Natal

Masa Terberat dalam Setahun

Berduka karena Penderitaan dan Kehilangan saat Natal

Masa Natal mengandung harapan yang sulit. Harapan yang sering kali lebih mirip dengan gambar di kartu Hallmark daripada harapan yang damai tentang merayakan kelahiran Kristus. Kita membayangkan pertemuan meriah dengan keluarga dan teman, hadiah yang dibungkus penuh warna di bawah pohon yang dihias, dan makanan lezat di atas meja dengan orang-orang terkasih yang duduk mengelilinginya.

Dia Datang untuk Melayani Yang Tak Berdaya

Ketika kita memikirkan alasan-alasan yang diberikan Kitab Suci tentang kedatangan Yesus, kita tidak boleh mengabaikan betapa mengejutkannya alasan-alasan ini, khususnya ketika kita mengingat bahwa Yesus adalah Allah dalam rupa manusia. Perhatikan, misalnya, apa yang Yesus katakan dalam Markus 10:45 (AYT):

Sebab, bahkan Anak Manusia pun datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani, dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

Penguasa-penguasa di dunia biasanya mengunjungi orang-orang mereka dengan harapan bahwa mereka akan dipuji dan dilayani, tetapi Yesus memiliki agenda yang berbeda.

Yesus Datang untuk Menderita

Tiada yang Mustahil bagi Allah

Natal Melalui Mata Sang Ibu

"Akan tetapi, ketika hari penggenapan tiba, Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan" (Galatia 4:4, AYT). Tetapi sedikit dari banyak orang yang berdoa dan menantikan kedatangan Mesias mengenali-Nya ketika Dia datang. Cara dan bentuk kedatangan-Nya, seperti puncak misi penyelamatan-Nya sekitar tiga dekade kemudian, tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Keduanya lebih menakjubkan dan luar biasa daripada yang dibayangkan siapa pun. Natal benar-benar membuktikan bahwa "tidak ada hal yang mustahil bagi Allah" (Lukas 1:37, AYT) -- sesuatu yang disaksikan oleh dua ibu, Maria yang remaja dan Elisabet yang setengah baya, dengan cara yang luar biasa spesial.

Apa Itu Natal: Memahami Sejarah dan Asal Usulnya

Apa Itu Natal dan Kapan Dimulai?

Natal adalah festival Kristen tahunan yang merayakan kelahiran Kristus, diadakan pada tanggal 25 Desember di Gereja Barat. Tanggal tradisional 25 Desember dimulai sejak tahun 273 M. Dua festival pagan untuk menghormati matahari juga dirayakan pada hari itu dan ada kemungkinan bahwa 25 Desember dipilih untuk melawan pengaruh paganisme. Sampai hari ini beberapa orang merasa tidak nyaman dengan Natal karena mereka pikir itu bagaimanapun dinodai oleh festival pagan yang diadakan pada hari itu. Akan tetapi, orang Kristen telah lama percaya bahwa Injil tidak hanya melampaui budaya, tetapi juga mengubahnya. Pada tahun 320 M, seorang teolog menjawab kritik ini dengan mengatakan, "Kami menguduskan hari ini, bukan seperti orang-orang kafir karena kelahiran matahari, tetapi karena Dia yang menciptakannya."

10 Cara Membicarakan Tentang Kristus Pada Natal Ini

Apakah ini adalah tahun untuk Anda membuat perubahan dan mengganti beberapa kegiatan yang menyita waktu dengan sesuatu yang lebih bermakna?

Dalam kesibukan kita yang membabi buta dan tergesa-gesa menjalani liburan Natal setiap tahun, banyak dari kita seperti anak kecil yang mengobrak-abrik tumpukan kado yang dibungkus pada pagi Natal. Setelah hiruk-pikuk berakhir, mereka duduk di lantai dikelilingi kertas dan kotak dan mainan ... dan menangis karena semuanya sudah berakhir. Apakah hanya itu yang kita dapatkan?

Gambar: Cara membicarakan Natal

9 Hal Yang Harus Anda Ketahui Tentang Natal

Natal adalah hari libur budaya yang paling banyak dirayakan di dunia. Berikut sembilan hal yang harus Anda ketahui tentang peringatan tahunan kelahiran Yesus:

1. Tidak ada yang tahu hari atau bulan apa Yesus dilahirkan (meskipun beberapa ahli berspekulasi bahwa itu adalah bulan September). Bukti paling awal untuk memperingati 25 Desember sebagai hari lahir Kristus muncul dalam Kalender Philocalian, yang disusun di Roma pada tahun 336.

Gambar: Natal

10 Hal Yang Harus Anda Ketahui tentang Natal

1. Yesus adalah alasan untuk masa ini.

Tujuan utama merayakan Natal adalah mengingat kelahiran Yesus. Pada hari Natal, kita merayakan ulang tahun Yesus, bukan bocah kecil penabuh drum atau Sinterklas!

2. Yesus sudah ada sebelumnya bersama dengan Allah pada awal sebelum dunia dijadikan.

Kelahiran Yesus sebagai bayi di palungan Betlehem tidak menandai awal dari keberadaan-Nya. Sebaliknya, seperti yang diajarkan Injil Yohanes secara eksplisit (Yohanes 1:1,14) dan Kitab-kitab Injil lainnya menyiratkan, Yesus menjadi manusia sebagai tambahan untuk keberadaan kekal sebagai bagian dari Keilahian.

3. Kelahiran Yesus adalah puncak dari nubuatan mesianik selama berabad-abad.

'Kita Semua Memiliki Wabah'

Apa yang saya pelajari tentang penderitaan dan pengharapan dari membaca novel Albert Camus selama masa pandemi.

Mungkin cara termudah untuk mengenal sebuah kota adalah dengan memastikan bagaimana orang-orang di dalamnya bekerja, bagaimana mereka mencintai, dan bagaimana mereka mati.

Begitulah cara Albert Camus, filsuf dan penulis Perancis, memperkenalkan kota pelabuhan Oran pada bagian awal novelnya "The Plague". Saya diharuskan membaca novel tersebut dan mendiskusikannya dengan siswa musim gugur ini di Wheaton College. Sebenarnya, ini adalah Buku Inti perguruan tinggi untuk tahun ini, yang berarti bahwa seluruh kampus sedang membaca, merenungkan, dan mendiskusikannya sebagai tindakan pembelajaran komunal selama musim Adven ini dan sepanjang tahun.

Pages