Jangan Berharap Terlalu Banyak

Pikirkan kembali semua kenangan favorit Anda selama masa Natal. Apakah yang benar-benar bertahan setelah sekian lama?

Mungkin bukan hadiah yang Anda terima. Saya kira Anda tidak bisa mengingat hadiah yang Anda terima pada umur delapan tahun. Bahkan, saya curiga Anda tidak bisa mengingat dengan jelas lebih dari selusin hadiah yang Anda terima sepanjang masa kanak-kanak Anda. Cobalah menulis hadiah apa saja yang Anda terima tahun lalu! Namun, hal utama pada Natal bukan ditemukan dalam saling memberi hadiah.

Mungkin bukan dalam acara yang di dalamnya Anda berpartisipasi, walaupun pengalaman seperti itu mungkin lebih mudah dan jelas untuk dikenang. Keindahan, arti, dan perasaan dari saat-saat istimewa sering kali memudar dengan sangat cepat. Sering kali kita hanya ingat ke mana kita pergi atau apa yang kita lakukan -- bukan rincian pengalaman itu. Sukar untuk mempertahankan kepekatan perasaan yang pernah dirasakan. Bahkan, reuni keluarga cenderung menjadi samar di dalam kenangan. Bisakah Anda mengingat semua wajah yang Anda temui pada pesta Natal tahun lalu?

Bahkan, mungkin bukan saat-saat hening yang Anda habiskan dalam perenungan. Pengalaman itu dan ilham yang Anda dapatkan sering kali cenderung terjalin sendiri ke dalam keseluruhan kehidupan kita sedemikian rupa sehingga pengalaman itu sendiri sukar dibedakan atau dipisahkan.

Jadi apa yang tersimpan sangat dalam di dalam kenangan kita sampai tidak bisa dihapuskan oleh waktu?

Saya yakin hubungan antar manusia dan Tuhan adalah pusat Natal.

  1. Itu adalah alasan Tuhan mengirim Putra-Nya sebagai bayi manusia -- supaya kita mempunyai hubungan dengan-Nya.
  2. Itu adalah alasan mengapa kita memberi hadiah -- untuk membangun hubungan.
  3. Itu adalah alasan mengapa kita merencanakan pesta Natal dan reuni -- untuk memupuk hubungan dan memberi kita kesempatan untuk berbagi saat-saat bahagia dengan orang-orang yang kita sayangi.

Mungkin kekecewaan yang kita rasakan berasal dari prioritas yang salah. Kita mencari kepuasan dan kebahagiaan pada hadiah, dekorasi, atau pesta, ketika sebenarnya hanyalah hubungan antar manusia dan Tuhan yang mempunyai kemampuan untuk benar-benar memuaskan dan memperkaya.

Jangan berharap Natal dengan sendirinya memberi apa yang tidak bisa diberikannya. Berharaplah untuk bisa mengulurkan tangan dengan kasih kepada orang lain. Dan, menerima dengan tangan terbuka uluran kasih yang diarahkan pada Anda, termasuk uluran tangan kasih dari Bapa sorgawi sendiri.

Ketika semua tamu sudah pulang, kertas kado sudah dibuang, catatan harian sudah disimpan di laci, hiasan dibongkar untuk tahun depan, satu hal tetap ada: Allah memberi kita Anak-Nya -- 2000 tahun yang lalu, dan sekali lagi setiap tahun -- dan hanya hubungan kita dengan-Nya yang benar-benar berarti.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul artikel : 52 Cara Sederhana Membuat Natal Menjadi Istimewa
Judul asli buku : 52 Simple Ways to Make Christmas Special
Penulis : Jan Dargatz
Penerjemah : Esther S. Mandjani
Penerbit : Inter Aksara, Batam
Halaman : 171 -- 173