Skip to main content

Artikel Natal

Natal Pahit dan Natal Manis

Di dunia ini tidak banyak perayaan yang -- murni-, tidak banyak kesempatan di mana kita hanya berpesta, hanya bersukacita, hanya bergembira. Terutama seiring berjalannya hidup kita, terutama seiring berlalunya tahun dan dekade, kita mengumpulkan lebih banyak hal untuk diratapi, lebih banyak hal untuk disesali, lebih banyak hal untuk ditangisi. Pada akhirnya, setiap kegembiraan diredam oleh setidaknya beberapa ukuran kepedihan, setiap kesenangan baru akan menjadi sentimentil karena kenangan akan rasa sakit.

Memahami Kedalaman Makna Natal dan Paskah dalam Kekristenan

Hari-hari raya Kristen menawarkan refleksi mendalam tentang iman, budaya, dan sejarah, dengan Natal dan Paskah sebagai pilar ketaatan umat Kristen. Perayaan-perayaan ini bukan hanya perayaan, tetapi juga ekspresi mendalam dari narasi Kristen, yang merangkum doktrin-doktrin utama dan peristiwa-peristiwa yang mendefinisikan agama ini. Bersama-sama, hari raya ini menawarkan wawasan yang kaya akan kepercayaan Kristen dan kekuatan abadi dari narasi kuno ini.

Natal dan Paskah: Perayaan Penting dalam Kekristenan

Mengapa Allah Anak Menjadi Manusia?

Pada abad kesebelas, Anselmus dari Canterbury mengajukan sebuah pertanyaan yang terkenal, "Mengapa Allah menjadi manusia?" Pertanyaan ini penting untuk diajukan karena akan membawa kita kepada dasar pemikiran tentang inkarnasi, dan dengan demikian kepada inti dari Injil. Anselmus memberi jawab atas pertanyaan itu dengan mengatakan bahwa Allah Anak menjadi manusia untuk menggenapi rencana Allah Bapa, yakni menjadi penebus dosa untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Tidak kurang dari itu.

Natal adalah bagi Para Peragu

Bagi banyak orang, Natal adalah waktu yang penuh sukacita, kekeluargaan, dan bahkan momen untuk berhubungan kembali dengan Allah. Akan tetapi, mungkin Natal kali ini membuat Anda merasa hampa. Pertanyaan-pertanyaan telah merasuk ke dalam hati Anda dan menggerogoti dasar-dasar iman Anda.

Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu terasa filosofis: Mengapa Allah yang baik membiarkan begitu banyak kejahatan? Mengapa Ia tidak menghentikan serangan Hamas sebelum terjadi? Mengapa Ia membiarkan begitu banyak orang tak berdosa mati?