Apa Itu Epifani (Hari Tiga Raja) dan Apakah Itu Perayaan yang Alkitabiah?

Lampu Natal berkelap-kelip dan musik mengalun melalui ruang tamu yang gelap. Natal selalu memenuhi saya dengan keajaiban saat saya merenungkan penampakan Yesus di bumi. Persiapan Hari Natal memberi jalan untuk merayakan apa yang telah dilakukan Kristus dalam hidup kita. Cara-Nya yang lembut bekerja dalam hidup kita guna menjadikan kita cerminan yang lebih terang akan Dia. Dia menyelamatkan, membimbing, dan mengungkapkan diri-Nya kepada kita. Sementara Yesus muncul dalam bentuk fisik di bumi dua ribu tahun yang lalu, Dia masih muncul dalam kehidupan hari ini. Epifani -- sementara banyak orang mengenalnya sebagai hari yang menandai 12 hari setelah Natal dan waktu untuk menurunkan pohon Natal dan dekorasi, hari itu sebenarnya merupakan hari perayaan dengan makna yang signifikan.

Apa itu Epifani?

Epifani berarti "penampakan atau manifestasi". Di seluruh dunia, umat Kristen merayakannya pada 6 Januari, 12 hari setelah Hari Natal. Banyak negara menyebutnya sebagai "Hari Tiga Raja". Pada hari ini, kekristenan Barat mengakui manifestasi Kristus kepada orang-orang bukan Yahudi. Orang-orang bukan Yahudi diwakili ketika orang majus mengunjungi kanak-kanak Yesus dan menunjukkan besarnya anugerah Allah berupa Kabar Baik bagi semua orang. Kekristenan Timur merayakan baptisan Yesus pada hari ini. Baptisan-Nya mengungkapkan identitas-Nya kepada umat manusia. Di Timur atau Barat, Epifani merayakan Allah yang mengungkapkan diri-Nya kepada dunia.

Asal Usul Epifani

Gambar: Epifani

Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang asal mula Epifani, kita perlu melihat sejarah kalender Gereja. Pada abad pertama, orang Kristen paling awal menyisihkan satu hari dalam seminggu sebagai Hari Tuhan. Kita mengamati hari ini pada hari Minggu. Pada abad kedua, mereka menetapkan pra-Paskah, Paskah, dan Pentakosta. Pra-Paskah adalah periode waktu yang disisihkan untuk pertobatan dan pelatihan orang Kristen baru. Paskah mengamati kematian Kristus dan merayakan kebangkitan-Nya diikuti oleh Pentakosta, ketika gereja berfokus pada kejayaan dan kemenangan.

Pada abad ketiga, para pemimpin gereja mula-mula menetapkan Epifani. Perayaan ini merayakan dan mengakui kelahiran Kristus, pembaptisan, penyembahan orang majus, dan mukjizat pertama di Kana. Baru pada akhir abad keempat, orang Kristen mula-mula mulai merayakan Natal dan Adven. Natal menjadi waktu untuk merayakan kelahiran Yesus. Adven adalah periode empat minggu sebelum Natal. Periode ini digunakan untuk mempersiapkan hati untuk menerima Yesus.

Seperti yang bisa kita lihat, Epifani berasal dari para pemimpin gereja paling awal dan memiliki makna spiritual. Tahun Gereja dimulai pada saat Adven. Sejak saat itu, hingga Pentakosta, orang Kristen berkonsentrasi pada kehidupan dan karya Kristus. Lalu selama sepanjang tahun sisanya -- dari Pentakosta hingga Adven -- tahun gereja berfokus pada ajaran Kristus dan penerapannya dalam kehidupan Kristen. Tujuan akhir dari kalender gereja memastikan bahwa orang Kristen mencakup keseluruhan luas dan kedalaman Injil dalam satu tahun. Periode enam bulan dari Adven hingga Pentakosta mencakup enam peristiwa besar: Adven, Natal, Epifani, pra-Paskah, Paskah, dan Pentakosta.

Sejarah dan Tradisi Epifani

Karena Epifani berarti 'manifestasi', perayaan mula-mula menghormati salah satu dari empat manifestasi Kristus. Kelahiran-Nya, penyembahan orang majus, pembaptisan Yesus, dan mukjizat pertama di Kana saat Yesus mengubah air menjadi anggur.

