Puisi Natal 10: Dikarantina Bersama Kristus

Natal tahun ini, ada baiknya untuk memikirkan bahwa kita semua telah tertular penyakit paling mematikan yang diketahui umat manusia: dosa. Sudah terlambat bagi kita untuk menemukan vaksin, karena kita terinfeksi. Satu-satunya harapan kita adalah obatnya.

Yesus adalah obat untuk masalah dosa. Dia mengalami kematian yang pantas kita terima, dan memberi kita kehidupan yang tidak kita dapatkan. Natal tahun ini kita merayakan Dia, yang memberikan semua milik-Nya agar kita dapat hidup. Merupakan hak istimewa tertinggi kita untuk dikarantina bersama-sama dengan Dia. Nikmati puisi terakhir ini, #10, dalam menyongsong Natal!

Selamat Ulang Tahun, Juru Selamat. Semua adalah kepunyaan-Mu.

-- Dan

Dikarantina Bersama Kristus

ka.ran.ti.na

upaya untuk mengisolasi

(Isolasi adalah biasa dalam Alkitab dan Kisah Natal)

[1] 2020 menceritakan kisahnya

Tentang virus yang mengamuk;

Covid adalah api penyucian,

Membuat orang-orang sakit dan bersedih.

[2] Kenakan masker, pelindung, penutup,

Gosok etalase dengan Lysol,

Suram adalah harapan kita

Bahwa wabah mungkin berakhir pada musim gugur.

[3] Kita beradaptasi dengan pandemi,

Kita menghindari kemungkinan malapetaka;

Kekhawatiran kita -- bukan akademis --

Melakukan bisnis melalui Zoom.

[4] Dan, kita menjaga jarak sosial kita,

Saat kita masuk ke toko,

Fauci berteriak "Enam Kaki!" -- bersikeras,

Kurang dari Enam Kaki kita abaikan.

[5] Apa yang menguatkan lapisan jaringan beracun ini

Yang menginfeksi massa -- sakit?

Ini adalah Sars-Coronavirus,

Dan, itu memuat kekuatan yang mematikan.

[6] Covid hanyalah salah satu dari banyak

masalah yang kita hadapi;

Merampok setiap sen dari bank kita,

Mencuri kegembiraan kita, tanpa jejak.

[7] Sekarang mari kita melihat ini dalam perspektif baru,

Kita telah mengabaikan ini terlalu lama,

Kematian dan pajak bukanlah pilihan,

Dan, kita sudah mengetahuinya selama ini.

[8] Penyakit kita bukanlah demam,

Oh! Ini benar-benar jauh lebih buruk,

Dosa membuktikan saya orang yang tidak percaya

Kepada Dia yang akan menanggung kutukan.

[9] Dan, dapatkah kita mengatakan bahwa kita adalah yang pertama,

Menjalani karantina?

Alkitab menceritakan kisah-kisah yang jauh lebih buruk,

Santo Agustinus pada zaman dahulu!

[10] Nuh Tua duduk di dalam bahteranya,

Dia mengasingkan diri selama setahun;[1]

Air bah -- tidak bisa keluar,

Sampai langit menderu berubah cerah.

[11] Yusuf muda dipenjara lama,

Atas tuduhan palsu, diseret ke penjara;

Karena dia menolak untuk ikut,

Melayani dua tahun tanpa jaminan.[2]

[12] Elia memperingatkan Raja Ahab yang angkuh,

Kemudian berlari ke lembah,

Dia tinggal sendirian, jauh dari keramaian,

Sementara gagak Allah mengirimkan makanan.[3]

[13] Maria masuk dalam pengasingan,

Yesus bertumbuh di dalam rahimnya,

Sembilan bulan isolasi yang panjang,

Dia tidak setia, dugaan kota itu.

[14] Ke Betlehem mereka berjalan dengan susah payah,

Ke tempat penginapan -- tidak ada tempat!

Tinggal di dalam gudang,

Jauh dari rumah di Galilea.[4]

[15] Yesus telah diserahkan untuk kita,

Dan, di dalam palungan diletakkan,

Sementara para malaikat menyanyikan paduan suara mereka,

Sebagai pujian yang kudus.[5]

[16] Para gembala tercengang, ternganga,

"Kita harus menemukan bayi laki-laki ini!"

Meninggalkan domba mereka di padang,

Mendengar berita tentang kegembiraan yang lebih besar.[6]

[17] Datang ke kandang yang sepi,

Tidak ada imam atau orang Farisi,

Hanya seorang tukang kayu yang tidak mampu --

Membesarkan seorang anak yang akan menjadi Raja.

[18] Jadi temanku, seperti orang-orang sebelum kita,

Jangan resah dalam karantina;

Kamu bisa tahu bahwa dalam kesendirian,

Allah mengungkapkan apa yang tidak terduga.

[19] Hadiah Natal, begitu lama kita menunggu,

Dari penjara kami Engkau membebaskan kami;

Dari palungan, terisolasi,

Melalui kematian-Mu, di atas kayu salib.[7]

[20] Yesus adalah Pahlawan Alkitab,

Mematikan wabah dosa;

Menghentikan jam penghakiman,

Tetapi, darah-Nya dapat menyembuhkan dari dalam.

Merupakan hak istimewa bagi kita untuk lepas dari wabah dosa, untuk dikarantina bersama Yesus, Juru Selamat! Selamat Ulang Tahun bagi Sang Raja!

  1. Kejadian 7:11, 8:13-14
  2. Kejadian 39-41
  3. 1 Raja-raja 17:1-6
  4. Lukas 2:1-7
  5. Lukas 2:8-14
  6. Lukas 2:15-18
  7. Ulangan 21:23; Galatia 3:13

(t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : God Can. God Cares.
Alamat situs : https://godcangodcares.com/christmas-poem-10-quarantined-with-christ/
Judul asli artikel : Christmas Poem 10: Quarantined With Christ
Penulis artikel : Dan Flynn