Bahan Terbaru

TUKAR KADO NATAL: BUKAN KEBETULAN

Tukar kado Natal adalah salah satu (tugas) mengasihi sesama (ha.... ha.... terlalu rohani bahasanya).

Teknisnya diatur supaya tukar kado itu berjalan dengan baik. Alias tidak kacau.

Setiap orang mengambil satu potong kertas yang digulung. Ada satu nama di kertas itu. Maka selanjutnya adalah memikirkan kado apa yang akan diberikan kepada nama itu.

Teacher A memberinya kado hiasan pohon Natal. Maka dengan apa adanya dia berkata,

"Ooohhh Teacher.... Aku gak punya pohon Natal."

"Gak papa... Simpan saja" demikian kata Teacher yang memberi kado itu.

Proyek Pohon Natal

Susan Devore Williams

Rencana itu pada dasarnya cukup sederhana. Gereja Baptis di Stockton, California, akan menaruh pohon Natal setinggi 2 meter di dekat mimbar. Hiasan untuk pohon itu dibuat oleh anak-anak Sekolah Minggu. Di bagian belakang, setiap hiasan tercantum nama keluarga atau nama orang yang memerlukan bantuan. Jemaat dari Gereja Baptis dengan sukarela akan "mengadopsi" salah satu keluarga yang kurang mampu ini selama masa Natal.

Proyek yang disebut Proyek Pohon Natal ini telah dicoba setahun yang lalu oleh salah satu kelas Sekolah Minggu. Selama masa Natal 1984, William D. Webber, pendeta senior, mengharapkan peran serta dari 700 jemaat gerejanya.

Tradisi Natal Di Berbagai Negara

Filipina
==>http://sim.soe.umich.edu/parol/
Di Filipina, tradisi Natal dikenal sebagai Parol. Situs ini mengulas secara lengkap tradisi unik tersebut dan menyediakan kesempatan bagi kita untuk mengirimkan kartu Parol kepada orang-orang yang Anda kasihi.

Jamaika
==>http://www.jamaicans.com/culture/christ90.htm
Ingin tahu tradisi Natal di Jamaika? Silahkan buka dan baca bahan situs yang satu ini. Di sini tersedia informasi mengenai tradisi Natal Jamaika dari masa lalu hingga sekarang, serta kesempatan untuk mengirimkan kartu Natal ala Jamaika. Selain itu, kita juga dapat mengetahui informasi mengenai Jamaika dan kebudayaannya lewat situs ini.

KUIS NATAL

A. JODOHKAN DENGAN JAWABAN YANG TEPAT (BOBOT 30)

1. Orang-orang Majus.
2. Allah menyertai kita.
3. Maria dan Yusuf.
4. Yesus dibesarkan di kota ....
5. Tertidur lelap menjaga domba-domba.
6. Kota kelahiran Yesus.
7. Hadiah dari orang Majus untuk Yesus.
8. Zakharia dan Elizabeth.
9. Tempat membaringkan Yesus.
10. Ahli bintang-bintang pada zaman Yesus.
11. Yusuf berasal dari keturunan ....
12. Yang memberitahu agar Yesus dibawa ke Mesir.
13. Bayi Yesus dibungkus dalam ....
14. Bibi Maria bernama ....
15. Raja yang jahat.

Pertunjukan Drama Natal

o/ ARTIKEL

MEMPERSIAPKAN DRAMA
===================

Salah satu acara yang sangat disukai anak-anak, khususnya pada waktu
perayaan Natal, adalah pertunjukan DRAMA, betul tidak? Nah, bagi
guru-guru Sekolah Minggu yang tahun ini memikirkan untuk membuat
pertunjukkan drama di acara Natal Sekolah Minggu, maka akan sangat
baik kalau anda mengetahui sedikit seluk beluk tentang metode drama
lebih dahulu.

