Tahukah Anda

Tradisi Perayaan Natal di Jerman

Pohon Natal merupakan hal yang mutlak ada di rumah keluarga Kristen di Jerman. Menjelang malam Natal para orangtua akan mempersiapkan dan menghiasi pohon Natal dengan apel, permen, kacang, kue, mobil-mobilan, kereta api mainan, malaikat, emas- emasan, apa yang merupakan kesenangan seluruh keluarga, dan lilin. Hadiah-hadiah ditempatkan di bawah pohon Natal. Ketika semua sudah siap, bel dibunyikan sebagai tanda bagi anak-anak untuk memasuki "Ruangan Natal." Anak-anak menyanyikan pujian, mendengarkan cerita Natal, dan membuka hadiah mereka yang terdapat di bawah pohon Natal.

Sumber: Situs Natal UK Petra (http://www.petra.ac.id)

Tradisi Perayaan Natal di Austria

Liburan dimulai 6 Desember ketika anak-anak berkumpul untuk menunggu kedatangan St. Nicholas (Santa Claus) beserta asistennya yang bernama Krampus (atau Piet Hitam). Pada malam Natal, ikan merupakan menu utama makan malam keluarga. Kemudian, dilanjutkan dengan acara pembagian hadiah ketika seluruh anggota keluarga mengitari pohon Natal yang telah dihiasi dengan lampu dan manisan buah plum.

Sumber: Buletin CERIA GKKK Malang, edisi 03/XII/98

Tradisi Perayaan Natal di Meksiko

Orang Meksiko merayakan Natal dengan menggelar festival selama 9 hari. Setiap malam tampil atraksi dari berbagai keluarga yang berbeda dengan dipimpin oleh anak kecil yang membawa patung Yesus, Maria dan Yusuf yang terbuat dari tanah liat. Mereka berjalan ke rumah-rumah yang sedang melangsungkan pusada (baca: pesta) dan menyanyikan lagu-lagu Natal. Sementara itu beberapa orang dari mereka berusaha memecahkan boneka yang terbuat dari tanah liat yang tergantung di langit-langit rumah, sehingga seluruh peserta akan dihujani dengan berbagai permen dan hadiah dari dalam boneka buatan tersebut.

Sumber: Buletin CERIA GKKK Malang, edisi 03/XII/98

Tradisi Perayaan Natal di Spanyol

Di Spanyol, saat merayakan Natal, biasanya Nacimiento (kata "palungan" dalam bahasa Spanyol) diletakkan di tengah ruangan. Selanjutnya pada hari Natal seluruh anggota keluarga berlutut mengelilingi palungan tersebut sambil berdoa dan menyanyikan lagu-lagu Natal. Kebiasaan yang dilakukan anak-anak adalah meletakkan sepatu-sepatu mereka di jendela yang diisi dengan berbagai permen dan mainan.

Sumber: Buletin CERIA GKKK Malang, edisi 03/XII/98

Asal Usul Kata Natal

Kata Portugis Natal ini berasal dari bahasa Latin "Natalis", lengkapnya "Dies Natalis", yang berarti Hari Lahir. Masyarakat pra-Kristiani dalam kekaisaran Romawi zaman dahulu menggunakan istilah ini untuk memperingati kelahiran dewa Surya, lengkapnya "dies natalis solis invicti", yang berarti "hari kelahiran matahari yang tak terkalahkan". Pengertian ini dihubungkan pula dengan penyembahan kaisar sebagai Dewa Matahari. Kaisar (abad ke-3) menetapkan perayaannya pada 25 Desember, demi kehormatannya sendiri sebagai 'tuhan'. Hari ini kemudian 'dikristenisasi' sebagai "dies natalis" Yesus Kristus sebagai Matahari Kebenaran, Terang Dunia yang sebenarnya, Raja Alam Semesta, Tuhan yang sanggup turun dari takhta-Nya.

Sumber: _____. 1999. "Almanak Kristen Indonesia." Jakarta: Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia.

Asal Usul Kata Adven

"Adventus" (bahasa Latin) yang berarti kedatangan Allah. Istilah ini dahulu dipakai dalam kekaisaran Romawi untuk menyambut kedatangan kaisar yang dianggap sebagai dewa, kemudian dipakai oleh pengikut-pengikut Kristus untuk menyatakan bahwa bagi mereka bukan kaisar, melainkan Kristus adalah Raja dan Tuhan. Masa Advent adalah masa persiapan sebelum Natal, yakni masa persiapan untuk menghayati makna kedatangan Kristus, sesuai dengan penantian Mesias oleh umat Israel yang terungkap dalam Alkitab Perjanjian Lama, juga sehubungan dengan kedatangan-Nya pada akhir zaman.

Sumber: _____. 1999. "Almanak Kristen Indonesia." Jakarta: Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia.

Apakah Yesus Langsung Diberi Nama Setelah Dilahirkan?

Yesus belum menerima nama, yang berarti "Mesias" atau "Kristus", sebelum Dia disunat saat berusia 8 hari. Nama itu diberikan kepada Maria oleh malaikat sebelum ia mengandung, tetapi sesuai adat Yahudi, nama diberikan secara resmi kepada anak ketika ia disunat.

Sumber: Jerry MacGregor dan Marie Prys, "Seorang Juruselamat, Kristus, Tuhan", 1001 Fakta Mengejutkan Tentang Alkitab, Penerbit ANDI, hlm. 150

Apakah Yusuf Meminta Izin kepada Pemilik Penginapan?

Kisah Natal telah mengalami penafsiran budaya sedemikian rupa sehingga banyak orang yakin bahwa Alkitab bercerita tentang Yusuf yang meminta izin kepada penjaga penginapan jika bayi itu boleh dilahirkan di kandang domba milik si penjaga penginapan. Meskipun demikian, tidak ada catatan tentang terjadinya percakapan itu. Lukas 2:7 hanya menyatakan: "Anak itu dibungkusnya dengan kain, lalu diletakkan di dalam palung berisi jerami; sebab mereka tidak mendapat tempat untuk menginap." (Alkitab BIS)

Sumber: Jerry MacGregor dan Marie Prys, "Seorang Juruselamat, Kristus, Tuhan", 1001 Fakta Mengejutkan Tentang Alkitab, Penerbit ANDI, hlm. 150

Gembala dan Tanda Ajaib

Para gembala tidak diberi tanda ajaib untuk diikuti seperti yang dialami orang-orang majus 2 tahun kemudian. "Bintang dari Timur" tidak membimbing mereka. Para malaikat memberi tahu para gembala itu untuk mencari bayi yang terbungkus kain lampin dan dibaringkan di palungan. Kelihatannya ini adalah tanda yang tidak biasa dan para gembala menemukan Yesus tanpa banyak kesulitan.

Sumber: Jerry MacGregor dan Marie Prys, "Seorang Juruselamat, Kristus, Tuhan", 1001 Fakta Mengejutkan Tentang Alkitab, Penerbit ANDI, hlm. 150

Apakah Ada Binatang di Tempat Yesus Dilahirkan?

Meskipun kelahiran Yesus diceritakan berbeda-beda, kemungkinan besar tidak ada binatang di tempat Yesus dilahirkan. Alkitab tidak menyebutkan unta, keledai, sapi, atau domba. Semuanya ini adalah penambahan secara kultural pada kisah itu yang ditempelkan seiring berjalannya waktu.

Sumber: Jerry MacGregor dan Marie Prys, "Seorang Juruselamat, Kristus, Tuhan", 1001 Fakta Mengejutkan Tentang Alkitab, Penerbit ANDI, hlm. 150

Pages