Bahan Terbaru

Dunia, Bergabunglah dengan Program: Sukacita! Sukacita! Sukacita!

Artikel oleh: John Piper

Isaac Watts menulis sebuah buku tentang logika dan 750 himne, termasuk "Joy to the World." Itu adalah tipe pribadi yang saya suka! Logika yang jelas untuk melihat kebenaran, dan jiwa yang hidup untuk merasakannya dan menyanyikannya. Untuk menjadi seperti itulah kita diciptakan.

Watts menulis "Joy to the World" sebagai Bagian Dua dari sebuah renungan pada Mazmur 98. Judulnya adalah: " The Messiah’s Coming and Kingdom." Sebagian besar setuju bahwa dia menulis tentang kedatangan Kristus yang kedua, bukan Natal.

Namun, tidaklah sesederhana itu.

Masa Lalu, Sekarang, dan Masa Depan

Apa yang Orang Berduka Harapkan untuk Anda Ketahui di saat Natal

Ditulis oleh: Nancy Guthrie

“Selamat hari Thanksgiving!” “Selamat hari Natal!” Seiring dengan semakin dekatnya penghujung tahun, di mana saja kita akan bertemu dengan orang-orang yang akan berkata kepada kita jika kita harus ikut bersukacita.

Akan tetapi, bagi mereka yang baru saja kehilangan seseorang yang mereka cintai, hari-hari libur justru bisa menjadi seperti tantangan yang harus dilewati ketimbang untuk dinikmati. Berbagai tradisi dan acara yang bisa membawa sukacita dan makna untuk masa itu disela oleh ingatan-ingatan menyakitkan tentang orang yang kita cintai, yang tidak lagi ada mengalaminya bersama dengan kita. Banyak orang berharap menemukan tempat yang sepi untuk bersembunyi sampai bulan tanggal 2 Januari (saat kemeriahan Natal dan akhir tahun sudah usai - Red.).

Natal Ini, Carilah Kristus

Masa Natal telah tiba!

Natal adalah masa yang penuh sukacita - saat untuk memuji Allah dan merayakan kelahiran Yesus Kristus.

Apa yang lebih ajaib dibandingkan kedatangan Allah dalam daging - lahir dari Perawan Maria, dikandung oleh Roh Kudus - seorang Juru Selamat yang diutus untuk menebus dosa umat manusia?

Karena itu, Tuhan sendiri akan memberimu satu tanda ini: Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, nama-Nya akan disebut: Imanuel. (Yesaya 7:14, AYT)

Jika Anda tetap fokus pada makna dan pesan sejati Natal pada masa liburan ini, hati Anda akan dipenuhi dengan sukacita yang melimpah.

Hal itu disebabkan karena apa pun keadaan melelahkan yang mungkin Anda hadapi dalam hidup, lingkar harapan dan janji Natal selamanya benar:

Ini Bukanlah Tentang "Mempertahankan Kristus Pada Saat Natal"

Setiap Natal, saya mendengar banyak orang berkata, "Pertahankan Kristus pada saat Natal." Saya memahami ungkapan ini. Saya paham alasannya. Saya juga mengerti berbagai hal yang terus berubah di dunia ini dan kita harus terus berpegang teguh kepada-Nya. Akan tetapi, saya pikir kita masih kehilangan maksudnya. Ini bukan hanya tentang "Mempertahankan Kristus pada saat Natal"; ini lebih kepada bagaimana sosok Kristus hidup di dalam hati kita.

Sukacita Natal

Inilah waktu yang kita tunggu dalam setahun. Desember sudah tiba, dan bersamanya datanglah semua sukacita Natal.

Namun, apakah hanya itu saja? Terkadang, kita menjadi sibuk dengan hiruk pikuk masa Natal. Hadiah-hadiah di bawah pohon Natal, berbelanja, memasak, perayaan, mendekorasi/menghias, dan semua itu hadir bersama dengan bagian yang sekuler dari Natal. Bagi banyak orang, Natal dipenuhi oleh kesedihan, kesendirian dan kesulitan.

