Menyediakan Ruang untuk Natal Multikultural

Kisah Natal terjadi pada abad pertama, dan tidak ada satu pun tokoh berasal dari ras Kaukasia. Namun, perayaan Natal evangelis Amerika dapat memiliki rasa vanilla yang khas. Adegan kelahiran dengan bayi Yesus kulit putih, perayaan liburan dipenuhi dengan makanan Anglo-Amerika, dan kebaktian gereja hanya menampilkan himne Eropa.

Tentu saja, orang-orang keturunan Eropa dapat dan harus mengintegrasikan ekspresi etnis tertentu ke dalam perayaan Natal mereka. Akan tetapi, banyak orang Kristen non-kulit putih di Amerika Serikat bergumul dengan kurangnya perayaan Natal yang beragam, bertanya-tanya apakah ada ruang bagi mereka untuk merayakan apa yang mereka anggap sebagai hari libur "kulit putih".

Bagaimana kita masing-masing dapat merayakan Natal pada persimpangan iman dan budaya kita, sambil menyambut perspektif budaya yang berbeda tentang kelahiran Kristus?

Menangkap Perspektif yang Baru

Gambar: kelahiran Kristus

Pesan keselamatan adalah untuk semua bangsa (Matius 28:19). Apa yang telah dilakukan Allah melalui Kristus melintasi perbedaan etnis dan meluas ke semua orang pada semua zaman (Lukas 2:10). Akan tetapi, kita dapat mendekati dan merayakan realitas ini secara berbeda dari satu budaya ke budaya berikutnya. Dan, perayaan Natal kita tidak berbeda.

Ketika kita membaca Alkitab bersama-sama dalam komunitas multikultural, orang percaya dari budaya yang berbeda membantu kita melihat hal-hal dalam Alkitab yang cenderung kita lewatkan karena titik buta kita sendiri. Ketika Kekristenan menurun di Amerika Serikat, kita harus lebih bersemangat untuk belajar dari orang-orang percaya dari budaya dan etnis lain sehingga mata kita dapat terbuka pada kekayaan dan kedalaman yang baru untuk iman kita sendiri.

Pembelajaran ini bukan hanya tentang makanan, pakaian, dan dekorasi global apa yang dapat kita gabungkan di rumah kita selama Adven. Ini tentang menemukan narasi khusus setiap budaya, yang menekankan elemen-elemen yang berbeda dari kisah kelahiran Kristus.

Posadas dan Mengingat Orang-Orang yang Terbuang

Misalnya, banyak orang Amerika Tengah merayakan Posadas. Kebiasaannya terdiri dari pergi ke rumah seorang teman dan memerankan kembali penolakan Maria dan Yusuf dari penginapan (Lukas 2:7).

Tradisi ini mengingatkan kita bahwa Yesus, Maria, dan Yusuf tidak diterima. Ini mengingatkan kita bahwa Yesus berempati dengan orang buangan, dan para pengikut-Nya juga harus demikian. Lagu dan makanan yang dipertukarkan selama Posadas memungkinkan orang-orang yang merayakannya untuk mengekspresikan solidaritas dengan mereka yang membutuhkan melalui bersaksi bahwa meskipun kita memiliki sedikit, kita akan membagikannya kepada Allah dan sesama kita.

Kiahk dan Berempati dengan Orang-orang yang Tercela

Umat Kristen Koptik di Mesir, antara lain, memusatkan perhatian pada gambaran Maria yang hamil dengan melaksanakan liturgi Kiahk, yang mengingatkan kita bahwa Adven adalah masa penantian dan persiapan hati kita untuk kelahiran Yesus.

Banyak orang Kristen Koptik berpuasa selama bulan Desember, percaya bahwa Maria menanggung celaan karena kehamilannya yang misterius dan mungkin telah menanggapi pencobaannya dengan berpuasa sampai kelahiran anaknya. Alih-alih memanjakan diri dengan manisan dan kesenangan yang ditawarkan liburan Amerikanisasi kita, bagaimana praktik puasa dapat mengarahkan kembali pikiran kita pada pergumulan-pergumulan yang ada dalam kisah Natal?

