Alasan Sebenarnya Anda Membutuhkan Natal

Waktu cuti, bonus akhir tahun, menerima hadiah dari daftar keinginan Anda ... tak satu pun dari hal-hal itu buruk. Tapi Anda bisa mendapatkan semua hal itu tanpa Natal. Jadi, hal-hal itu tidak bisa menjadi alasan utama Anda membutuhkan Natal, bukan?

Mungkin Anda berada di sisi yang berlawanan: Anda berpikir bahwa Anda tidak perlu Natal sama sekali. Dekorasi, pertemuan keluarga yang canggung, belanja, dan bepergian menambahkan begitu banyak stres. Atau mungkin Natal membuat Anda merasa sangat kesepian. Anda akan senang untuk tidur sepanjang hari Natal dan bangun tepat pada waktunya untuk membunyikan lonceng menyambut Tahun Baru.

Kesamaan dari kedua pola pikir ini adalah bahwa mereka masing-masing berfokus pada hal-hal tambahan dari makna sebenarnya mengapa Natal itu ada dan mengapa kita merayakannya.

Mengapa kita sebenarnya membutuhkan Natal? Apa gunanya Natal untuk kita, dan bagaimana Natal seharusnya mempengaruhi kita?

Jawabannya, Anda mungkin akan terkejut mengetahuinya, tidak terdapat pertama-tama dalam kisah Natal di kitab-kitab Injil. Alasan kita perlu Natal adalah kembali ke ketika pada awalnya itu diberitahukan, di dalam Kejadian pasal 3.

Kebutuhan kita akan Natal di dalam Kejadian 3

Pasal ketiga di Kejadian adalah kisah sedih tentang bagaimana umat manusia jatuh ke dalam dosa. Adam dan Hawa, yang telah tergoda oleh ular, ingin "menjadi seperti Allah" (Kejadian 3: 5), dan karena itu mereka makan dari pohon pengetahuan baik dan jahat. Sangat menarik bahwa, setelah pengulangan tujuh kali "Allah melihat bahwa semuanya itu baik" dalam Kejadian pasal 1, maka di sini "perempuan itu melihat bahwa pohon itu baik" (Kejadian 3: 6). Dia telah mengambil hak prerogatif Sang Pencipta dan menentukan fungsi dari ciptaan yang baik. Dia, dan Adam dengan dia, telah berusaha untuk menurunkan Allah dari takhta dan membuat dirinya seperti Allah.

Akibatnya tragis. Adam dan Hawa, yang mengharapkan pencerahan, langsung mengalami rasa malu, melihat ketelanjangan mereka. Mereka takut dengan kehadiran Tuhan, dan saling menuding untuk menghindari murka-Nya. Ular, Hawa, dan Adam dikutuk. Kematian memasuki dunia. Mereka dilarang masuk lagi ke surga Allah.

Selain kegelapan yang menyelimuti hari itu, satu berkas harapan bersinar memancar - dan di sinilah kita kembali ke topik tentang Natal.

Allah berjanji bahwa seorang anak yang istimewa akan lahir, yang akan mengalahkan ular: "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."(Kejadian 3:15). Allah berjanji bahwa seseorang dari keturunan Hawa akan meraih kemenangan mutlak atas ular.

Janji keturunan ini digenapi di dalam Yesus

Apakah Anda orang berdosa? Maka Anda memerlukan Natal.

Eksplorasi ke dalam Kejadian 3 yang cepat ini mengungkapkan alasan sebenarnya mengapa kita membutuhkan Natal. Liburan di antara liburan-liburan ini bukan ada karena kita perlu liburan, hadiah, dan kebaktian gereja yang lebih banyak. Natal ada karena kita telah berdosa.

Jika Kejadian pasal 3 tidak terjadi kita tidak perlu Natal. Jika kita memiliki hubungan yang murni, benar dengan Tuhan, kita tidak perlu Natal. Jika manusia percaya kepada Tuhan untuk menentukan apa yang baik dan yang jahat, kita tidak perlu Natal.

Tetapi karena Kejadian 3 itu terjadi, dan karena pemberontakan terhadap Allah terjadi di dalam hati kita setiap hari, kita sangat membutuhkan Natal. Matius, dalam catatannya tentang kelahiran Kristus, menulis, " Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."(Matius 1:21). Kita membutuhkan campur tangan Tuhan dalam hidup kita, dan itulah yang dilakukan Allah Bapa dengan mengirimkan Anak Allah yang lahir dari seorang perawan dengan kuasa Allah Roh Kudus. Inilah Natal.

Mengapa ini Mengubah Cara Kita Merayakan Natal

Kembali ke tujuan Natal akan menjadikan merayakan liburan sebagai pengingat mengapa Yesus datang, tidak hanya bahwa Ia datang. Ini seharusnya mengubah cara kita merayakan Natal. Kita merayakan diselamatkan dari hukuman tertentu. Kita kagum bahwa Allah mau mengulurkan anugerah-Nya kepada pemberontak seperti kita. Kita sekali lagi terpesona akan Yesus, Immanuel, Tuhan beserta kita.

Berfokus terutama pada hal-hal yang ada saat Natal - lampu-lampu, lagu-lagu, berbelanja, dll- benar-benar melenceng. Hal-hal itu dapat menjadi baik bila dilihat sebagai hal sekunder secara tepat, tetapi ketika itu menjadi fokus kita, maka hal-hal itu tidak akan menentukan pandangan kita secara tepat tentang musim Natal, entah itu positif atau negatif.

Mari berhati-hati dalam mengingat mengapa kita perlu Natal awal mulanya. Kemudian kita akan benar-benar bergembira atas fakta bahwa Yesus datang untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. (T/Jing Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Christianity
Alamat URL : http://www.christianity.com/christian-life/christmas/the-real-reason-you...
Judul asli artikel : The Real Reason You Need Christmas
Penulis artikel : Eric McKiddie
Tanggal akses : 8 Mei 2014