Ironi Epifani

Tanggal 6 Januari telah lama menjadi tanggal bagi gereja Barat merayakan Perayaan Epifani. Berasal dari kata dalam bahasa Yunani yang berarti "penampakan" atau "manifestasi" (epiphaneia), Epifani merayakan penampakan Anak Allah di antara kita sebagai salah satu dari kita -- sepenuhnya ilahi dan sepenuhnya manusia - dan menandai akhir dari "dua belas hari Natal" yang dimulai pada 25 Desember.

Secara khusus, Epifani telah diidentifikasikan dengan kedatangan orang Majus, para ahli bintang pagan yang tampil secara mengejutkan dalam Matius 2 untuk menyembah bayi Yesus.

Yang mengejutkan dalam Matius 2 bukan hanya fakta bahwa orang majus yang kasar secara agamawi berusaha untuk menyembah raja Yahudi yang baru lahir, tetapi para pemimpin agama saat itu tidak. Para ahli bintang pagan itu bersujud (ayat 10-11), tetapi para religius Yerusalem menegarkan tengkuk (ayat 3-8). Inilah ironi besar dalam Epifani.

Jawaban Mudah bagi Kaum Religius

Bahasa dan pembelajaran agama dapat menyelubungi kerajaan diri.
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Kejahatan Herodes terlihat jelas. Merasa tidak aman, terganggu, penuh tipu daya, berhasrat membunuh -- tentu saja, dia tidak benar-benar bermaksud untuk menyembah Anak itu, melainkan untuk membunuh-Nya. Meski begitu, dosa halus para pemimpin agama mungkin sama jahatnya, jika tidak lebih besar.

Ayat 4 mengatakan bahwa Herodes mengumpulkan "semua imam kepala (orang Saduki) dan ahli-ahli Taurat (orang Farisi) bangsa itu. Dia bertanya kepada mereka di mana Kristus akan dilahirkan." Inilah para teolog terlatih pada masa itu. Mereka tahu jargon-jargon alkitabiah. Mereka telah berulang kali dan terus-menerus membaca Kitab Suci Ibrani -- dan menghafalkannya. "Di mana Mesias akan dilahirkan?" Ini adalah jawaban yang mudah untuk orang-orang ini: Betlehem. Lihat kitab Mikha.

Ketidakpedulian yang Aneh

Ini sangat tragis. Mereka tahu jawabannya, tetapi tidak satu pun dari mereka yang bertindak berdasarkan jawaban itu. Tak satu pun dari teolog terpelajar itu yang pergi ke Betlehem. Para gembala yang kotor meninggalkan ternaknya dan pergi ke palungan. Para ahli bintang pagan melakukan perjalanan jauh, ratusan mil dan berbulan-bulan di jalan. Sementara itu, para pemimpin agama, yang penuh dengan jargon dari dalam dan pengetahuan Alkitab serta jawaban yang tepat, tidak ingin repot-repot melakukan perjalanan yang relatif singkat sejauh lima mil ke Betlehem untuk benar-benar melihat Bayi ini, yang seharusnya untuk kedatangan Bayi inilah semua kelas teologi mereka telah mempersiapkan mereka.

Komentator David Turner menyebutnya "ketidakpedulian yang aneh" dari para ahli teologi yang telah mengumpulkan banyak pengetahuan alkitabiah, tetapi tidak bertindak berdasarkan hal itu. Kepala mereka dipenuhi dengan ayat, doktrin, dan fakta agama, tetapi hati mereka menolak Mesias yang seharusnya ditunjukkan dalam pelajaran mereka.

Bahaya dari Agama Semata

Apakah peringatan di sini tidak jelas bagi kita yang telah mengambil kelas demi kelas dan membaca buku Kristen demi buku Kristen? Banyak dari kita terlalu akrab dengan jargon gereja. Kita dapat mengatakan semua hal yang benar untuk terlihat saleh. Kita telah menghafal beberapa ayat Kitab Suci. Kita tahu bagaimana terdengar Kristen dengan penggunaan kita yang berulang-ulang terhadap istilah dan konsep teologis yang berharga. Akan tetapi, pelajaran alkitabiah tidak menjamin bahwa hati kita cenderung menyembah raja yang sejati. Bahasa dan pembelajaran agama dapat menyelubungi kerajaan diri.

Perhatikan kontras antara para ahli bintang pagan dan lembaga agama. Orang Majus tidak tahu banyak, tetapi mereka sangat bersukacita (ayat 10) atas penyingkapan sejati dari Allah yang telah mereka terima, sementara para pemimpin agama dengan semua jawaban dan ahli dari banyak kitab malah terganggu bersama dengan Herodes dan menolak untuk tunduk kepada Raja yang telah lama ditunggu-tunggu.

Jangan Meremehkan Yesus

"Para pemimpin agama," tulis Turner, "yang penuh dengan pengetahuan kitab suci, bereaksi dengan apatis saat itu dan dengan antipati nantinya [ketika mereka menyalibkan Yesus]. Orang Majus, yang pengetahuannya sangat terbatas, tetap mempersembahkan penyembahan yang tulus kepada Raja orang Yahudi yang baru lahir" (halaman 87).

Gambar: Orang Majus

Perhatikan bagian dari Komentar Alkitab Afrika berikut:

Para penerus ahli (agama) ini akan bertentangan dengan Yesus dewasa, dan pada akhirnya mereka akan bersekongkol untuk membunuh-Nya. Orang-orang gereja yang paling berpengetahuan sering kali termasuk mereka yang meremehkan Yesus. Ini adalah situasi yang berbahaya jika kita berada di dalamnya. Ini sama berdosanya dengan kebencian langsung yang ditunjukkan oleh Herodes, karena pada akhirnya, itu mengarah pada nasib yang sama (Herodes gagal membunuh bayi Yesus, tetapi para imam kepala berhasil). Kebanggaan kita akan pengetahuan kita tentang Kristus, Alkitab, dan gereja pada akhirnya bisa menjadi jerat. (halaman 1111)

Untuk Para Kaum Religius dan Orang Majus

Jadi, hari ini, pada Perayaan Epifani ini, inilah pengingat bagi para imam kepala dan ahli Taurat modern, lembaga keagamaan, dan orang yang dilatih dengan baik oleh gereja: Pengetahuan Alkitab dari semua kelas dan semua buku dapat menjadi bahan bakar yang berharga untuk menyembah Yesus yang benar, atau alasan menakutkan untuk berjarak dengan Yesus. Peningkatan pengetahuan tidak serta merta berarti peningkatan ibadah.

Dan, inilah undangan untuk mereka yang lebih mirip seperti orang majus, "orang kafir" yang tidak bergereja, dan kaum tidak bergereja yang kehilangan haknya: Anda mungkin tidak memiliki latar belakang Kristen (atau Anda pernah punya, tetapi menolaknya, mungkin karena kaum beragama). Anda mungkin tidak tahu jargon Kristen. Anda tidak merasa cocok berada bersama-sama dengan pengunjung gereja, tetapi Anda ditarik kepada Yesus. Dan, seluruh adegan Kristen mungkin terasa sangat asing, tetapi kami ingin Anda bersama-sama dengan kami. Kami menginginkan orang Majus. Tolong, jangan biarkan orang Kristen yang tidak sempurna menakuti Anda menjauh dari Kristus yang sempurna. Biarlah para ahli bintang datang kepada Yesus, dan jangan melarang mereka, karena begitulah kerajaan surga. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Desiring God
Alamat situs : https://desiringgod.org/articles/the-irony-of-the-Epifani
Judul asli artikel : The Irony of the Epifani
Penulis artikel : David Mathis