Anugerah

Masa Terberat dalam Setahun

Berduka karena Penderitaan dan Kehilangan saat Natal

Masa Natal mengandung harapan yang sulit. Harapan yang sering kali lebih mirip dengan gambar di kartu Hallmark daripada harapan yang damai tentang merayakan kelahiran Kristus. Kita membayangkan pertemuan meriah dengan keluarga dan teman, hadiah yang dibungkus penuh warna di bawah pohon yang dihias, dan makanan lezat di atas meja dengan orang-orang terkasih yang duduk mengelilinginya.

Cara Membuat Natal Menjadi Lebih Berfokus pada Yesus

Natal. Setahun sekali Natal tiba dan seperti apa penampakannya? Pusat perbelanjaan yang ramai. Orang-orang bergegas membeli hadiah, dekorasi, dan makanan. Jalan dipenuhi dengan barisan rumah-rumah yang menyala, berkilau, dan memesona. Rumah-rumah didekorasi, diatur, dan bersiap untuk hari besar. Inilah biasanya penampakan pada hari Natal.

Saya harus mengakui bahwa tidak akan benar-benar terasa seperti Natal tanpa hal-hal itu. Kita semua terjebak dalam tradisi setiap tahun membeli hadiah, mendekorasi rumah, menyiapkan makanan, sambil memikirkan liburan yang akan datang, menemui teman dan keluarga, dan bertanya-tanya tentang apa yang ada di dalam kotak terbungkus rapi di bawah pohon.

Mengapa Natal Adalah Penangkal FOMO

Cagar Alam Maasai Mara. Ngarai Besar (Grand Canyon). Karang Penghalang Besar (Great Barrier Reef). Menurut sebuah acara TV beberapa tahun yang lalu, tempat-tempat ini adalah tiga tempat yang harus Anda kunjungi sebelum Anda mati. Sebenarnya, itu hanyalah tiga dari 50 tempat. Tidak hanya acara TV BBC "50 Tempat yang Harus Dilihat Sebelum Anda Mati" yang populer, tetapi buku-buku dengan judul semacam itu juga selalu ada dalam daftar buku terlaris sejak saat itu.

Mengapa Kita Memberi Hadiah Natal?

Wawancara dengan John Piper

Pada hari Rabu kita membicarakan Sinterklas. Yang akan kita bicarakan hari ini adalah pemberian hadiah. Ini emailnya: "Hai, Pastor John. Nama saya Kaitlynn. Keluarga saya berusaha untuk merayakan makna Natal yang sebenarnya, dan tidak terlalu mempermasalahkan hadiah. Dua pertanyaan: Apakah hadiah itu alkitabiah? Dan, apakah ada cara yang lebih baik untuk melakukannya? "

Hadiah Natal

Jawaban singkatnya adalah ya - pemberian hadiah bersifat alkitabiah. Namun ya, mungkin ada cara yang lebih baik untuk melakukannya karena tidak ada yang kita lakukan yang sempurna. Selalu ada cara yang lebih baik untuk melakukannya.