Skip to main content

Renungan Natal

Menjadi Pemberita Karena Natal

Baca: Lukas 2:8-20

Natal perdana Allah yang low-budget dan tidak glamor ini pun terus berlanjut. Kembali Allah melakukan sesuatu yang mengejutkan dan ironis. Berita tentang telah dipenuhinya janji akbar PL akan kedatangan sang Mesias, yang sebenarnya adalah sukacita nasional Israel (ayat 10-11), disampaikan kepada para gembala. Bahkan, kemuliaan Allah pun meliputi mereka pada saat itu (ayat 9)! Bagi

Merespons Kabar Baik

Baca: Lukas 2:8-20

Yesus pernah berujar, "Orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih" (Luk. 7:47). Respons seseorang tergantung dari seberapa besar ia (merasa) telah menerima. Mari belajar dari para gembala bagaimana mereka merespons pernyataan kabar baik dari Allah.

Siapakah para gembala ini? Pada masa itu mereka termasuk orang-orang yang tersisihkan dan tidak dihormati oleh orang Yahudi, khususnya oleh para rabi Yahudi karena dianggap bodoh, tidak terdidik, suka mencuri anak domba, tidak jujur, dan melakukan pekerjaan yang najis. Maka mereka tidak boleh menghadiri ibadah di bait Allah dan bersaksi dalam pengadilan. Tidak heran mereka sering berpindah-pindah dan memilih tinggal bermalam di padang belantara bersama ternak mereka. Namun demikian, Allah berkenan menyatakan anugerah dengan menyampaikan berita Natal, pertama-tama kepada mereka.

Silsilah Yesus

Baca: Matius 1:1-17

Injil Matius dimulai dengan silsilah Yesus Kristus. Apa yang ingin Matius ungkapkan sebenarnya? Di dalam Septuaginta (Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani) istilah 'silsilah' hanya ditemukan dalam Kej. 1 dan 5. Ini menandakan bahwa penggunaan istilah 'silsilah' dimaksudkan Matius untuk mengungkapkan asal usul Yesus. Berarti sejak ayat pertama, Injil Matius telah membawa kita ke dalam pertanyaan yang sangat penting bagi setiap manusia yaitu: Siapakah Yesus? Apa peran-Nya dalam rencana Allah dan dalam kehidupan kita?

Langkah Iman

Baca: Matius 1:18-25

Dalam sebuah kesempatan, Paus Yohanes Paulus II berkata "The truth is not always the same as the majority decision" (kebenaran tidak selalu sama dengan suara mayoritas). Tindakan memilih berbeda dari opini masyarakat inilah yang diambil oleh Yusuf dalam menyikapi kehamilan Maria, tunangannya.

Bertobat Berarti Bertindak!

Baca: Lukas 3:1-20

Secara umum, nas yang baru kita baca ini menunjukkan bagaimana berbagai tokoh berespons terhadap firman, peringatan dan kebenaran firman Allah. Respons tindakan yang tepat pertama kali tampak pada tindakan Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis bangkit dan memberitakan murka Allah (ayat 7, 9) dan menyerukan pertobatan (ayat 3). Lukas menunjukkan bahwa Yohanes Pembaptis merupakan penggenapan dari nubuat nabi Yesaya (ayat 4-6). Tetapi tidak hanya itu, tindakan ini merupakan respons langsung Yohanes dalam ketaatan akan firman Allah kepadanya (ayat 2).

Membuka Hati

Baca: Matius 1:18-25

Inilah Natal, yaitu karya Allah di tengah-tengah hidup manusia, bagi dunia. Termasuk juga Yusuf dan Maria, kedua orang biasa yang dipakai Tuhan. Siapa sangka natal yang tiba adalah natal yang penuh pergumulan bagi kedua orang itu. Kedua orang yang sedang bertunangan, tetapi mendapat kesempatan unik dari Tuhan.

Kehadiran seorang anak tentu sangat diharapkan oleh pasangan yang telah menikah. Maka bagi Yusuf, kehamilan Maria menjadi sebuah pergumulan berat. Ketika Yusuf mengetahui bahwa Maria -tunangannya- mengandung, ia sangat terkejut dan tidak habis pikir. Bagaimana mungkin orang yang dia kasihi telah berbuat aib? Namun karena kebaikan hati dan ketulusannya, Yusuf tidak mau mencemarkan nama istrinya (19).

Lahir dari Anak Dara Maria

Baca: Lukas 1:26-38

"Lahir dari anak dara Maria" adalah pengakuan iman tentang Yesus Kristus yang diucapkan dengan khidmat dalam ibadah umat Kristen. Pengakuan iman itu dilandaskan pada fakta yang dituliskan oleh Lukas dalam bacaan hari ini.

Maria adalah penduduk Nazaret (26), kota yang tidak terkenal. Namun demikian Allah memperhatikan Maria. Ia adalah seorang gadis yang sedang bertunangan dengan Yusuf (27). Dalam budaya Yahudi pertunangan merupakan tahap pertama perkawinan. Dalam tahap ini mas kawin dibayarkan kepada mempelai perempuan. Meski sudah sah sebagai suami istri, mempelai perempuan masih tinggal di rumah orang tuanya. Pertunangan hanya dapat dibatalkan melalui proses perceraian. Tahap kedua biasanya berlangsung satu tahun kemudian ketika mempelai laki-laki menjemput mempelai perempuan dari rumah orang tuanya.

Seperti Yesus, Bukan Herodes

Baca: Matius 2:1-12

Di antara Maria dan Yusuf serta orang-orang Majus yang bersukacita menyambut kelahiran Yesus, ada satu orang yang malah marah. Dialah Raja Herodes.

Herodes menjadi gubernur Galilea pada usia yang cukup muda. Dengan menempatkan dia di Galilea, pemerintah Roma berharap dia bisa mengendalikan orang Yahudi yang hidup di situ. Ini menyebabkan ia disebut raja orang Yahudi. Herodes adalah orang yang gila kuasa. Ia akan mempertahankan kekuasaannya dengan cara apapun, bahkan membunuh! Ia bertakhta lebih dari empat puluh tahun, sampai mendengar kabar tentang seorang raja lain yang baru lahir (ayat 1-3).