Keempat manifestasi ini mengungkapkan Allah kepada umat manusia. Pada saat kelahiran-Nya, para malaikat memberikan kesaksian dan para gembala, yang mewakili Israel, bersujud di hadapan Yesus. Kunjungan orang Majus mengungkapkan Yesus kepada orang bukan Yahudi. Pada saat pembaptisan-Nya, Roh Kudus turun, dan Allah menyatakan identitas Yesus. Dan, mukjizat pertama pada Pernikahan di Kana mengungkapkan keilahian Yesus atas alam. Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia melalui pribadi Yesus. Dia membuat diri-Nya dikenal sehingga kita bisa mengenal-Nya.

Tradisi merayakan Hari Tiga Raja bervariasi di seluruh dunia dan telah berubah seiring waktu. Selama Abad Pertengahan, perayaan difokuskan pada perjalanan orang majus. Di Italia pada 1336, orang akan melihat prosesi, upacara, drama kelahiran, dan karnaval. Beberapa cerita rakyat dan kebiasaan Epifani di seluruh dunia mencakup anak-anak menerima hadiah pada hari ini, bukan pada Hari Natal. Di beberapa negara berbahasa Spanyol, tiga raja yang memberikan hadiah, bukan Sinterklas. Pada Malam Kedua Belas, sebagaimana dikenal di beberapa negara, anak-anak akan meninggalkan sepatu dan jerami di depan pintu mereka. Mereka akan mendapati sepatu mereka penuh dengan hadiah dan jeraminya hilang.

Beberapa tradisi Epifani di seluruh dunia mencakup memakan "Kue Raja" dengan berbagai pernak-pernik yang dipanggang di dalamnya. Siapa pun yang menemukan perhiasan itu akan menjadi Raja atau Ratu sepanjang hari itu. Siapa yang tidak ingin menjadi bangsawan selama sehari? Itu juga mengarahkan hati kita pada status kita sebagai imamat rajani seperti yang dituliskan oleh Petrus dalam 1 Petrus 2. Orang Perancis menyebutnya Festival Para Raja, dan di negara-negara berbahasa Spanyol, perayaan itu disebut Hari Tiga Raja.

Pada abad-abad terakhir budaya lain, Hari Kedua Belas, atau 6 Januari, menandai akhir musim Natal dengan perjamuan dan pesta topeng. Orang-orang Kristen Ortodoks Timur menyebutnya "Festival Cahaya" untuk mencerminkan keyakinan mereka bahwa baptisan terjadi karena penerangan rohani. Pada hari ini, beberapa orang menggunakan Epifani untuk menurunkan dekorasi Natal mereka dan menyimpannya untuk tahun depan. Buku Doa Umum memiliki bacaan bagi gereja-gereja untuk dibaca untuk menandai musim Epifani. Banyak dari bacaan ini berfokus pada Allah yang menyatakan diri kepada ciptaan-Nya.

Apakah Semua Orang Kristen Merayakan Epifani/Hari Tiga Raja?

Tidak semua orang Kristen merayakan Hari Tiga Raja, tetapi banyak yang melakukannya. Katolik Roma, Lutheran, Anglikan, dan Kristen Ortodoks Timur merayakan Hari Tiga Raja. Entah seseorang merayakan Epifani atau tidak tergantung pada pilihan pribadi mereka sendiri atau apakah gereja mereka merayakannya atau tidak. Bagaimanapun juga, itu merupakan cara yang baik untuk menutup masa Natal dan mengarahkan hati kita untuk menjaga Yesus pada pusat kehidupan kita.