Di tengah krisis imigrasi di perbatasan kita, bagaimana sikap hati kita dapat dibentuk kembali dengan tidak mengabaikan relatabilitas (kualitas mudah memahami atau berempati kepada seseorang - Red.) Maria -- seorang wanita muda rentan yang sedang menanti kelahiran seorang anak di luar nikah -- sebagai pribadi yang kepadanya, dan melalui dia, Anak Allah yang berinkarnasi telah datang? Kita harus banyak belajar dari budaya lain tentang mengingat dan menghormati celaan dan iman Maria dalam kisah Natal.

Parol dan Terang Kristus yang Bersinar

Sebuah parol adalah lentera Filipina yang ditampilkan selama musim Natal. Secara tradisional dibuat dengan menggunakan bambu dan kertas, bentuk yang paling umum adalah bintang berujung lima. Dengan warna-warna cerah dan lampu berkelap-kelip, parol tidak hanya membangkitkan ingatan akan bintang Betlehem (Mat. 2:9-10), tetapi juga datangnya "Terang yang sejati yang menerangi semua orang" (Yohanes 1:9, AYT).

Entah keluarga-keluarga menggantung parol mereka dari jendela atau berjejer-jejer di mimbar-mimbar gereja, tradisi ini merayakan kedatangan pertama Kristus, "terang dunia" (Yohanes 8:12). Ini juga merupakan kesempatan untuk mempersiapkan hati kita dengan rasa syukur dan untuk merenungkan: Apakah saya memancarkan terang Kristus ke dunia? Apakah saya mewartakan kabar baik Yesus kepada tetangga dan teman saya?

Dia de los Reyes dan Merayakan Iman Orang Non-Yahudi

... seperti orang Majus, kita juga dipersilakan untuk datang dan menyembah Raja Yesus dalam kepenuhan identitas dan ekspresi budaya kita.
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Di Argentina, Paraguay, Puerto Rico, Uruguay, dan Meksiko, Dia de los Reyes (Hari Tiga Raja) merayakan orang Majus non-Yahudi yang melakukan perjalanan jauh untuk menyembah dan mempersembahkan hadiah kepada "Raja orang Yahudi" yang sejati (Mat. 2:1-12).

Orang Majus adalah tokoh penting dalam cerita Kitab Suci karena janji Allah bahwa suatu hari bangsa-bangsa akan menyembah Kristus (Kej. 22:18; Yes. 11:10; 60:1-6). Injil Matius dibuka dengan orang-orang non-Yahudi yang datang kepada Yesus dan ditutup dengan perintah untuk memuridkan "semua bangsa" (Mat. 28:19).

El Dia de los Reyes mengingatkan kita bahwa, seperti orang Majus, kita juga dipersilakan untuk datang dan menyembah Raja Yesus dalam kepenuhan identitas dan ekspresi budaya kita (Yes. 60:11; Why. 21:24-26).

Natal Multikultural

Sebaiknya kita menyediakan ruang untuk Natal multikultural, mengundang perspektif budaya yang beragam dan perayaan kelahiran Kristus di rumah, komunitas, dan gereja kita.

Kiranya kita masing-masing bertanya pada diri sendiri: Bagaimana warisan etnis saya sendiri menonjolkan sebuah elemen unik dari kelahiran Yesus? Dan, aspek baru apa tentang kisah Natal yang dapat saya pelajari dari budaya lain?

Kita mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini saat berada di komunitas, saat kita membaca kisah kelahiran Yesus bersama-sama dan belajar dari satu sama lain bagaimana cara yang lebih baik untuk melihat dan menyembah Kristus pada Natal ini. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : The Gospel Coalition
Alamat situs : https://www.thegospelcoalition.org/article/making-space-multicultural-christmas/
Judul asli artikel : Making Space for a Multicultural Christmas
Penulis artikel : Michelle Ami Reyes