Natal

Putri Sion, Nyanyilah (KJ-091)

Putri Sion, nyanyilah; soraklah, Yerusalem!
Mari sambut Rajamu. Raja Damai t''rimalah!
Putri Sion, nyanyilah; soraklah, Yerusalem!

Hosiana, Putra Daud, umatMu berkatilah!
Dirkanlah takhtaMu mahatinggi, mulia.
Hosiana, Putra Daud, umatMu berkatilah!

Hosiana, Putra Daud, Salam, Raja mulia.
Raja Damai abadi, Putra Allah yang kekal.
Hosiana, Putra Daud, Salam, Raja mulia!

Bernyanyilah, Puteri Sion (KJ-090)

Bernyanyilah, Puteri Sion, hai kota Yerusalem, soraklah!
Gembiralah kamu menyambut yang adil dan jaya, benar,
Terpercaya; lembutlah hatiNya dan murni kasihNya.
Elukanlah Dia yang naik keledai. Demikian sabda nabi.

Bernyanyilah, Puteri Sion, hai kota Yerusalem, soraklah!
Susahmu berakhir, Penolongmu hadir: perang dan gaduhnya,
Kereta dan kuda, baik busur, baik panah lenyap selamanya
dan damai sempurna hendak diberi. Demikian sabda nabi.

Bernyanyilah, Puteri Sion, hai kota Yerusalem, sorak lah!
Segala penghuni yang ada di bumi kelak menikmati sejaht''ra abadi;
Semua bersatu mengikut Rajamu yang datang
Menghiburkan hati sedih. Percayaah sabda nabi.

Kala Lonceng...

Kala lonceng gereja berdentang...
Ku teringat Natal telah tiba...
Pohon Natal semakin cantik...
Kerlip lampu menambah semakin menarik...

Namun orang sering melupakan...
Makna Natal di dalam hatinya...
Pohon Natal semakin samar...
Natal dianggap hanya sebentar...

Rff: Natal dihatiku, akan tetap abadi...
Walau hari tlah berlalu...
Natal tetap dihatiku...

Taxonomy upgrade extras: 

Berlayar Bahtra Rahmat (KJ-089)

Berlayar baht''ra rahmat ke pantai dunia,
membawa Jurus''lamat penuh karunia,

membawa Firman Allah di dalam palkanya
dan Roh Kudus Pengarah haluan kasihNya,

supaya Yang Ilahi mendarat segera,
Firman menjadi daging demi manusia.

Di Betlehem ''kan lahir Mesias Penebus
hendak memikul salib setia dan kudus.

Yang mau menyambut Dia serta merangkulNya,
hendaknya bersedia dihina dunia,

dan rela turut mati di dalam mautNya,
supaya juga bangkit dan hidup s''lamanya.

Hai Waris Kerajaan (KJ-088)

Hai waris Kerajaan, Rajamu sambutlah!
Siapkan kedatangan Penghibur dunia!
Dan tampil ke depan, nyanyikan Hosiana;
Berharaplah padaNya, penuh dengan iman!

Hai insan yang berduka, Rajamu t''lah dekat:
Pelindung kaum penat. Besarkan hatimu
Dengan penghiburanNya:
Firman dan SakramenNya membuatmu teguh!

Hai kamu yang merana, Rajamu tak lemah.
Tengadahlah: di sana bersinar bintangNya!
Di dalam kemelut kasihNya tak berkurang
Dan sungguh menghiburkan melawan kuasa maut.

Hai mari, fakir miskin, Rajamu tak lelah
merawat yang merintih, mengangkat yang rendah.
Kembang dan burung pun dib''riNya sandang-pangan:
Seluruh Kerajaan kekal warisanmu.

Hai umat yang sengsara, Rajamu tidak jauh:
keluh-kesah dan lara niscaya Ia tahu.
Lenyap selamanya cemas dan dukacita:
Ternyata Allah kita mengingat anakNya.

Gapuramu Lapangkanlah (KJ-087)

Gapuramu lapangkanlah menyambut Raja mulia,
Sang Maharaja semesta dan Jurus''lamat dunia;
Sejahtera dibawahNya. Dengan meriah nyanyilah,
"Terpuji Penebus, Gembala yang kudus."

