Skip to main content

Artikel Natal

Lahir untuk Mati demi Kebebasan

Lahir Bagi Kita

Jika Anda tidak punya waktu untuk membaca ini sekarang, masukkan ini ke dalam Alkitab Anda dan pakailah untuk saat teduh pagi berikutnya. Ibrani 2:14-15 jauh lebih berharga daripada dua menit ibadah adven. Ayat-ayat ini menghubungkan awal dan akhir dari seluruh kehidupan Yesus. Ayat-ayat ini menjelaskan mengapa Dia datang. Ayat-ayat ini akan sangat bagus digunakan bersama dengan seorang teman atau anggota keluarga yang belum percaya untuk menuntun mereka langkah demi langkah dari permulaan sampai habis mengenal pandangan Kristen Anda tentang Natal. Seperti ini ...

Pembuktian Yesus lahir 25 Desember

Lebih dari 5 milyar orang tahu bahwa Natal Yesus Kristus jatuh pada 25 Desember. Sebagian orang menerima begitu saja tanpa pernah bertanya dasar ayatnya, sebagian lagi menolak dengan berjuta alasan. Walau terkesan kontras, kedua jenis golongan tersebut punya satu kesamaan: keduanya tidak tahu bahwa perhitungan tanggal Natal 25 Desember didasarkan pada Alkitab dan juga tidak tahu bahwa Natal Yesus Kristus telah diperingati oleh umat Kristus abad 1 Masehi hingga 3 Masehi, ratusan tahun sebelum konsili Nicea 1 tahun 325 Masehi dan ratusan tahun sebelum Konstantin lahir.

Confusing Face

Menceritakan Cerita Natal yang Sebenarnya

Kandang Betlehem

Seperti halnya mengetahui cerita sebenarnya di balik perayaan tahunan Thanksgiving itu penting, penting juga untuk mengetahui cerita Natal yang sebenarnya, dan seperti halnya kita perlu membagikan kebenaran tentang hari Thanksgiving, kita juga perlu membagikan kebenaran tentang hari Natal. Itulah yang ingin saya diskusikan dalam artikel penginjilan digital bulan ini.

Kandang Bethelem

Siapakah Anak ini?

Kemiskinan, Bukan sebuah Istana, untuk Raja Terbesar

Sewaktu kecil, saya tidak terkesan dengan sebuah lagu Natal yang menanyakan sesuatu, yang jawabannya sudah diketahui oleh semua orang.

Gambar: Bayi Yesus

Siapakah Anak ini? Dia adalah Yesus, tentu saja. Kita semua tahu itu -- bahkan anak-anak pun tahu akan hal itu.

Natal, Harapan Seberapa pun Gelapnya Kegelapan Itu

Natal adalah sebuah liburan yang bersifat paradoks yang dipenuhi dengan sukacita yang sedemikian besar, tetapi pada saat yang sama mengingatkan kita pada rasa kehilangan yang besar. Ketika sedang melakukan studi pada malam sebelumnya, saya tidak sengaja menemukan sebuah khotbah oleh Tim Keller yang membicarakan tentang bagaimana terang Natal menghalau bayang-bayang kematian. Saya merasa diyakinkan dan dikuatkan. Saya harap, Anda yang merasa kewalahan pada Natal ini akan mendapatkan pengharapan dalam terang yang terdapat dalam Injil.

Natal Ini, Carilah Kristus

Masa Natal telah tiba!

Natal adalah masa yang penuh sukacita - saat untuk memuji Allah dan merayakan kelahiran Yesus Kristus.

Apa yang lebih ajaib dibandingkan kedatangan Allah dalam daging - lahir dari Perawan Maria, dikandung oleh Roh Kudus - seorang Juru Selamat yang diutus untuk menebus dosa umat manusia?

Karena itu, Tuhan sendiri akan memberimu satu tanda ini: Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, nama-Nya akan disebut: Imanuel. (Yesaya 7:14, AYT)

Jika Anda tetap fokus pada makna dan pesan sejati Natal pada masa liburan ini, hati Anda akan dipenuhi dengan sukacita yang melimpah.

Hal itu disebabkan karena apa pun keadaan melelahkan yang mungkin Anda hadapi dalam hidup, lingkar harapan dan janji Natal selamanya benar:

Ini Bukanlah Tentang "Mempertahankan Kristus Pada Saat Natal"

Setiap Natal, saya mendengar banyak orang berkata, "Pertahankan Kristus pada saat Natal." Saya memahami ungkapan ini. Saya paham alasannya. Saya juga mengerti berbagai hal yang terus berubah di dunia ini dan kita harus terus berpegang teguh kepada-Nya. Akan tetapi, saya pikir kita masih kehilangan maksudnya. Ini bukan hanya tentang "Mempertahankan Kristus pada saat Natal"; ini lebih kepada bagaimana sosok Kristus hidup di dalam hati kita.

Sukacita Natal

Inilah waktu yang kita tunggu dalam setahun. Desember sudah tiba, dan bersamanya datanglah semua sukacita Natal.

Namun, apakah hanya itu saja? Terkadang, kita menjadi sibuk dengan hiruk pikuk masa Natal. Hadiah-hadiah di bawah pohon Natal, berbelanja, memasak, perayaan, mendekorasi/menghias, dan semua itu hadir bersama dengan bagian yang sekuler dari Natal. Bagi banyak orang, Natal dipenuhi oleh kesedihan, kesendirian dan kesulitan.

Memaknai Natal

Catatan Editor: Khotbah adaptasi ini dikutip dari Come, Thou Long-Expected Jesus: Experiencing the Peace & Promise of Christmas (Datanglah, Engkau Yesus - Yang Telah Lama Diharapkan: Mengalami Damai dan Janji Natal - Red.) Diedit oleh Nancy Guthrie, Crossways.

Apa yang Allah berikan kepada kita pada saat Natal bukan hanya Anak-Nya. Ia memberikan kita sebuah kebenaran -- kebenaran yang mengubah kita ketika kita memahaminya. Apa yang Allah berikan saat Natal adalah kehidupan baru secara menyeluruh.