Tokoh Natal

Jangan Mengacuhkan Yusuf pada Masa Natal

Saya memerankan seekor sapi dalam drama Natal saya di kelas satu, dan saya memiliki lebih banyak dialog dibanding anak yang memerankan Yusuf. Dia adalah peran pembantu, atau seperti itulah tampaknya, bagi Maria, bagi boneka plastik di palungan, dan bagi seluruh pemain drama kami lainnya. Kami hanya mengikuti naskah drama. Hanya ada sedikit ruang bagi Yusuf dalam peristiwa di penginapan pada imajinasi orang Kristen dewasa ini, terutama dalam kalangan Protestan konservatif seperti saya. Tampaknya, peran Yusuf satu-satunya adalah, sebagai seorang penerima tamu -- untuk mengantar Maria sampai ke kandang di Betlehem, dan kemudian untuk mengantarnya kembali ke Bait Allah di Yerusalem, untuk mencari Yesus yang tengah berkeliaran saat berusia 12 tahun.

Namun, ada lebih banyak yang perlu diketahui mengenai sosok Yusuf.

Ayah yang Sebenarnya

Tokoh Terpenting Dalam Natal

Yesus Kristus, lebih dari tokoh atau peristiwa lain mana pun, adalah tokoh terpenting dalam Alkitab. Nubuat-nubuat Perjanjian Lama memprediksi kedatangan dan kematian-Nya; Kitab Perjanjian Baru menjadi saksi kelahiran-Nya, pelayanan-Nya, dan akhirnya pengorbanan diri-Nya bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

Sumber: Jerry MacGregor dan Marie Prys, "Seorang Juruselamat, Kristus, Tuhan", 1001 Fakta Mengejutkan Tentang Alkitab, Penerbit ANDI, hlm. 147