Benar dan adil hukumNya, dan rahmat lambang kuasaNya!
MahkotaNya kekal kudus, keretaNya lemah lembut.
Berakhirlah keluh kesah. Dengan meriah soraklah,
"Terpuji Penebus, Penolong yang kudus."

Selamat berbahagia neg''ri yang memilikiNya.
Selamat hati yang rendah yang sudah dimasukiNya.
Selaku Surya yang benar dib''riNya nikmat yang besar.
Terpuji Penebus, Pelipur yang kudus.

Gapuramu lapangkanlah, hatimu jadi rumahNya;
lambaikan daun di tanganmu menyongsong Raja Agungmu.
Sang Jurus''lamat t''lah dekat membawa hidup dan berkat.
Terpuji Penebus, Pendamai yang kudus.

Pencipta Bintang Semesta (KJ-086)

Pencipta bintang semesta, Terang abadi umatMu.
ya Yesus Kristus, Penebus, sembah dan puji t''rimalah.

Kar''na sengsara dunia telah tergugah hatiMu;
supaya dunia sembuh, Kaujadi Obat baginya.

Kau lahir bagi dunia menjadi kurban yang kudus:
di kayu salib Kautebus segala dosa dan cela.

Atas kumandang namaMu penghuni sorga bersujud,
pun alam maut betelut dengan mengaku kuasaMu.

Di Hari KedatanganMu, ya Hakim Mahamulia,
jemaatMu lindungilah terhadap niat seteru.

Syukur, pujian dan sembah padaMu diberi terus,
ya Bapa, Put''ra, Roh Kudus, sekarang dan selamanya!

Kusongsong Bagaimana (KJ-085)

Kusongsong bagaimana, ya Yesus, datangMu?
Engkau Terang buana, Kau Surya hidupku!
Kiranya Kau sendiri Penyuluh jalanku,
Supaya kuyakini tujuan janjiMu.

Kaum Sion menaburkan kembang di JalanMu;
''ku ikut mengelukan Dikau di hatiku.
Kunyanyi Hosiana, ya Raja, tolonglah!
PadaMulah kiranya hambaMu berserah.

Betapa Kau berkorban hendak menghiburku
di kala ''ku di jurang sengsara kemelut.
Kau datang, Jurus''lamat dengan sejahtera:
Keluh-kesahku tamat dan hatiku cerah.

Di saat ''ku terpasung, Kau membebaskanku;
segala aib dan malu terhapus olehMu.
Padaku Kautambahi mahkota mulia,
Bahagia abadi, pusaka yang baka!

Sebabnya Kautinggalkan takhtaMu yang megah,
kasihMulah belaka terhadap dunia.
Kau rela menderita sengsara dan cela,
Segala dukacita dengan manusia.

Ya Yesus, Dikau Kurindukan (KJ-084)

Ya Yesus, Dikau kurindukan, lipurkan lara batinku;
seluruh hatiku terbuka menyambut kedatanganMu.
Bahagia, Terang sorgawi, Engkau harapan dunia:
Terbitlah, Surya Mahakasih, dan jiwaku terangilah!

Hatiku biar Kaujadikan palunganMu yang mulia
dan dalam aku Kaucerminkan terang sorgawi yang baka,
sebab dengan kehadiranMu keluhan batinku lenyap.
Kiranya lahir dalam aku dan tinggallah serta tetap!

Puaskanlah, ya Jurus''lamat, seluruh kerinduanku.
Dengan rendah, jernih dan taat hatiku siap bagiMu;
Hendak padaMu kuabdikan perananku di dunia;
Cemas da duka Kausingkirkan: ya Yesus, ari, masuklah!

Terbitlah Bintang Timur (KJ-083)

Terbitlah bintang timur dan fajar merekah
menyambut Sang Penghibur, Harapan dunia.

Gelap sedang berlalu, pun malan yang sedih;
cahaya siang baru semakin berseri.

Yang diam menderita di bayang maut kelam,
mendapat sukcita di fajar yang terang.

Penghalau malam itu, Sang Surya yang cerah,
yaitu Yesus Kristus kekal cahayaNya!

Terbitlah bintang timur dan fajar merekah
menyambut Sang Pengibur, Harapan dunia.

Pages