Mereka Memanggil-Nya Imanuel

Yusuf merasakan rasa sakit yang luar biasa. Tunangannya, Maria, sedang hamil, tetapi bukan olehnya. Apa yang dapat ia perbuat? Bagaimana mungkin pernikahan mereka yang masih diajukan sudah sah sekarang? Namun, bagaimana mungkin ia membiarkannya pergi?

Ketika ia sedang tidur nyenyak, malaikat datang kepadanya dalam mimpi untuk meyakinkannya, "Anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus." (Matius 1:20) Dia memercayai malaikat tersebut, mengambil Maria menjadi istrinya, dan cerita selanjutnya adalah sejarah.

Saya yakin orang-orang di kota percaya bahwa Yusuf adalah ayah dari Anak itu. Untuk menjatuhkan nama baiknya, sebuah cerita disebarkan bahwa Yesus adalah anak haram seorang prajurit Romawi.

Akan tetapi, setelah peristiwa mimpi Yusuf, narator Alkitab mengatakan hal yang sangat mengherankan:

"Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita." (Matius 1:22-23)

Sebuah tanda kenabian yang diberikan sekitar 700 tahun sebelumnya memiliki arti yang melebihi masanya sendiri.

Apa arti Imanuel? Pertama-tama, nama atau gelar Imanuel berasal dari dua kata Ibrani — preposisi/kata depan "im", "dengan, di samping, oleh, di antara" + "el", "Allah". Sederhananya, artinya adalah, seperti yang dikatakan narator kepada kita, "Allah menyertai kita."

Namun, apa pentingnya? Apa yang disampaikannya kepada kita tentang misi pribadi dan hidup Yesus? Apa artinya bagi Anda? Saya percaya ada dua hal.

Allah Menyertai Kita untuk Menolong Kita

Tahukah Anda seperti apa rasanya merasa benar-benar sendirian? Mencoba berusaha menghidupi hidup Anda tanpa ada seorang pun untuk bersandar, tanpa jaring pengaman, tanpa bantuan? Apabila Anda pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidup Anda, Anda akan mengetahui dengan tepat seperti apa rasanya. Janji luar biasa yang diwujudkan melalui bayi Kristus Imanuel adalah Allah berjanji untuk menyertai Anda pada masa-masa sulit. Ia tidak akan meninggalkan Anda dengan sumber daya Anda sendiri. Segala sumber daya-Nya tersedia untuk Anda.

Bagi Anda perbedaannya kemungkinan seperti siang dan malam. Pada masa lalu Allah sudah membuat janji seperti ini untuk orang-orang istimewa dalam sejarah.

Abraham adalah seorang asing di tanah yang penuh ancaman, tetapi Allah berkata kepada-Nya, "Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi." (Kejadian 28:15) Musa diperintahkan untuk menghadapi raja yang paling berkuasa di bumi secara pribadi tanpa membawa apa pun kecuali sebuah tongkat dan janji dari Allah, "Aku akan menyertai engkau!" (Keluaran 3:12) Musa percaya kepada-Nya dan pergi menghadap Firaun dengan risiko yang sangat besar. Hasilnya, Allah membebaskan umat Israel keluar dari tanah Mesir melalui Laut Merah. Setelah Musa meninggal, bujangnya didorong untuk memimpin. Allah berjanji kepada Yosua, "Seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau." (Yosua 1:5)

Luar biasa! Akan tetapi, bagaimana dengan Anda dan saya? Yesus adalah Imanuel, "Allah menyertai kita," berarti bahwa janji-Nya bukan hanya untuk pemimpin-pemimpin besar, melainkan untuk semua orang. Janji itu untuk Anda. Persis sebelum Yesus terangkat ke surga, Dia berkata kepada murid-murid-Nya:

"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:18, 20)

Janji Imanuel itu tidak hanya untuk para rasul, tetapi untuk kita juga, karena kita melihat janji yang sama dalam Alkitab untuk meyakinkan kita semua — "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5)

Allah Sendiri Menyertai Kita di Dalam Yesus

Gelar Imanuel memberi tahu kita tentang misi Yesus dan sifat-Nya. Ingat konteksnya? Kita baru saja diberi tahu tentang kehamilan Maria, kekhawatiran Yusuf, dan jaminan malaikat ("Anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus"). Pada saat itu narator memberi tahu kita bahwa hal ini menggenapi nubuatan Yesaya, "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel --yang berarti: Allah menyertai kita." Catatan Matius tentang kehamilan Maria menceritakan kisah ini dari sudut pandang Yusuf. Catatan Lukas berfokus pada pengalaman Maria. Malaikat Gabriel memberi tahu Maria bahwa ia akan mengandung seorang anak laki-laki yang akan menjadi Mesias.

"Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah." (Lukas 1:34-35)

Dengan kata lain, Imanuel, "Allah menyertai kita", harus dimengerti secara literal. Yesus adalah anak biologis dari Maria di dalam natur kemanusiaan-Nya, tetapi secara rohani, Ia adalah Anak Allah, yang lahir dari Allah sendiri.

Jadi, ketika para gembala dan orang majus berkumpul dan menyembah Bayi itu, mereka sedang menyembah Allah sendiri. Yesus sang Putra Allah adalah sama ilahinya dengan Allah yang ilahi.

Yesus adalah Allah!

Itulah makna Natal yang sangat radikal. Natal bukanlah tentang lilin dan musik, atau pesta dan hadiah, atau bahkan semangat untuk memberi. Natal adalah perayaan fakta yang radikal bahwa Allah telah mengambil rupa sebagai seorang manusia ketika Yesus dilahirkan. Yesus — Allah sendiri — adalah Imanuel, Allah beserta kita! (t/Odysius)

Diterjemahkan dari:
Nama situs:Joyful Heart
Alamat URL:http://www.joyfulheart.com/christmas/immanuel.htm
Judul asli artikel:They Call Him Immanuel (Emmanuel)
Penulis artikel:Dr. Ralph F. Wilson
Tanggal akses:30 Oktober 2015