Arahkan Hati Kita kepada Yesus

Epifani, yaitu manifestasi Allah, adalah kesempatan yang indah untuk bersukacita bahwa Kristus telah muncul bagi semua orang tanpa memandang ras atau status.
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Salah satu dari banyak alasan saya menyukai waktu ini dalam sepanjang tahun adalah karena pengingat harian akan fisik Yesus terdapat di mana-mana. Kelap-kelip lampu di pohon Natal saya mengingatkan saya tentang malaikat yang mengumumkan kelahiran Kristus kepada para gembala. Saya diingatkan untuk bersinar terang dalam kehidupan sehari-hari saya setiap kali saya berjalan di dekat pohon saya yang menyala. Ornamen bintang mengarahkan pikiran saya pada bintang yang memimpin orang bijak dalam perjalanan mereka selama dua tahun. Ini adalah pengingat lembut bahwa, terkadang, mengikuti Kristus berarti saya tidak tahu di mana saya akan pergi, tetapi jika saya terus mengikuti-Nya, saya akan tiba di tempat yang Dia inginkan. Pohon berbentuk segitiga itu mengingatkan saya pada Trinitas. Tampilan panggung peristiwa kelahiran Kristus membawa realitas kandang dekat dengan hati saya. Musik yang diputar di mana-mana membantu memusatkan pikiran saya dan memusatkannya pada Yesus. Epifani, yaitu manifestasi Allah, adalah kesempatan yang indah untuk bersukacita bahwa Kristus telah muncul bagi semua orang tanpa memandang ras atau status.

"Bangkitlah, bersinarlah! Sebab, terangmu telah datang! dan kemuliaan TUHAN bangkit atasmu. Sebab, sesungguhnya, kegelapan akan melingkupi bumi dan kegelapan yang pekat melingkupi bangsa-bangsa. Akan tetapi, TUHAN akan terbit atasmu dan kemuliaan-Nya akan terlihat atasmu. Bangsa-bangsa akan datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit padamu. Angkatlah matamu ke sekeliling dan lihatlah. Mereka semua berkumpul bersama dan datang kepadamu. Anak-anakmu laki-laki akan datang dari tempat yang jauh, dan anak-anakmu perempuan akan digendong. Maka, kamu akan melihat dan menjadi berseri-seri, hatimu akan bergetar dan bersukacita karena kelimpahan laut akan dialihkan kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu." (Yesaya 60:1-5, AYT)

Doa untuk Epifani

Tuhan Yesus,

Terima kasih telah mengungkapkan diri-Mu kepada kami. Kami bersorak kegirangan dan menyembah-Mu dengan kegembiraan. Kami datang ke hadapan-Mu dengan lagu-lagu sukacita dan bergabung dengan para malaikat ketika mereka berkata, "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi." Kami menerima kedamaian dan kenyamanan dari-Mu. Kami memohon agar saat kami memasuki tahun yang baru, kami akan mengingat keilahian-Mu dan menikmati identitas-Mu. Engkau adalah mukjizat Allah yang nyata, jadi kami meminta agar Engkau melakukan pekerjaan transformasi internal yang luar biasa dalam hidup kami. Ubah kami menjadi lebih seperti-Mu. Biarkan kata-kata kami dan meditasi hati kami menyenangkan-Mu. Sama seperti orang bijak mengikuti bintang, kami pun berkomitmen untuk mengikuti-Mu. Pimpin dan bimbing kami. Hibur dan sembuhkan kami. Biarkan hati kami tertuju kepada-Mu saat Engkau mengungkapkan lebih banyak tentang diri-Mu kepada kami. Kami memuja-Mu dan mempersembahkan kemuliaan bagi-Mu.

Demi nama-Mu,

Amin

Saat Penyingkapan

Epifani adalah saat penyingkapan. Yesus menyatakan diri-Nya kepada bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain sebagaimana diwakili oleh orang-orang majus. Allah tidak pilih kasih, melainkan menerima semua orang yang hatinya merindukan-Nya. Kiranya kita membuka hati kita untuk menerima penyingkapan dari Allah pada tahun ini. Semoga kita bersukacita bersama mereka yang bersukacita dan berduka bersama mereka yang berduka. Semoga kita mengungkapkan alasan mengapa kita memiliki harapan dan merayakan penampakan Tuhan dalam hidup kita. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Crosswalk
Alamat situs : https://crosswalk.com/special-coverage/christmas-and-advent/is-Epifani-three-kings-day-a-biblical-holiday.html
Judul asli artikel : What Is Epifani (Three Kings Day) and Is It A Biblical Holiday?
Penulis artikel : Jessica Van Roekel