Sejarah Lagu Natal

Bila kita menelusuri sejarah lagu Natal sama saja dengan menelusuri mundurnya kekuasaan riligius gereja dalam hubungannya dengan manusia. Pada abad pertengahan rohaniawan sudah biasa ikut campur bukan hanya pada urusan keagamaan tapi juga urusan negara. Dengan begitu, penggunaan himne-himne gereja dan seputarnya sama halnya dengan bagian adat dan kegiatan gereja memerlukan persetujuan dari lembaga gereja.

Modernisasi sejarah lagu-lagu Natal muncul seiring dengan reformasi yang diperkenalkan oleh St. Francis dari Asisi pada abad ke-12. Saat itu lagu-lagu Natal lebih didasarkan pada nuansa sukacita masyarakat daripada himne-himne tradisional yang melankolis. Lagu-lagu Natal modern kembali menlanggar larangan kaum Protestan Inggris oleh Oliver Cromwell. Kepopuleran mereka diraih kembali pada masa pemerintahan Ratu Victoria, sementara itu banyak lagu-lagu tradisional yang sudah sirna dan dilupakan.

Lagu-lagu sekuler dalam sejarah lagu-lagu Natal menjadi lebih terkenal pada abad ke-19 berkat pertolongan media sekuler seperti kaset, tape, televisi, radio, dan bioskop. Kegiatan komersil yang didukung dengan adanya iklan dan perkembangan internet akhir-akhir ini serta media komputer selalu membebani pencipta dalam mengaransemen lagu Natal sesuai animo masyarakat umum. Karenanya, lagu-lagu Natal tak lagi benar-benar bersifat religius.

Dalam sejarah lagu-lagu Natal bagian lagu yang diulang diganti dengan genre modern. Pentingnya penggabungan susunan musik klasik belum ditambahkan ke dalam lagu-lagu Natal modern. Susunan lagu ini tak lagi membawa-bawa orang majus, bayi Kristus atau perawan Maria, tapi memakai tema biasa bahkan kadang tak masuk akal dan lucu.

Tradisi Natal yang tersirat dalam lagu-lagu Natal sepanjang sejarah sudah diubah menjadi tradisi petani pada umumnya sesuai masanya. Kemungkinan ini merupakan penghargaan adat istiadat rakyat yang melegalkan dasar tradisi kuno orang kafir pada musim dingin. Tiap-tiap pribadi bisa memiliki pendapat masing-masing mengenai apakah perjuangan gereja Kristen untuk mengutamakan kekristenan di atas adat istiadat orang kafir berhasil atau gagal. Penyanyi lagu Natal yang melegenda pada abad pertengahan tak lagi menyusuri jalanan yang berdebu. Lagu-lagu modern mereka yang sudah tersebar ke tempat-tempat jauh dan internet bahkan memberi dampak yang lebih besar daripada oligarki pastoral abad pertengahan.

Diambil dan diterjemahkan dari:
Judul asli artikel: History of Christmas Carols
Penulis: Tidak dicantumkan
Nama situs: All Things Christmas
Alamat URL: http://www.allthingschristmas.com/carols/history-christmas-carols.php