Mengantisipasi Adven

Aert de Gelder - Het loflied van Simeon

Bagaimana Anda bisa tidak dipenuhi dengan perasaan menunggu dengan penuh syukur, seperti yang dialami Simeon ketika ia menyadari bahwa yang digendong di tangannya adalah bayi Kristus yang telah lama dinanti-nantikan? Lukisan yang dibuat oleh pelukis Belanda Arent de Gelder di atas adalah kisah mengenai puncak penantian, setelah sekian lama dipersiapkan oleh Roh Kudus untuk kejadian yang telah sejak dahulu ditunggu-tunggu ini.

Siapakah dia? Siapakah Simeon dan apa yang dapat kita pelajari darinya dari secuil kisah tentangnya ini? Ia tinggal di Yerusalem, dan seperti yang dideskripsikan oleh Lukas 2:25-32, ia adalah seorang yang benar dan saleh - artinya ia dengan cermat dan teliti melakukan hukum-hukum Yahudi dan juga telah lama menantikan penghiburan atas Israel; ia menunggu Mesias yang dijanjikan itu, yang akan membawa kelepasan bagi bangsa Israel (ay. 25,38).

"Roh Kudus ada di atasnya" (ay. 25) hampir seperti Roh yang menaungi para nabi di dalam Perjanjian Lama dan memberikan urapan khusus. Roh Kudus telah menyatakan kepada Simeon bahwa ia tidak akan meninggal sebelum melihat Sang Kristus (ay. 26).

Dapatkah Anda membayangkan perasaannya pada hari itu? Ia digerakkan oleh Roh Kudus untuk pergi ke pelataran Bait Allah (ay. 27). Apa yang terjadi jika ia tidak mendengarkan Roh Kudus? Bagaimana jika ia melewatkan momen itu, yaitu ketika Maria dan Yusuf membawa bayi Yesus untuk menjalankan peraturan hukum Taurat? (ay. 27) Bagaimana pula jika Maria dan Yusuf tidak bertemu dengan Simeon dan mendengarkan apa yang Allah ingin mereka dengarkan melalui hamba-Nya Simeon?

Pada momen penting di hari itu, di persimpangan kehidupan 4 orang tersebut, Simeon menggendong bayi Yesus di tangannya (ay. 28), dan memuji Allah. Ini adalah puncak dari apa yang Roh Kudus telah sampaikan kepada Simeon. Ia telah melihat Kristus sebelum dirinya meninggal. Jiwanya bersukacita, doa ucapan syukurnya dipenuhi dengan penegasan kepada Maria dan Yusuf, dan nubuatan bahwa Mesias adalah bagi orang Yahudi, bangsa yang dijanjikan itu, DAN kepada "bangsa-bangsa lain" (ay. 32).

Roh Kudus juga menyatakan kepada Maria melalui Simeon bahwa Maria akan mengalami suatu kesakitan yang sangat dalam (34-35), seakan-akan "suatu pedang akan menembus jiwa" Maria, karena anaknya akan menjatuhkan dan membangkitkan banyak orang - yaitu mereka yang memilih untuk menerima keselamatan dan mereka yang tidak.

Simeon memiliki rasa penantian yang dalam, dan jiwanya terpuaskan. Ia dapat menyaksikan dan mendekap Yesus. Simeon sekarang dapat pergi dengan tenang (ay. 29) seperti yang ia nyatakan dalam doa pujiannya kepada Allah yang membuat segala sesuatunya mungkin.

Apa yang dapat kita pelajari dari Simeon dan bagaimana kita dapat mengaplikasikannya di dalam hidup kita pada Natal kali ini?

1. Sama seperti Simeon menantikan Mesias dengan penuh kesetiaan dan semangat yang menyala, ia dapat menjadi petunjuk bagi kita bagaimana menggunakan momen Natal kali ini untuk mengantisipasi kedatangan Kristus. Kita merayakan kelahiran Kristus pada hari Natal, tapi kita juga melihat ke depan akan kedatangan-Nya yang kedua kalinya nanti.

2. Sama seperti Simeon taat kepada Roh Kudus dan dipimpin oleh-Nya, kita dapat menumbuhkan fokus kita akan Kehadiran Kristus yang memimpin kita dan menolong kita setiap saat, sepanjang waktu, dengan perantaraan Roh Penghibur dan Penolong, dan melalui firman-Nya. Allah pasti sangat senang hati-Nya memiliki orang seperti Simeon yang dapat Ia percaya.

3. Sama seperti Simeon merupakan hamba Tuhan yang dapat dipercayai dengan pesan penting kepada Maria dan Yusuf, ia menjadi model bagi kita dalam hal prioritas kepercayaan dan kesetiaannya kepada Allah.

Sekarang 2000 tahun kemudian kita merayakan Adven atau "kedatangan". Ini adalah waktu untuk bersiap-siap - mengantisipasi dan menghormati kedatangan pertama Kristus - kelahiran-Nya.

Di dalam kalender Gereja, empat minggu menjelang Natal ditandai sebagai persiapan khusus bagi anggota keluarga Allah, baik secara individual maupun kolektif. Momen ini merupakan momen untuk merefleksikan waktu, ketika melalui Firman Tuhan, doa, dan pujian kita diingatkan kembali apa arti kedatangan Sang Penebus - kepada Israel, kepada Yusuf dan Maria, malaikat, gembala, Anda dan saya.

Masih ada waktu untuk memikirkan bagaimana Anda akan berpartisipasi dalam perayaan ini. Mari kita pakai periode waktu ini sebagai kesempatan untuk mempersiapkan diri kita secara spiritual, fisik, dan emosi untuk benar-benar merayakan kedatangan Penebus kita pada hari Natal.

Gereja Anda mungkin tidak merayakan Adven, jadi mungkin merayakan 4 minggu Adven merupakan sesuatu yang baru bagi Anda; jadikanlah ini sebagai undangan dari Tuhan untuk Anda dan keluarga Anda. Namun bila gereja Anda merayakan Adven, adalah suatu berkat untuk dapat mengambil bagian di tengah-tengah komunitas gereja Anda mengenang misteri yang hadir di dalam sesosok bayi Kristus.

Sumber Title: 
Anticipating Advent