Kado Natal Terindah

Beberapa temanku bertanya, "Kenapa tidak menulis tentang Natal?" Aku hanya tersenyum. Sejujurnya, aku tidak menulis tentang Natal bukan karena aku tidak mau menulis, tetapi karena bingung mau menulis apa. Apa yang harus ditulis? Tuhan saja belum kasih ilham kok!

Ini Natal pertamaku di China, Natal pertama jauh dari orang tua. Sedih, sih! China adalah negara komunis, meskipun ada "suasana Natal" (hiasan-hiasan Natal, pohon Natal, dan lain-lain), aku tahu semuanya komersial. Jadi, itu sangat menyentuh hatiku. Sebenarnya, aku tidak mau mengingatnya menjelang Natal. Takut sedih. Takut kangen rumah. Takut menangis ...

Tetapi, ternyata Tuhan sudah menyiapkan Natal yang indah. Sahabat sekaligus teman sekamarku bakal dibaptis 24 Desember. Semester kemarin ada juga temanku yang dibaptis. Tetapi buatku, baptis yang ini lebih istimewa karena yang dibaptis itu sahabatku.

Ketika Natal yang Telah Lalu Datang Kembali

Kenangan saya akan Natal beberapa tahun belakangan ini di kota Lynchburg, Ohio, masih terbayang jelas di mata saya. Ayah biasanya mengangkat tubuh saya tinggi-tinggi agar bisa menekan bel rumah nenek, dan semua orang berlarian masuk ke dalam ketika pintu dibuka. Saya bisa mencium bau lemak lilin-lilin yang dinyalakan di atas pohon Natal dan aroma permen buatan nenek yang masih bergolak di panci yang masih menyala. Merupakan pengalaman yang menggetarkan ketika bangun tidur dan menemukan sebuah jeruk di kaus kaki, dan saya tidak pernah lupa betapa menyenangkannya tahun itu ketika saya mendapatkan sepotong pisang! Kami berasal dari keluarga pendeta desa dan kami sangat miskin. Namun, kami mengalami masa-masa yang menyenangkan.

Selama setahun, saya dan saudara saya, Bob, memimpikan mendapat hadiah sepeda. Berbulan-bulan kami mendatangi toko untuk melihat-lihat dan bertengkar tentang warna sepeda yang kami inginkan. Akhirnya, kami sepakat: sepeda itu harus berwarna merah.

ORNAMEN NATAL

John diminta untuk membawa dan menyimpan ornamen-ornamen Natal di loteng untuk dapat dipakai lagi tahun depan. Ia membawa banyak kotak penuh dengan ornamen-ornamen Natal. Saat menaiki dua anak tangga, ia terpeleset dan terjatuh.

Istrinya mendengar sesuatu dan berteriak, "Suara apa itu?"

"Aku baru saja jatuh dari tangga," katanya.

Istrinya segera berlari menghampirinya lalu berkata, "Apa ada yang patah?"

"Tidak, tidak ada, aku baik-baik saja."

Setelah terdiam beberapa saat, istrinya kemudian berkata, "Bukan kamu, maksudku ornamen Natalnya; apa ada ornamen yang patah?"

"dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga." (Filipi 2:4)

Sumber: Buffalosjokes

TRADISI NATAL

Ibu guru Jones sangat ingin tahu bagaimana setiap muridnya itu merayakan Natal. Dia lalu bertanya kepada Patrick Murphy, "Patrick, ceritakan apa yang kamu lakukan pada waktu Natal?"

Patrick lalu berdiri di depan kelas dan bercerita, "Biasanya, aku dan keduabelas saudara-saudaraku menghadiri kebaktian tengah malam dan kami menyanyikan lagu-lagu slow (hymn), lalu kami pulang setelah larut malam, menaruh roti daging di belakang pintu dan menggantung kaus kaki kami. Kemudian kami segera pergi tidur dan menunggu Sinterklas datang memberi kami mainan."

"Wah, menyenangkan sekali, Patrick," jawab Bu Guru itu.

"Sekarang, Jimmy Brown, apa yang kamu lakukan pada waktu Natal?" tanya ibu guru itu.

Pages