Memaknai Natal

Tim Keller

Catatan Editor: Khotbah adaptasi ini dikutip dari "Come, Thou Long-Expected Jesus: Experiencing the Peace & Promise of Christmas" (Datanglah, Engkau Yesus - Yang Telah Lama Diharapkan: Mengalami Damai dan Janji Natal - Red.) Diedit oleh Nancy Guthrie, Crossways.

Apa yang Allah berikan kepada kita pada saat Natal bukan hanya Anak-Nya. Ia memberikan kita sebuah kebenaran -- kebenaran yang mengubah kita ketika kita memahaminya. Apa yang Allah berikan saat Natal adalah kehidupan baru secara menyeluruh.

Dalam pasal pertama kitab Lukas, Elisabet berkata, "Berbahagialah dia yang percaya bahwa apa yang dikatakan Tuhan kepadanya akan digenapi" (AYT). Elisabet berbicara kepada Maria -- dan kepada kita -- Jika Anda memercayai apa yang malaikat katakan kepada Anda tentang bayi itu, jika Anda memahaminya, Anda akan diberkati."

Selamat Hari Natal (yang Sekuler, Konsumeristis)

Apakah Terlambat untuk Menebus 25 Desember?

Saya tidak bisa memutuskan apakah saya menanti-nantikan Natal atau ketakutan dengan Natal. Pesta, kegembiraan, dekorasi, musik, dan berkumpul dengan keluarga adalah menyenangkan, tetapi apakah itu adalah arti Natal yang sesungguhnya?

Saya bertanya kepada putra-putra saya, “Hei, anak-anak, apa arti Natal yang sesungguhnya?” Mereka bisa memberikan jawaban Sekolah Minggu kepada saya. Akan tetapi, bagi mereka dan saya dan sebagian besar kita, kita tidak berbuat lebih daripada membungkuk kepada bayi di dalam palungan. Mungkin kita menjauh selama beberapa waktu dari keributan untuk beribadah, tetapi kemudian kita kembali pada kegilaan masa perayaan itu.

Kelahiran Yesus dalam Perjanjian Baru: Satu Peristiwa – Empat Cerita

Sebagian besar orang, ketika mereka memikirkan tentang kisah Natal, membayangkan salah satu cerita di Alkitab yang berisikan tentang keluarga kudus, waktu tengah malam, kandang, binatang-binatang ternak, gembala, malaikat, orang Majus dan kota kecil yang sunyi yaitu Betlehem. Mungkin akan menjadi kejutan yang besar mengetahui bahwa banyak dari elemen yang sering dihargai oleh orang-orang sebagai bagian dari kisah kelahiran ternyata berasal dari nyanyian gembira Natal dan bahwa sumber asli dari peristiwa ini, Kitab-kitab Injil di Perjanjian Baru, mengangkat kisah kelahiran Yesus dalam empat cara yang sangat berbeda tetapi tidak bertentangan.

Masing-masing Kitab Injil mendekati kisah ini dengan sangat hati-hati untuk mengomunikasikan gambaran mereka masing-masing tentang Yesus dan dengan melakukan itu akan berdampak kuat dalam mengomunikasikan pesan unik mereka kepada pembaca mereka.

Kitab Injil Markus

Bagaimana Tidak Menjadi Orang Kristen yang Rewel pada Saat Natal

Ada banyak alasan untuk rewel pada saat Natal. Masa-masa Natal dapat menjadi salah satu saat tersibuk di sepanjang tahun, dengan tekanan untuk mendapatkan hadiah yang sempurna untuk orang-orang yang Anda cintai, perjalanan tak berujung untuk acara gereja dan sekolah, dan pengurangan makna Kristiani Natal yang nampak dalam budaya yang berlaku.

Namun, tak satu pun dari hal-hal tersebut harus dibiarkan mencuri sukacita kita, terutama bagi kita yang mengikut Yesus. Bahkan, Natal seharusnya menjadi waktu yang paling menggembirakan di sepanjang tahun bagi orang Kristen, karena cerita kitalah yang sedang diberitakan oleh dunia.

Pages