami masuk ke mobil, lalu kami pergi ke pabrik mainan milik Ayah. Ketika kami sampai di pabriknya, kami melihat ke seluruh rak barang kosong dan mulai bernyanyi ´Bapa, Terima Kasih´, setelah itu kami pulang ke rumah dan bersiap-siap untuk berlibur ke Swiss!"

/Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."* (Markus 10:15)

Sumber: Joke of The Day.