Ini Bukanlah Tentang "Mempertahankan Kristus Pada Saat Natal"

Setiap Natal, saya mendengar banyak orang berkata, "Pertahankan Kristus pada saat Natal." Saya memahami ungkapan ini. Saya paham alasannya. Saya juga mengerti berbagai hal yang terus berubah di dunia ini dan kita harus terus berpegang teguh kepada-Nya. Akan tetapi, saya pikir kita masih kehilangan maksudnya. Ini bukan hanya tentang "Mempertahankan Kristus pada saat Natal"; ini lebih kepada bagaimana sosok Kristus hidup di dalam hati kita.

Anda tahu, "Mempertahankan Kristus pada saat Natal" adalah tentang mengucapkan 'Selamat Hari Natal', itu adalah tentang menulis kartu ucapan, itu tentang memastikan toko-toko mengetahuinya, dan itu tentang mengawasi pemajanan warna merah dan hijau di papan iklan mereka. Itu tentang memastikan orang-orang agar tidak melupakan nama-Nya. Akan tetapi, dengan "Mempertahankan Kristus pada saat Natal" - kita terkadang disesatkan. Sebab, bahkan jika kita mengucapkan salam Natal, melihat gemerlap warna-warninya, atau menyaksikan berbagai macam dekorasi pohon Natal, kita sering kali kehilangan sosok Kristus di dalamnya.

Kita dapat berfokus pada hal yang salah. Hal tersebut sangat mudah untuk dilakukan. Hal itu juga bisa mengalihkan perhatian kita. Tertarik untuk ikut merasakan kemeriahan pawai. Saya paham. Sangat paham.
Akan tetapi, saya tidak ingin terlalu mengurusi dekorasi yang membuat saya haus akan pujian.
Saya tidak ingin terganggu oleh kata 'Xmas' sehingga saya tidak memikrikan perasaan orang-orang terluka yang mengucapkannya.
Saya tidak ingin menyita pikiran saya dengan urusan orang lain sehingga saya kehilangan Pribadi yang berdiri di atas semua hal itu.

Apakah anda mengerti maksud saya?

"Mempertahankan Kristus pada saat Natal" yang sesungguhnya lebih dari sekadar formalitas dan budaya eksternal. Orang-orang akan melakukan apa yang akan mereka lakukan. Akan tetapi, kita harus mengikuti apa yang Allah inginkan untuk kita lakukan. Dan, Kristus menginginkan kita untuk tidak terlalu menaruh perhatian kita kepada hal-hal lain - dan lebih mengarahkan diri kita kepada-Nya. Tujuan-Nya. Jalan-Nya. Anugerah-Nya. Semakin kita berfokus kepada-Nya, semakin kita menjadi seperti-Nya. Kita menjadi kesaksian dan pengurbanan yaqng hidup, yang menonjolkan citra Kristus. Kita menjadi seseorang yang rela berkorban untuk sesama. Kita menjadi anugerah terbesar untuk orang-orang yang membutuhkan.

Ini adalah Natal.

Kita tidak lagi membutuhkan cahaya yang menghiasi teras rumah kita atau toko-toko, karena kita menjadi cahaya yang bersinar.

Ketika Kristus ada di dalam diri kita - dan kita di dalam-Nya - kita menampilkan sosok Kristus melalui Natal. Ini bukanlah tentang "Mempertahankan Kristus pada saat Natal" dan ini lebih mengenai "Mempertahankan Kristus di dalam diri kita di saat Natal". Ini tentang keinginan kita yang tertuju kepada-Nya. Aku sudah disalibkan dengan Kristus. Bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup dalam aku. Hidup yang sekarang ini kuhidupi dalam daging adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah, yang mengasihi aku dan telah memberikan diri-Nya untuk aku. (Galatia 2:19-20, AYT)

Kristus tidak digambarkan dengan kata-kata yang dangkal, warna-warni, atau hiasan-hiasan. "...Karena, bukan yang dilihat manusia, karena manusia melihat yang ada di hadapannya, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Sam. 16:7, AYT)

Kristus paling dimuliakan melalui orang-orang percaya yang sejati, bukan dengan hiasan-hiasan modern. Natal adalah saat yang tepat untuk menunjukkan sosok Kristus, bukan dengan berbagai macam warna, kata, atau barang, tetapi dengan kasih kita kepada-Nya dan kepada ciptaan-Nya. Cobalah untuk tidak menaruh perhatian pada pohon-pohon Natal dan toko-toko yang ada, tetapi arahkanlah perhatian kita kepada-Nya yang datang sebagai seorang bayi untuk membebaskan kita, untuk memberikan segala anugerah dan sukacita.

"Mempertahankan Kristus pada saat Natal" - bukanlah mengarah pada hal-hal yang kelihatan dari luar, tetapi lebih mengarah kepada apa yang ada di dalam diri kita. Kepercayaan di dalam diri kita dan kebergantungan kita kepada Kristus akan menentukan apakah Kristus benar-benar ada pada waktu Natal.

"Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas bukit tidak dapat disembunyikan." (Matius 5:14, AYT). Oleh karena itu, pada masa Natal ini cobalah untuk tidak menekankan pada "Mempertahankan Kristus pada saat Natal", tetapi, sebaliknya, marilah kita "Menempatkan/mempertahankan Kristus di dalam hati kita," agar kita dapat memancarkan terang-Nya sepanjang masa Natal. (t/Fanya)

Sumber:
URL : https://www.crosswalk.com/blogs/kelly-balarie/its-not-about-keeping-chri...
Tanggal akses : 27 Juli 2018