Lagu Natal

Terbitlah dalam Kegelapan (KJ 107)

Terbitlah dalam kegelapan Terang yang mahamulia!
Hai bangsa-bangsa, mari datang, bersama-sama menyembah!
Duka nestapa akan hilang, kuasa dosa menyerah.
Berlalu malam kematian dan fajar hidup merekah.

Engkau membawa sukacita, ya Tuhan, oleh kuasaMu.
Pekik menang gegap gempita: Kau mengalahkan seteru!
Tongkat penindas sudah patah dan tamat pembudakannya;
Terbakar habislah senjata dan bumi bersejahtera.

Seorang anak sudah lahir menghibur isi dunia;
KerajaanNya tak berakhir dan mahaagung namaNya:
"Sang Penasihat yang Ajaib, Allah Perkasa Mulia,
dan Bapa yang Kekal Abadi, Sang Raja Damai s''lamanya!"

Ya Raja Damai Mahamulia, beri sejahtera penuh,
supaya bangsa-bangsa dunia bersujud di hadapanMu.
Allah sendiri melakukan rencana keadilanNya
Dan takhta Daud diteguhkan kekal selama-lamanya!

Hai Dengar Tembang Malaikat (KJ 104)

Hai, dengar tembang malaikat bergema di Efrata:
"Bagi Allah kemuliaan ditakhtaNya yang megah!"
Damai sorga diberiNya diantara manusia
Yang sedia menerima Yesus Kristus, Penebus!
Yesus datang dalam dunia bagai anak yang kecil,
tapi sungguh, Anak itu adalahh Imanuel!
Damai sorga diberiNya diantara manusia
Yang sedia menerima Yesus Kristus, Penebus!

PeraduanNya palungan, bahkan salib takhtaNya;
Yesus rela menderita agar kita s''lamatlah.
Damai sorga diberiNya diantara manusia
Yang sedia menerima Yesus Kristus, Penebus!

Di palungan dan salibNya kita sujud menyembah
dan percaya bahwa Dia Jurus''lamat dunia.
Damai sorga diberiNya diantara manusia
Yang sedia menerima Yesus Kristus, Penebus!

Dengarlah Kidung (KJ 103)

Dengarlah kidung di malam sepi, "Nina bobo, tidurlah!"
Wajah Maria cerah berseri: Bayi yang kudus dibuainya.

Juga di padang gema terdengar, "Hai gembala, bangunlah!
T''rimalah kabar gembira besar: Lahir Sang Raja Sejahtera!"

Senandung indah mengalun mesra, "Nina bobo, tidurlah!"
Suara malaikat menyambut serta, "Damai di bumi, Haleluya!"

Mari, teruskanlah kidung megah, "Puji Allah yang kudus!"
Seluruh alam kelak menyembah Putra ilahi, Sang Penebus.

Pages